3 Dampak Kena Gas Air Mata bagi Kesehatan

Penulis kumparan
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Gas air mata dikenal sebagai salah satu alat pengendali massa yang sering digunakan karena efeknya yang cepat dalam menimbulkan iritasi. Walaupun dikategorikan sebagai senjata non-mematikan, dampak kena gas air mata memiliki risiko kesehatan yang serius.
Bahan kimia seperti 2-chlorobenzalmalononitrile (CS gas) bekerja dengan mengiritasi reseptor rasa sakit, sehingga menimbulkan rasa perih, terbakar, dan ketidaknyamanan pada tubuh. Oleh karena itu, penting untuk mengetahui dampaknya bagi kesehatan.
3 Dampak Kena Gas Air Mata bagi Kesehatan Manusia
Mengutip dari buku Persoalan-Persoalan Hukum Tata Negara Kontemporer, Muhammad Afdhal Askar, (2023), gas air mata dapat bereaksi dengan bagian tubuh yang terkena, terutama jika masuk ke dalam sistempernapasan melalui inhalasi.
Selain itu, saat terkena mata tentunya akan menyebabkan mata perih, kabur dan berair. Untuk lebih lengkapnya, simak 3 dampak kena gas air mata bagi kesehatan di bawah ini.
1. Dampak pada Mata
Gas air mata paling cepat bereaksi terhadap mata karena organ ini sangat sensitif. Gejala yang muncul meliputi:
Mata merah dan berair
Sensasi perih dan terbakar
Sulit membuka mata karena refleks penutupan kelopak
Penglihatan kabur atau kebutaan sementara
Dalam kasus paparan dekat atau jangka panjang, risiko serius dapat terjadi seperti erosi kornea, luka permanen, katarak, hingga kebutaan total. Kondisi ini menunjukkan betapa rentannya mata terhadap efek kimia gas air mata.
2. Dampak pada Sistem Pernapasan
Menghirup partikel gas air mata akan memengaruhi saluran pernapasan, dari hidung hingga paru-paru. Efek yang bisa muncul antara lain:
Rasa terbakar di hidung dan tenggorokan
Hidung meler dan batuk hebat
Sesak napas atau rasa tercekik
Mual, muntah, hingga pusing
Individu dengan riwayat penyakit seperti asma atau bronkitis sangat berisiko mengalami gangguan parah, bahkan gagal napas. Dalam kasus ekstrem, paparan intens dapat menyebabkan kerusakan paru-paru permanen atau kematian.
3. Dampak pada Kulit
Kontak langsung dengan kulit juga dapat memicu iritasi. Reaksi yang sering dialami meliputi:
Gatal dan kemerahan
Sensasi panas atau terbakar
Muncul lepuhan pada kulit
Reaksi alergi pada individu tertentu
Pada kasus yang ringan, gejala biasanya hilang dalam waktu singkat, namun paparan berat bisa menimbulkan luka kimia yang bertahan berhari-hari.
Baca juga: Apa Itu Gas Air Mata, Kandungan, Efek, dan Tip jika Terkena
Dampak kena gas air mata dapat menjadi masalah untuk mata, sistem pernapasan, dan kulit. Walaupun efeknya sering bersifat sementara, risiko kesehatan jangka panjang tetap ada, terutama pada paparan intens atau kondisi medis tertentu. (RIZ)
