Konten dari Pengguna

3 Contoh Ucapan Salam dan Puji Syukur pada Pidato Bahasa Indonesia

Berita Terkini

Berita Terkini

Penulis kumparan

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Ucapan Salam dan Puji Syukur Terdapat pada Bagian. Sumber: Pexels/Kairos Panamá
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Ucapan Salam dan Puji Syukur Terdapat pada Bagian. Sumber: Pexels/Kairos Panamá

Setiap jenis teks dalam bahasa Indonesia selalu mempunyai struktur atau bagian tersendiri, termasuk pidato. Salah satu contoh adalah ucapan salam dan puji syukur terdapat pada bagian pembuka pidato.

Layaknya bagian pembuka, ucapan tersebut biasanya disampaikan di awal pidato. Contoh kutipan kalimat pembuka pidato, yaitu “Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Bapak/Ibu guru yang saya hormati serta teman-teman yang saya banggakan”.

Ucapan Salam dan Puji Syukur Terdapat pada Bagian Pembuka Pidato

Ilustrasi Ucapan Salam dan Puji Syukur Terdapat pada Bagian. Sumber: Pexels/Werner Pfennig

Pidato merupakan salah satu jenis teks yang terdapat dalam penulisan bahasa Indonesia. Pelajaran tentang teks pidato biasanya sudah muncul sejak tingkat Sekolah Dasar (SD) dan berlanjut hingga tingkat Sekolah Menengah Atas (SMA) atau sederajat.

Pidato sebagai teks tentu mempunyai struktur atau bagian khas yang membedakannya dengan jenis teks lain. Teks pidato terdiri dari tiga bagian yang meliputi pembuka, isi, dan penutup.

Dikutip dari buku Top No. 1 UN SMP/MTs 2016, Tim Guru Indonesia (2015: 58), berikut adalah penjelasan tentang tiga bagian teks pidato.

1. Pembuka

Bagian pembuka berisi salam atau sapaan pembuka, ucapan syukur, dan pembuka pidato.

2. Isi

Bagian isi mengandung suatu topik yang disampaikan secara tidak langsung. Pada umumnya, pidato disampaikan melalui contoh, penggambaran, anekdot, atau cerita yang berkaitan dengan topik pidato.

3. Penutup

Bagian penutup berisi simpulan dan saran sebagai penutup, ucapan terima kasih, permintaan maaf, serta salam penutup.

Berdasarkan penjelasan tersebut, diketahui bahwa ucapan salam dan puji syukur terdapat pada bagian pembuka pidato. Narasi dari ucapan salam dan puji syukur dalam teks pidato dapat berbeda-beda, tergantung dari khalayak dari pidato itu sendiri.

3 Contoh Pembuka Pidato dalam Bahasa Indonesia

Ilustrasi Ucapan Salam dan Puji Syukur Terdapat pada Bagian. Sumber: Pexels/Orkhan Shahbaz

Setelah mengetahui bagian teks pidato, kini menjadi jelas bahwa kalimat yang memuat ucapan salam serta puji syukur biasanya merupakan bagian pembuka. Guna memperjelas gambaran tentang pembuka pidato, berikut tiga contohnya dalam bahasa Indonesia.

1. Contoh Pertama

Contoh pertama merupakan pembuka pidato yang disampaikan oleh guru kepada warga sekolah.

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Bapak Kepala Sekolah yang saya hormati. Rekan-rekan guru yang saya hargai serta murid-murid yang saya banggakan. Mari kita panjatkan puji serta syukur kepada Allah Swt. yang telah memberikan nikmat sehat sehingga kita dapat berkumpul pada pagi yang cerah ini.

2. Contoh Kedua

Contoh kedua merupakan pembuka pidato yang disampaikan oleh ketua OSIS kepada warga sekolah.

Selamat pagi Ibu Kepala Sekolah yang saya hormati, Bapak/Ibu guru yang saya hargai, serta teman-teman yang saya banggakan. Sebelum memulai acara hari ini, mari kita panjatkan puji syukur kepada Allah Swt. yang selalu memberi nikmat kepada kita.

3. Contoh Ketiga

Contoh ketiga merupakan pembuka pidato yang disampaikan oleh masyarakat umum kepada khalayak umum yang sebaya dengannya.

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Hadirin yang berbahagia. Mari kita panjatkan puji serta syukur kepada Allah Swt. yang tiada henti memberi nikmat sehat, rezeki, serta usia sehingga kita dapat berkumpul bersama di hari yang cerah ini.

Baca juga: 4 Macam Metode Penyampaian Pidato dalam Bahasa Indonesia

Kini, diketahui bahwa ucapan salam dan puji syukur terdapat pada bagian pembuka pidato. Selain itu, diketahui pula bahwa narasi pembuka pidato dapat berbeda-beda, tergantung khalayak dari pidato yang akan disampaikan. (AA)