3 Contoh Penutup Resensi yang Benar

Penulis kumparan
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Pernahkah kamu mengulas atau menilai sebuah karya? Bisa sebuah buku, film, lagu, dan lain sebagainya. Sewaktu sekolah kamu pasti pernah diminta untuk melakukan resensi, apalagi pelajaran Bahasa Indonesia. resensi terdiri dari beberapa unsur, seperti tema, alur, sudut pandang, penokohan dan watak, dan penutup serta latar. Membuat resensi tidak bisa hanya semata-mata menilai saja, namun terdapat ketentuan yang harus dipatuhi ketika menulis sebuah resensi. Lalu bagaimana contoh penutup resensi yang benar?
Kata resensi berasal dari kata “recensie” (bahasa Belanda) yang berarti membicarakan dan menilai/borderland en besproken. Sepadan dengan bahasa Belanda, menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) makna resensi merupakan pertimbangan atau pembicaraan tentang buku; ulasan buku. Berdasarkan kedua penjelasan tersebut dapat disimpulkan bahwa resensi merupakan sebuah kegiatan menilai atau menimbang kembali terhadap suatu karya. Simak contoh penutup resensi yang benar, selengkapnya di artikel berikut.
Contoh Penutup Resensi
Berikut adalah beberapa contoh penutup resensi:
Contoh 1
Judul Buku : METODE PENELITIAN SURVEI
Penulis : MORISSAN
Penerbit/Kota : KENCANA
Tahun Terbit : 2012, Cetakan ke-4 2016
Jumlah Halaman : xii, 434 halaman
Penutup:
Secara umum, buku ini sangat bagus dan cukup mudah untuk dipahami, sehingga tepat jika dijadikan resensi serta pembelajaran bagi mahasiswa yang sedang melakukan suatu penelitian maupun skripsi, dan peneliti pemula akan memahami tentang penelitian ilmiah itu sendiri dan dapat mengaplikasikan metode survei dan statistik dalam penelitiannya dengan membaca buku ini secara utuh.
Contoh 2
Identitas Buku
Judul : THINGS YOUR ENGLISH BOOKS DON’T TELL YOU
Penulis : @englishtips4u
Editor : Natalia Handayani
Penerbit : PandaMedia
Cetakan : 1. Jakarta 2014
Tebal Buku : vi+330 halaman
Ukuran : 13x19 cm
ISBN : 979-780-733-9
Penutup:
Walaupun memiliki banyak kelebihan, buku ini masih memiliki kekurangan. Pewarnaan dan pembesaran font untuk kata kunci pembelajaran membuat paragraf dari buku ini terlihat berantakan. Desain bagian dalam buku yang terlihat seperti sobekan kertas cukup mengganggu pemandangan, dan juga terlalu banyak promosi untuk blog di dalam buku ini. Buku ini sangat baik dibaca untuk kalangan pelajar dan yang ingin mengaplikasikan penggunaan bahasa inggris di kehidupan sehari hari.
Contoh 3:
Judul buku : Harry Potter and The Half-Blood
Prince (Harry Potter dan Pangeran Berdarah
Campuran)
Penulis : J.K Rowling
Penerbit : PT Gramedia Pustaka Utama
Kota Terbit : Jakarta
Tahun terbit : 2006
Tebal halaman : 816 halaman
Genre buku : Petualangan fantasi
Alih bahasa : Listiana Srisanti
Tokoh : Harry Potter, Harmonie Granger, Ronald
Weasley, Albus Dumbledore, Severus Snape, Lord
Voldemort, Draco Malfoy
Penutup:
Buku ini memiliki kelebihan sebagai penggugah imajinasi yang tinggi bagi para pembacanya untuk membayangkan setiap kejadian yang ada untuk divisualisasikan dalam pikirannya. Karakter pemberani Harry Potter dan persahabatan antara para tokoh dapat dijadikan contoh yang baik terutama dalam hal saling tolong menolong. Namun buku ini memiliki cerita yang cukup berbelit dengan alur yang sulit untuk dipadukan sehingga membuat para pembaca harus sedikit lebih berpikir ekstra dalam memahami setiap kejadian yang tersaji dalam buku. Namun secara keseluruhan buku ini sangat cocok dibaca untuk dijadikan sebagai bahan bacaan untuk menambah kemampuan dalam hal imajinasi dan sebagai pengisi kegiatan di waktu luang.
Demikianlah contoh penutup resensi yang bisa kamu pelajari dan terapkan dalam membuat resensi. Setiap resensi pasti diakhir dengan sebuah kesimpulan mengenai apa yang ada dalam sebuah cerita, bisa juga menceritakan kelebihan dan kelemahan dari sebuah cerita. Kamu bisa membuat resensi sendiri.(UMI)
