Konten dari Pengguna

3 Contoh Soal Kenaikan Titik Didih Lengkap dengan Pembahasannya

Berita Terkini

Berita Terkini

Penulis kumparan

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi mendidihkan air. Foto: unsplash.com/rfrsrh
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi mendidihkan air. Foto: unsplash.com/rfrsrh

Dalam belajar Kimia, salah satu materi yang diajarkan adalah sifat koligatif larutan. Sifat koligatif larutan sendiri dibagi manjadi empat macam di antaranya adalah kenaikan titik didih yang disimbolkan dengan ΔTb. Nah, agar kamu lebih memahami materi yang satu ini, berikut 3 contoh soal kenaikan titik didih lengkap dengan pembahasannya.

3 Contoh Soal Kenaikan Titik Didih Lengkap dengan Pembahasannya

Saat membuat mi rebus ataupun mengukus makanan, hal yang pertama kali dilakukan adalah menanaskan air hingga mendidih. Setelah mendidih, masukkan mi ataupun makanan yang dikukus hingga matang. Air yang sebelumnya masih dingin kemudian dipanaskan hingga mendidih disebabkan sudah mencapai suhu hingga 100°C atau mencapai titik didih.

Dikutip dari buku Belajar Kimia Secara Menarik karya Das Salirawati, dkk (2007:13), titik didih adalah suhu di mana tekanan uap jenuh cair sama dengan tekanan udara luar, misalnya saja air yang mendidih pada titik 100°C pada tekanan 1 atm. Apabila tempat semakin tinggi, maka untuk mendidihkan air akan berkurang akibat tekanan udara.

Adapun contoh soal kenaikan titik didih lengkap dengan pembahasannya yakni:

Soal I

Sebanyak 6 gram urea dilarutkan ke dalam 500 gram air. Tentukan titik didih larutan tersebut, jika Kb air = 0.52°C /m (Mr urea = 60)!

Diketahui

massa urea = 6 gram

massa air 500 gram

Kb air = 0.52 °C/m

Ditanya: titik didih larutan

Langkah 1 menentukan molalitas urea

M = a/Mr x 1000/b = 6gram/60gram/pol x 1000/500 gram = 0,2 m

Langkah 2

∆Tb = m.Kb = 0,2 m x 0.52 °C/m = 0,104°C

Langkah 3 menghitung titik didih larutan

∆Tb = Tb larutan — Tb pelarut

maka Tb larutan = Tb pelarut + ∆Tb

= 100°C + 0,10°C

= 100,104°C

Sehingga, larutan urea mendidih pada suhu 100,104°C.

Ilustrasi air yang mendidih. Foto: unsplash.com/mikbutcher

Soal II

Dalam 250 gram air terlarut 18 gram suatu zat X. Titik didih larutan ini adalah 100,208°C. Tentukan massa molekul relatif zat terlarut tersebut jika Kb air = 0,52°C/m.

Diketahui

Massa zat X = 18 gram

Tb larutan = 100,208°C

Massa air = 250 gram

Kb air = 0,52°C/m

Ditanya: Mr zat X

Jawab

Langkah 1 menentukan kenaikan titik didih larutan

∆Tb = Tb larutan — Tb pelarut

= 100,208°C - 100°C = 0,208°C

Langkah 2 menghitung harga Mr zat X

∆Tb = Kb . a/Mr x 1000/b, maka

Mr = Kb . a/∆Tb x 1000/b

= 0,52 °C/m . 18 gram/0,208°C x 1000/250 gram = 180

Jadi, Mr zat X adalah 180.

Soal III

Sebanyak 18 gram glukosa (Mr = 180 g/mol) dilarutkan dalam 500 gram air. Tentukan titik didih larutan tersebut jika Kb air adalah 0,52°C.

Diketahui:

Massa glukosa = 18 gram

Mr = 180 g/mo;

Massa air = 500 gram

Kb air = 0,52 °C

Ditanya: Titik didih larutan

Jawab

18 gram glukosa = 18/180 mol = 0,1 mo;

Molalitas larutan m = 0,1 x (1000/500)

= 0,2

Kenaikan titik didih larutan

∆Tb = m x Kb

= 0,2 c 0,52 °C = 0,104°C

Titik didih larutan = titik didih pelarut + ∆Tb

= 100°C + 0,104°C

= 100,104°C

Sehingga, larutan akan mendidih pada suhu 100,104°C.

Nah, itu dia contoh soal kenaikan titik didih lengkap dengan penjelasannya. Selamat belajar.(MZM)