3 Perbedaan Khutbah, Tabligh, dan Dakwah Menurut Ilmu Agama Islam

Penulis kumparan
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Dalam Islam kita diajarkan untuk saling berbagi ilmu yang dimiliki meski hanya satu ayat dan bermanfaat bagi orang lain. Setiap muslim harus memiliki sifat tabligh seperti yang dimiliki oleh nabi dan rasul Allah SWT. Tabligh berarti menyampaikan yang sebenar-benarnya tanpa ada yang dikurangi atau ditambahkan. Lalu apa perbedaan khutbah tabligh dan dakwah ?
Perbedaan Khutbah, Tabligh dan Dakwah Menurut Islam
Dikutip dari bukku Pendidikan Agama Islam, Bachrul Ilmy (2008: 127) berikut adalah perbedaan dari khutbah, tabligh, dan dakwah dalam Islam.
Khutbah
Khutbah berasal dari kata khataba, yakhtubu dan khutbatan yang berarti ceramah atau pidato. Pada dasarnya, khotbah mirip dengan tabligh. Artinya, khotbah juga menyampaikan nasihat dan pesan tentang takwa. Bedanya, tidak seperti tabligh yang cukup longgar, khotbah harus disertai dengan syarat dan rukun tertentu agar sah dan diterima. Hal ini disebabkan khutbah berkaitan dengan sah dan sunahnya ibadah. Jika khutbahnya tidak sah, hal ini mempengaruhi jalannya ibadah yang menyertainya. Khutbah yang disyariatkan yaitu khutbah jum’at, idul adha, idul fitri, shalat istisqa, nikah dan wuquf di Arafah.
Tabligh
Tabligh menurut Bahasa artinya menyampaikan. Menurut istilah adalah menyampaikan ajaran yang benar sesuai dengan tuntunan Allah dan Rasul-Nya. Tabligh juga merupakan salah satu sifat dari Rasulullah SAW. Para rasul mempunyai kewajiban menyampaikan ajaran Allah SWT berdasarkan wahyu. Hal ini dilakukan oleh Rasulullah setelah beliau mendapatkan wahyu pertama di gua hira. Tablig sendiri bisa dilakukan dengan berceramah. dikarenajan tujuannya agar isi tablignya diamalkan, maka penyampaiannya harus dilakukan sedemikian rupa agar bisa diterima. Lazimnya, tablig disampaikan secara sopan, menarik, dan tidak menggurui.
Dakwah
Dakwah menurut Bahasa artinya mengajak. Adapun menurut istilah dakwah artinya mengajak manusia untuk berbuat kebaikan dan mencegah dari kemungkaran. Dakwah secara luas dapat diartikan sebagai upaya mengubah suatu keadaan menjadi keadaan lain yang lebih baik. Orang yang berdakwah disebut dengan dai atau mubaligh. Ada banyak cara untuk berdakwah. Sebagai misal, seseorang dapat berdakwah dengan lisan, tulisan, perbuatan (memberi teladan), dan lain sebagainya. Intinya, jika seseorang berniat dengan tujuan menyeru ke jalan Allah SWT apa pun caranya, maka ia bisa dikategorikan berdakwah.
(WWN)
