Konten dari Pengguna

3 Keutamaan Puasa Arafah, Amalan Sunah sebelum Iduladha

Berita Terkini

Berita Terkini

Penulis kumparan

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Keutamaan Puasa Arafah, Foto: Unsplash/erdikocak.
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Keutamaan Puasa Arafah, Foto: Unsplash/erdikocak.

Ketika menjelang Iduladha, terdapat sunah yang bisa dijalankan umat muslim. Salah satunya yaitu menjalankan puasa Arafah pada 9 Dzulhijjah atau satu hari sebelum Iduladha. Ada banyak keutamaan puasa Arafah.

Puasa ini bukan hanya menjadi amalan sunah yang sangat dianjurkan bagi umat Islam yang tidak sedang berhaji, tetapi juga memiliki pahala yang sangat besar.

Keutamaan Puasa Arafah

Ilustrasi Keutamaan Puasa Arafah, Foto: Unsplash/patchanan promunat.

Dikutip dari laman nu.or.id, puasa Arafah adalah puasa sunah yang dilakukan pada tanggal 9 Dzulhijjah, yaitu sehari sebelum Iduladha (Hari Raya Kurban). Pada tahun ini, puasa Arafah jatuh pada 5 Juni 2025.

Puasa ini disunahkan bagi umat Islam yang tidak sedang melaksanakan ibadah haji. Rasulullah saw. menganjurkan puasa Arafah karena memiliki banyak keutamaan.

Keutamaan puasa Arafah salah satunya dapat menghapus dosa-dosa kecil. Selain itu masih ada keutamaan lainnya, yaitu sebagai berikut.

1. Penghapusan Dosa

صِيَامُ يَوْمِ عَرَفَةَ أَحْتَسِبُ عَلَى اللهِ أَنْ يُكَفِّرَ السَّنَةَ الَّتِي قَبْلَهُ وَالسَّنَةَ الَّتِي بَعْدَهُ وَصِيَامُ يَوْمِ عَاشُوْرَاءَ أَحْتَسِبُ عَلَى اللهِ أَنْ يُكَفِّرَ السَّنَةَ الَّتِيْ قَبْلَهُ

Artinya: “Puasa Arafah (9 Dzulhijjah) dapat menghapuskan dosa setahun yang lalu dan setahun akan datang. Puasa Asyura (10 Muharram) akan menghapuskan dosa setahun yang lalu.” (HR Muslim)

2. Dilipatgandakan Pahala

Rasulullah saw. bersabda:

مَا مِنْ أَيَّامٍ أَحَبَّ إِلَى اللّٰهِ أَنْ يُتَعَبَّدَ لَهُ فِيْهَا مِنْ عَشْرِ ذِي الْحِجَّةِ يَعْدِلُ صِيَامُ كُلِّ يَوْمٍ مِنْهَا بِصِيَامِ سَنَةٍ وَقِيَامُ كُلِّ لَيْلَةٍ مِنْهَا بِقِيَامِ لَيْلَةِ الْقَدْرِ

Artinya: “Tidak ada hari-hari yang lebih Allah sukai untuk beribadah selain sepuluh hari pertama bulan Dzulhijjah, satu hari berpuasa di dalamnya setara dengan satu tahun berpuasa, satu malam mendirikan shalat malam setara dengan shalat pada malam lailatul qadar.” (HR At-Tirmidzi)

3. Hari Pembebasan dari Siksa Neraka

مَا مِنْ يَوْمٍ أَكْثَرَ مِنْ أَنْ يُعْتِقَ اللَّهُ فِيهِ عَبْدًا مِنَ النَّارِ مِنْ يَوْمِ عَرَفَةَ، وَإِنَّهُ لَيَدْنُو ثُمَّ يُبَاهِى بِهِمُ الْمَلاَئِكَةَ فَيَقُولُ: مَا أَرَادَ هَؤُلاَءِ؟

Artinya: "Tidak ada hari di mana Allah membebaskan hamba dari neraka lebih banyak daripada Hari Arafah, dan sungguh Dia mendekat lalu membanggakan mereka di depan para malaikat dan berkata: ‘Apa yang mereka inginkan?." (HR Muslim)

Baca Juga: 3 Halangan Salat Jumat yang Diperbolehkan dalam Islam

Jadi, itulah keutamaan puasa Arafah. Tidak hanya sunah menjelang Iduladha, tetapi Rasulullah saw. juga menganjurkan untuk mengerjakannya. (Umi)