3 Contoh Soal Anuitas dan Jawabannya dalam Pelajaran Matematika

Penulis kumparan
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Agar lebih mudah dalam memahami materi dalam pelajaran matematika, mayoritas siswa kerap mencari contoh soal terkait materi tertentu. Biasanya, contoh soal tersebut akan dikerjakan saat mereka belajar mandiri di rumah. Jadi, tidak heran jika banyak siswa yang kerap mencari contoh soal anuitas dan jawabannya.
Anuitas sendiri merupakan salah satu materi dalam pelajaran matematika yang berkaitan dengan perhitungan akuntansi. Oleh karena itulah, dibutuhkan pemahaman yang baik agar bisa memahami materi tersebut dengan tepat.
Contoh Soal Anuitas dan Jawabannya dalam Pelajaran Matematika
Mengutip dari buku Bank & Lembaga Keuangan Syariah: Edisi Kedua, Andri Soemitra (2017:305), anuitas adalah serangkaian pembayaran berkala yang besarnya ditentukan sebelumnya selama hidup anuitan (orang yang memenuhi syarat untuk menerima manfaat anuitas) atau dalam waktu tertentu yang ditentukan oleh pengelola kepada anuitan.
Adapun beberapa contoh soal anuitas dan jawabannya yang bisa dipelajari adalah sebagai berikut.
1. Organisasi A memiliki pinjaman yang akan segera dilunasi dengan menerapkan sistem anuitas bulanan. Jika besar angsuran Rp120.000,00 dan bunganya sebesar Rp300.000,00, maka anuitas pinjaman tersebut sebesar...
Jawaban:
Diketahui
An = Rp120.000
Bn = Rp300.000
Anuitas adalah nilai konstan yang merupakan jumlah dari angsuran dan bunga. Sehingga
A = An + Bn
A = 120.000+ 300.000
A = 420.000
Sehingga, anuitas pinjamannya adalah Rp420.000
2. Sandi memiliki hutang sebesar Rp5.000.000. Hutang tersebut akan dilunasi secara anuitas sebesar Rp1.060.792 dengan suku bunga 2% per bulan. Hitunglah besar angsuran pada:
a. Bulan ke-3
b. Bulan ke-4
Jawaban:
Diketahui:
A= 1.060.792
M = 5.000.000
b = 2 % = 0,02
Ditanya: besar angsuran bulan ke-3 dan bulan ke-4?
A. Angsuran pada bulan ketiga (a3)
= (A−bM)(1+b)3−1
= (A−bM)(1+b)2
= (1.060.792 – (0,02)(5.000.000))(1+0,02)2
= (1.060.792 – (0,02)(5.000.000))(1,02)2
= (960.792)(1,0404)
= 999.608
Jadi, besaran angsuran yang harus dibayarkan pada bulan ketiga yaitu sebesar Rp999.608
B. Angsuran pada bulan keempat (a4)
= (A−bM)(1+b)4−1
= (A−bM)(1+b)3
= (1.060.792 – (0,02)(5.000.000))(1+0,02)3
= (1.060.792 – (0,02)(5.000.000))(1,02)3
= (960.792)(1,0612)
= 1.019.592
Jadi, besaran angsuran yang harus dibayarkan pada bulan ketiga yaitu sebesar Rp1.019.592
3. Budi mengajukan pinjaman sejumlah uang ke bank. Sesuai aturan, bank tersebut menerapkan sistem anuitas bulanan untuk pinjaman tersebut. Jika besaran anuitas Rp600.000 dan bunga periode ke-5 yang dibayar Eska sebesar Rp415.000 maka besar angsuran periode ke-5 adalah
Jawaban:
Diketahui:
A = Rp600.000
B5 = Rp415.000
Ditanya A5?
Jawab:
A = A5 + B5
600.000 = A5 + 415.000
A5 = 185.000
Dengan begitu, besaran angsuran periode ke 5 adalah Rp185.000
Baca Juga: Contoh Soal IPAS Kelas 4 Semester 1 dan Kunci Jawabannya
Itulah tiga contoh soal anuitas dan jawabannya yang bisa dipahami dan dipelajari oleh siswa saat belajar mandiri di rumah. (Anne)
