2 Peristiwa yang Berhubungan dengan Asmaul Husna Al-Mumit

Penulis kumparan
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Tuliskan 2 peristiwa yang berhubungan dengan asmaul husna Al-Mumit. Soal tersebut terdapat pada buku Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti kelas 5 halaman 53-54 Kurikulum Merdeka, tepatnya pada materi Bab 2 Lebih Dekat dengan Nama-nama Allah.
Al-Mumit sendiri merupakan salah satu nama dalam Asmaul Husna. Arti dari nama tersebut adalah Yang Maha Mematikan. Memahami contoh peristiwa yang berkaitan dengan Al-Mumit sangat penting untuk meningkatkan iman kepada Allah SWT.
Makna Al-Mumit dalam Asmaul Husna
Ada 2 peristiwa yang berhubungan dengan asmaul husna Al-Mumit. Contoh perisitiwa tersebut tentunya berkaitan dengan kekuasaan Allah SWT dalam mengatur seluruh alam semesta dan isinya. Mengutip buku 10 Principles of Perfect Muslimah, Tina Manroe, (2021), Allah SWT memiliki wewenang atas kehidupan dan kematian setiap makhluk.
Salah satu penjelasan mengenai Al-Mumit terdapat pada surat Ali Imran (3:158) yang berbunyi: “Setiap yang berjiwa pasti akan merasakan mati”. Oleh karena itu, tidak ada makhluk yang dapat menghindari kematian.
Dengan meyakini sifat Al-Mumit, artinya seorang Muslim bersedia untuk menghadapi kematian dengan ketenangan. Sebab, kematian bisa datang kapan saja, sehingga manusia perlu menjalani kehidupan dengan penuh kebermanfaatan.
Hal ini sekaligus akan membuat manusia merenung tentang segala perbuatan yang dilakukan selama di dunia. Sejatinya semua kebaikan atau keburukan akan diganjar sesuai dengan takaran yang telah ditetapkan Allah SWT.
Contoh 2 Peristiwa yang Berhubungan dengan Asmaul Husna Al-Mumit
Sejatinya, contoh peristiwa yang berkaitan dengan Al-Mumit sangat dekat dengan kehidupan sehari-hari. Berikut adalah 2 peristiwa yang berhubungan dengan asmaul husna Al-Mumit.
1. Kematian
Kematian adalah sesuatu yang telah ditakdirkan oleh Allah SWT. Setiap makhluk tidak bisa bersembunyi dan berlari dari kematian. Allah SWT berfirman.
“Di manapun kamu berada, kematian akan mendapatkan kamu, kendatipun kamu berada di dalam benteng yang tinggi dan kukuh. Jika mereka memperoleh kebaikan, mereka mengatakan, “Ini dari sisi Allah,” dan jika mereka ditimpa suatu keburukan, mereka mengatakan, “Ini dari engkau (Muham-mad).” Katakanlah, “Semuanya (datang) dari sisi Allah.” Maka mengapa orang-orang itu (orang-orang munafik) hampir-hampir tidak memahami pembicaraan (sedikit pun)?.”(QS. An-Nisa ayat 78).
2. Kiamat
Peristiwa kedua yang berkaitan dengan sifat Al-Mumit dijelaskan dalam Surat Ali-Imran ayat 185. Bunyi ayat tersebut, yakni sebagai berikut.
"Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. Dan sesungguhnya pada hari kiamat sajalah disempurnakan pahalamu. Barangsiapa dijauhkan dari neraka dan dimasukkan ke dalam surga, maka sungguh ia telah beruntung. Kehidupan dunia itu tidak lain hanyalah kesenangan yang memperdayakan.” (QS. Ali-Imran ayat 185).
Baca juga: Hadits tentang Kematian sebagai Pengingat dan Renungan bagi Umat Muslim
Jadi, dapat disimpulkan bahwa 2 peristiwa yang berhubungan dengan asmaul husna Al-Mumit adalah kematian dan kiamat. Dengan meyakini sifat terpuji tersebut, maka seorang Muslim dapat meningkatkan ketakwaan dan keimanannya kepada Allah SWT. (DLA)
