3 Akibat Utama Erosi Tanah terhadap Lingkungan

Penulis kumparan
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Akibat utama erosi tanah adalah merosotnya produktivitas tanah, daya dukung tanah dan kualitas lingkungan hidup. Erosi tanah merupakan kehilangan besar terhadap potensi sumber daya alam yang dibutuhkan oleh sekitarnya dan di luar wilayah tersebut.
Erosi adalah proses hilangnya lapisan tanah bagian atas. Erosi terjadi disebabkan oleh air, angina, pergerakan tanah dan sebagainya. Tanah yang gundul atau tandus akan mempercepat terjadinya erosi karena tidak yang menahan proses pengikisan.
Akibat Utama Erosi Tanah
Berikut adalah 3 akibat utama erosi tanah terhadap lingkungan yang dikutip dari e-Modul Mitigasi Bencana: Erosi dan Tanah Longsor Kemdikbud:
1. Merosotnya produktivitas tanah, antara lain:
Kehilangan lapisan tanah yang paling baik yang bisa dicengkeram akar.
Kehilangan unsur hara tanah sehingga hutan dan pertanian terancam.
Produktivitas tanah merosot. Tanaman tidak bisa tumbuh subur. Bahkan bisa saja tidak produktif sama sekali.
2. Merosotnya daya dukung tanah, antara lain:
Peningkatan penggunaan energi untuk produksi karena tanah yang rusak akibat erosi harus disuburkan dulu.
Kerusakan bangunan konservasi dan bangunan lainnya, misalnya terjadi endapan lumpur di jalur irigasi.
Terjadi sedimentasi atau endapan lumpur di waduk-waduk yang merusak ekosistem ikan.
3. Merosotnya Kualitas Lingkungan Hidup, antara lain:
Biaya produksi petani atau pekebun meningkat, bahkan bisa kehilangan pekerjaan.
Meningkatnya dorongan untuk membuka lahan baru, yang bisa menyebabkan alih fungsi hutan.
Meningkatnya frekuensi banjir dengan volume air yang makin besar.
Baca juga: Cara Mencegah Timbulnya Kerusakan Karena Erosi oleh Air
Cegah Akibat Erosi Tanah
Erosi tanah harus dicegah dengan berbagai cara yang mungkin dilakukan, antara lain:
Konservasi tanah yang meliputi pencegahan erosi, pemulihan tanah yang rusak dan penanaman tanah yang gundul.
Mempertahankan DAS (Daerah Aliran Sungai). DAS adalah wilayah daratan yang menampung, menyimpan dan mengalirkan air dari hutan ke suangai besar atau ke laut. Jika DAS hilang, air hujan tidak memiliki “jalur” sehingga membanjiri wilayah hutan secara sporadis dan dapat mengakibatkan longsor di bagian tanah yang kurang padat.
Mempertahankan fungsi hutan yang masih ada dengan tidak membuka lahan baru.
Sosialisai tentang peta wilayah mana yang bisa dimanfaatkan dan mana yang harus dilindungi.
Membuat kebijakan atau peraturan yang berpihak pada kelestarian alam dan lingkungan.
Akibat utama erosi tanah ada yang bersifat alami dan ada yang merupakan akibat perbuatan manusia. Jika manusia menyadari fungsi lapisan tanah atas bagi lingkungan yang begitu penting, maka setengah dari usaha pencegahan erosi sudah teratasi. Tinggal yang separuh usaha lagi dilakukan dengan memanfaatkan ilmu pengetahuan dan kearifan lokal. (LUS)
