Konten dari Pengguna

2 Kultum Akhir Ramadhan Menyambut Idulfitri

Berita Terkini

Berita Terkini

Penulis kumparan

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi kultum akhir ramadhan - Sumber: unsplash.com/RakaDwiWicaksana
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi kultum akhir ramadhan - Sumber: unsplash.com/RakaDwiWicaksana

Kultum akhir Ramadhan sering dijadikan sebagai momen refleksi bagi umat Islam menjelang berakhirnya bulan suci yang penuh berkah ini. Setelah sebulan berpuasa, hari-hari terakhir Ramadan menjadi waktu yang tepat untuk merenungkan perjalanan spiritual.

Kultum di penghujung Ramadhan biasanya berisi pesan-pesan motivasi agar umat Islam tetap istiqomah dalam beribadah. Selain itu, juga membahas segala sesuatu yang berkaitan dengan datangnya Hari Raya Idulfitri.

Kultum Akhir Ramadhan dengan Tema tentang Idulfitri

Ilustrasi kultum akhir ramadhan - Sumber: unsplash.com/NilsHuenerfuerst

Kultum adalah singkatan dari kuliah tujuh menit. Ini adalah ceramah singkat yang biasanya disampaikan dalam waktu sekitar tujuh hingga sepuluh menit setelah beribadah.

Kultum sering diberikan setelah salat berjamaah, terutama di bulan Ramadan, sebagai bentuk pengingat dan motivasi dalam beribadah. Meskipun durasinya singkat, isi kultum biasanya padat dan penuh makna, membahas berbagai tema seperti akhlak, keutamaan ibadah, motivasi hidup, hingga kisah-kisah inspiratif dalam Islam.

Berdasarkan buku Serpihan yang Menerangi, Noor Fajar Asa, (2019), karena sifatnya yang ringkas dan mudah dipahami, kultum menjadi salah satu metode dakwah yang efektif untuk menyampaikan pesan-pesan kebaikan kepada umat.

Di hari-hari terakhir bulan suci Ramadan, inilah dua contoh kultum akhir Ramadhan yang membahas tentang Idulfitri.

1. Kultum – Meraih Keberkahan Idulfitri

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Sebentar lagi kita akan memasuki hari kemenangan, yaitu Idulfitri. Namun, apakah kita benar-benar memahami makna Idulfitri?

Banyak yang mengira bahwa Idulfitri hanya tentang baju baru dan makanan lezat. Padahal, makna sejatinya adalah kembali ke fitrah, yaitu kembali suci seperti bayi yang baru lahir, sebagaimana sabda Rasulullah saw:

"Barang siapa yang berpuasa Ramadan dengan penuh keimanan dan mengharap pahala dari Allah, maka dosanya yang telah lalu akan diampuni." (HR. Bukhari & Muslim)

Oleh karena itu, mari kita manfaatkan momen ini untuk bersyukur kepada Allah atas nikmat iman dan kesempatan menjalani Ramadhan.

Saling memaafkan, baik dengan keluarga, teman, maupun sesama muslim. Selain itu juga melanjutkan amal baik yang telah kita lakukan selama Ramadan.

Jangan biarkan Idulfitri hanya menjadi perayaan tanpa makna. Jadikan hari ini sebagai awal kehidupan yang lebih baik, lebih taat, dan lebih dekat kepada Allah.

Taqabbalallahu minna wa minkum, shiyamana wa shiyamakum.

Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

2. Kultum – Jangan Lupakan Zakat Fitrah

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Saudara-saudaraku yang dirahmati Allah, di penghujung Ramadan ini, ada satu kewajiban penting yang jangan sampai kita lupakan, yaitu zakat fitrah.

Rasulullah saw bersabda:

"Zakat fitrah itu wajib bagi setiap muslim, baik kecil maupun besar, laki-laki maupun perempuan, merdeka maupun budak." (HR. Bukhari & Muslim)

Zakat fitrah memiliki beberapa hikmah, di antaranya menyucikan diri dari kesalahan selama berpuasa, membantu kaum fakir miskin agar mereka juga bisa merasakan kebahagiaan Idulfitri, dan menyempurnakan ibadah puasa kita di bulan Ramadan.

Maka, sebelum takbir berkumandang di malam Idulfitri, mari kita pastikan sudah menunaikan zakat fitrah. Semoga Allah menerima amal ibadah kita dan menjadikan kita hamba-Nya yang lebih baik setelah Ramadan ini.

Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Baca Juga: Contoh Khutbah Idul Fitri Terbaik Sepanjang Masa

Kultum Akhir Ramadhan bertujuan untuk menutup bulan suci ini dengan refleksi. Ditambah juga dengan persiapan menyambut Idul Fitri dengan penuh keberkahan serta tetap menjaga ketakwaan. (DNR)