3 Contoh Soal Kenaikan Titik Didih Lengkap dengan Pembahasannya

Penulis kumparan
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Dalam belajar Kimia, salah satu materi yang diajarkan adalah sifat koligatif larutan. Sifat koligatif larutan sendiri dibagi manjadi empat macam di antaranya adalah kenaikan titik didih yang disimbolkan dengan ΔTb. Nah, agar kamu lebih memahami materi yang satu ini, berikut 3 contoh soal kenaikan titik didih lengkap dengan pembahasannya.
3 Contoh Soal Kenaikan Titik Didih Lengkap dengan Pembahasannya
Saat membuat mi rebus ataupun mengukus makanan, hal yang pertama kali dilakukan adalah menanaskan air hingga mendidih. Setelah mendidih, masukkan mi ataupun makanan yang dikukus hingga matang. Air yang sebelumnya masih dingin kemudian dipanaskan hingga mendidih disebabkan sudah mencapai suhu hingga 100°C atau mencapai titik didih.
Dikutip dari buku Belajar Kimia Secara Menarik karya Das Salirawati, dkk (2007:13), titik didih adalah suhu di mana tekanan uap jenuh cair sama dengan tekanan udara luar, misalnya saja air yang mendidih pada titik 100°C pada tekanan 1 atm. Apabila tempat semakin tinggi, maka untuk mendidihkan air akan berkurang akibat tekanan udara.
Adapun contoh soal kenaikan titik didih lengkap dengan pembahasannya yakni:
Soal I
Sebanyak 6 gram urea dilarutkan ke dalam 500 gram air. Tentukan titik didih larutan tersebut, jika Kb air = 0.52°C /m (Mr urea = 60)!
Diketahui
massa urea = 6 gram
massa air 500 gram
Kb air = 0.52 °C/m
Ditanya: titik didih larutan
Langkah 1 menentukan molalitas urea
M = a/Mr x 1000/b = 6gram/60gram/pol x 1000/500 gram = 0,2 m
Langkah 2
∆Tb = m.Kb = 0,2 m x 0.52 °C/m = 0,104°C
Langkah 3 menghitung titik didih larutan
∆Tb = Tb larutan — Tb pelarut
maka Tb larutan = Tb pelarut + ∆Tb
= 100°C + 0,10°C
= 100,104°C
Sehingga, larutan urea mendidih pada suhu 100,104°C.
Soal II
Dalam 250 gram air terlarut 18 gram suatu zat X. Titik didih larutan ini adalah 100,208°C. Tentukan massa molekul relatif zat terlarut tersebut jika Kb air = 0,52°C/m.
Diketahui
Massa zat X = 18 gram
Tb larutan = 100,208°C
Massa air = 250 gram
Kb air = 0,52°C/m
Ditanya: Mr zat X
Jawab
Langkah 1 menentukan kenaikan titik didih larutan
∆Tb = Tb larutan — Tb pelarut
= 100,208°C - 100°C = 0,208°C
Langkah 2 menghitung harga Mr zat X
∆Tb = Kb . a/Mr x 1000/b, maka
Mr = Kb . a/∆Tb x 1000/b
= 0,52 °C/m . 18 gram/0,208°C x 1000/250 gram = 180
Jadi, Mr zat X adalah 180.
Soal III
Sebanyak 18 gram glukosa (Mr = 180 g/mol) dilarutkan dalam 500 gram air. Tentukan titik didih larutan tersebut jika Kb air adalah 0,52°C.
Diketahui:
Massa glukosa = 18 gram
Mr = 180 g/mo;
Massa air = 500 gram
Kb air = 0,52 °C
Ditanya: Titik didih larutan
Jawab
18 gram glukosa = 18/180 mol = 0,1 mo;
Molalitas larutan m = 0,1 x (1000/500)
= 0,2
Kenaikan titik didih larutan
∆Tb = m x Kb
= 0,2 c 0,52 °C = 0,104°C
Titik didih larutan = titik didih pelarut + ∆Tb
= 100°C + 0,104°C
= 100,104°C
Sehingga, larutan akan mendidih pada suhu 100,104°C.
Nah, itu dia contoh soal kenaikan titik didih lengkap dengan penjelasannya. Selamat belajar.(MZM)
