3 Contoh Soal Laju Reaksi beserta Pembahasannya

Penulis kumparan
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Beberapa contoh soal laju reaksi ini dapat dijadikan sebagai latihan soal. Mengetahui laju reaksi membantu dalam berbagai aplikasi praktis, seperti di industri kimia, pertanian, dan farmasi.
Laju reaksi adalah konsep yang penting dalam kimia. Tujuannya untuk mengukur kecepatan perubahan konsentrasi reaktan atau produk selama reaksi kimia.
Contoh Soal Laju Reaksi Kimia
Dikutip dari buku Modul Ringkasan Kimia, Rizky (2018: 12), laju reaksi kimia adalah perubahan konsentrasi pereaksi ataupun produk dalam satu satuan waktu. Laju reaksi mengukur kecepatan perubahan konsentrasi reaktan atau produk. Hal ini terkandung dalam suatu reaksi kimia per satuan waktu.
Laju reaksi dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor, seperti konsentrasi, suhu, dan keberadaan katalis. Dalam suatu reaksi kimia, seseorang dapat menghitung laju reaksi menggunakan rumus yang mengaitkan perubahan konsentrasi dengan waktu.
Berikut adalah tiga contoh soal laju reaksi dalam kimia lengkap dengan pembahasannya yang dapat dijadikan sebagai bahan latihan belajar di rumah untuk memahaminya.
Contoh Soal 1
Suatu reaksi kimia memiliki persamaan: A → B. Pada awal percobaan, konsentrasi A adalah 0,5 M. Setelah 10 detik, konsentrasi A menjadi 0,3 M. Hitung laju rata-rata reaksi dalam interval waktu tersebut.
Pembahasan:
Laju rata-rata reaksi dapat dihitung dengan rumus:
Laju rata-rata = - (Δ[A] / Δt)
Di mana:
Δ[A] = perubahan konsentrasi A
Δt = perubahan waktu
Perubahan konsentrasi A:
Δ[A] = [A] akhir - [A] awal = 0,3 M - 0,5 M = -0,2 M
Perubahan waktu:
Δt = 10 detik
Maka, laju rata-rata reaksi:
Laju rata-rata = - (-0,2 M / 10 detik) = 0,02 M/detik
Jadi, laju rata-rata reaksi adalah 0,02 M/detik.
Contoh Soal 2
Diketahui reaksi: 2A + B → C. Jika laju pengurangan konsentrasi A adalah 0,1 M/detik, berapakah laju pembentukan C?
Pembahasan:
Berdasarkan stoikiometri reaksi, perbandingan molar antara A dan C adalah 2:1. Artinya, untuk setiap 2 mol A yang bereaksi, akan terbentuk 1 mol C.
Laju reaksi untuk A:
Laju = - (1/2) × (d[A] / dt)
Laju reaksi untuk C:
Laju = d[C] / dt
Karena laju reaksi sama untuk semua komponen, maka:
d[C] / dt = - (1/2) × (d[A] / dt)
Diketahui d[A] / dt = -0,1 M/detik, maka:
d[C] / dt = - (1/2) × (-0,1 M/detik) = 0,05 M/detik
Jadi, laju pembentukan C adalah 0,05 M/detik.
Contoh Soal 3
Pada reaksi: A + 2B → D, diketahui bahwa laju pembentukan D adalah 0,03 M/detik. Berapakah laju pengurangan konsentrasi B?
Pembahasan:
Berdasarkan stoikiometri reaksi, perbandingan molar antara B dan D adalah 2:1. Artinya, untuk setiap 2 mol B yang bereaksi, akan terbentuk 1 mol D.
Laju reaksi untuk D:
Laju = d[D] / dt
Laju reaksi untuk B:
Laju = - (1/2) × (d[B] / dt)
Karena laju reaksi sama untuk semua komponen, maka:
d[D] / dt = - (1/2) × (d[B] / dt)
Diketahui d[D] / dt = 0,03 M/detik, maka:
0,03 M/detik = - (1/2) × (d[B] / dt)
d[B] / dt = -2 × 0,03 M/detik = -0,06 M/detik
Jadi, laju pengurangan konsentrasi B adalah 0,06 M/detik.
Baca juga: Sintesis Kimia yang Menghasilkan Bahaya Sedikit dalam 12 Prinsip Kimia Hijau
Itulah contoh soal laju reaksi dalam kimia lengkap dengan pembahasannya. Dengan memahami dan berlatih mengerjakan soal-soal seperti di atas,konsep laju reaksi dan penerapannya di berbagai situasi kimia bisa lebih dipahami. (Gin)
