3 Contoh Puisi Lama untuk Menambah Wawasan Siswa Sekolah tentang Sastra

Penulis kumparan
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Puisi lama merupakan salah satu jenis dari puisi. Pitaloka dan Amelia (2020: 11) dalam bukunya yang berjudul Seni Mengenal Puisi menjelaskan bahwa secara umum, puisi terbagi menjadi tiga jenis, yaitu:
Puisi lama
Puisi baru
Puisi kontemporer
Setiap jenis puisi tentu memiliki definisi dan ciri khas tersendiri. Pada artikel kali ini, kita akan fokus untuk membahas puisi lama, mulai dari pengertian hingga contohnya guna menambah wawasan siswa sekolah tentang sastra.
Berikut uraian selengkapnya tentang puisi lama yang dapat disimak. Yuk, baca sekarang!
Pengertian, Ciri-ciri, dan Contoh Puisi Lama.
Puisi lama adalah jenis puisi yang mempunyai aturan dan bermakna. Mengutip dari buku Teman Belajar Bahasa dan Sastra Indonesia untuk Kelas IX Sekolah Menengah Pertama/Madrasah Tsanawiyah karya Supriatna (2005: 42), berikut adalah ciri-ciri dari puisi lama.
Terikat oleh jumlah larik dalam setiap baitnya (setiap bait terdiri atas 4 larik).
Rima akhir dalam setiap lariknya bernada a-b-a-b.
Setiap bait terdiri atas sampiran dan isi.
Setiap lariknya terdiri atas 8 – 12 suku kata.
Puisi lama memiliki banyak jenis di antaranya, pantun, seloka, karmina, gurindam, syair, talibun, dan sebagainya. Jika membahas seluruh jenis puisi lama, tentu tidak cukup dalam satu waktu. Oleh sebab itu, mari kita simak tiga contoh puisi lama.
Tiga contoh puisi lama berikut ini dikutip dari buku Bahasa dan Sastra Indonesia SMA Kelas 3 karya Tim Grasindo (2005).
1. Pantun
Pulau Pinang bandarnya baru
Kapitan Light menjadi raja
Jangan dikenang zaman dahulu
Duduk mengalir air mata
2. Seloka
-tentang pemadat-
Candu dibungkus kain palas
Makan dia mata bilas
Mandi segan kerja malas
Harta orang hendak digalas
3. Syair
Bulan purnama cahaya terang
Bintang seperti intan di karang
Punggung merawan seorang-orang
Berahikan bulan di tanah seberang
Pungguk bercinta pagi dan petang
Melihat bulan di pagar bintang
Terselap merindu dendamnya datang
Dari saujana pungguk menentang
Itulah pengertian, ciri-ciri, dan tiga contoh puisi lama yang perlu untuk dipahami oleh siswa sekolah. Semoga setelah ini kamu tertarik untuk membaca ragam karya sastra yang lain, ya! (AA)
