Konten dari Pengguna

3 Gaya Belajar Auditori serta Pengertian dan Contohnya

Berita Terkini

Berita Terkini

Penulis kumparan

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi: 3 Gaya Belajar Auditori serta Pengertian dan Contohnya Sumber: pixabay.com
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi: 3 Gaya Belajar Auditori serta Pengertian dan Contohnya Sumber: pixabay.com

Setiap orang memiliki gaya belajar yang berbeda-beda. Hal ini tergantung dengan bagaimana seseorang lebih nyaman, dengan sebuah gaya belajar yang lebih mudah dipahami dan nyaman bagi mereka. Salah satu jenis ialah gaya belajar auditori.

Mengutip buku Pahami Gaya Belajar Anak karya Andi Priatna (3:2013), gaya belajar adalah cara di mana anak-anak menerima informasi baru dan proses yang akan mereka gunakan untuk belajar.

Gaya belajar dapat menjadi acuan bagi seorang pendidik, untuk menyesuaikan cara pembelajaran terhadap peserta didik. Sebagian orang menerima informasi lebih baik dengan cara visual. Sebagian lagi dengan cara auditori.

Gaya Belajar Auditori

Ini dia 3 gaya belajar auditori beserta pengertian dan contohnya yang menarik untuk disimak:

Pengertian gaya belajar auditori

Dikutip dari buku Gaya Belajar Auditori (Auditory Learning) Steinbach (2002:30), anak dengan gaya belajar auditori biasanya merupakan pendengar yang baik, karena mereka mengandalkan pendengaran (telinga) sebagai medium untuk melakukan proses belajar. Konsentrasi mereka cenderung sangat baik pada hal-hal yang didengar karena dapat mencerna informasi dengan baik. Bisa dikatakan mereka dapat mengingat dengan baik dari hal-hal yang di simpan di telinganya.

3 gaya belajar auditori

Berikut adalah 3 gaya belajar auditori:

  1. Mereka belajar dengan mendengarkan orang lain.

  2. Mendengarkan orang yang membaca materi dengan suara keras.

  3. Mendengarkan rekaman suara tentang materi yang akan dipelajari untuk kembali diputar.

Ciri-ciri individu yang memiliki gaya belajar auditori

Ilustrasi: 3 Gaya Belajar Auditori serta Pengertian dan Contohnya Sumber: pixabay.com

Untuk mengenali jenis belajar seseorang, Hariyanto dan Suryono (2014:149) mendefinisikan beberapa indikator atau ciri-ciri individu yang memiliki gaya belajar auditori ialah sebagai berikut:

1. Belajar dengan mendengarkan daripada melihat

Seseorang yang memiliki gaya belajat auditori cenderung lebih cepat paham dengan hal-hal dekriptif baik berupa kalimat, numerik atau pun angka yang ia dengar. Bagi orang-orang yang gaya belajarnya auditori, lebih suka mendengarkan penjelasan daripada membaca teks.

2. Peka terhadap suara (kebisingan)

Orang dengan gaya belajar auditori sulit terdistraksi dengan suara-suara yang bising sebab mereka tidak dapat mengabaikannya. Seseorang dengan gaya belajar auditori memerlukan tempat belajar yang kondusif, agar dapat lebih fokus dalam mendengarkan materi yang sedang dipelajari.

3. Aktif berbicara

Pemilik gaya belajar auditori cenderung terus-menerus memerlukan audio yang perlu didengarkan. Mereka memerlukan lingkungan kondusif, tetapi juga tidak terlalu menyukai kesunyian. Atas hal tersebut, apabila keadaan sekitarnya terlalu sunyi, dia akan mulai bersenandung, berbicara, mendengarkan musik dan sebagainya.

4. Memerlukan musik

Seseorang yang gaya belajarnya auditori biasanya sangat menyukai musik. Dia akan lebih senang belajar sambil mendengarkan musik yang disukai olehnya. Mereka dapat mendengarkan materi pelajaran dengan bantuan efek suara, musik imajiner, dan dialog-dialog.

5. Membaca dengan keras

Orang dengan gaya belajar auditori memerlukan proses membaca sepintas terlebih dahulu. Biasanya mereka perlu mengubah teks menjadi audio dengan cara membanya dengan keras. Hal tersebut diselaraskan sambil membayangkan teks yanh ada seperti sebuah dialog dalam film. Mereka akan menyerap informasi yang didengar, agar informasi tersebut menjadi lebih hidup. Dengan begitu, materi yang dipelajarinya lebih mudah diingat dan dipahami.

Itu dia 3 gaya belajar auditori beserta pengertian dan contohnya agar lebih mudah dipahami. Semoga penjelasan di atas dapat bermanfaat. (ANG)