3 Tahapan dalam Pengalaman Belajar pada Pendekatan Pembelajaran Mendalam

Penulis kumparan
ยทwaktu baca 2 menit
Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Pengalaman belajar pada pendekatan pembelajaran mendalam memiliki tiga proses tahapan yang terus berulang seperti siklus ketiga proses tersebut adalah sesuatu yang tidak bisa dipisahkan dari cara seseorang membangun pemahaman belajar.
Pendekatan ini bukan sekadar menghafal materi. Namun, lebih ke proses memahami, mengolah, lalu menerapkannya dalam kehidupan nyata. Setiap tahapan saling berkaitan dan berjalan beriringan, membuat pembelajaran jadi lebih bermakna.
Pengalaman Belajar Pada Pendekatan Pembelajaran Mendalam Memiliki Tiga Proses Tahapan yang Terus Berulang seperti Siklus Tiga Proses
Pengalaman belajar pada pendekatan pembelajaran mendalam memiliki tiga proses tahapan yang terus berulang seperti siklus ketiga proses tersebut adalah memahami, mengaplikasi, dan merefleksi. Ketiganya saling terhubung dan menjadi fondasi pembelajaran yang efektif, baik di ruang kelas maupun di luar lingkungan formal.
Dikutip dari buku Belajar dan Pembelajaran, Cucu Sutianah (2022: 32), pembelajaran adalah suatu kombinasi yang tersusun meliputi unsur-unsur manusiawi.
Unsur-unsur ini juga dipengaruhi dengan material, fasilitas, perlengkapan, dan prosedur yang saling mempengaruhi untuk mencapai tujuan pembelajaran.
Melihat ketiga tahap ini sebagai satu kesatuan membantu seseorang menyadari pentingnya pengalaman belajar yang menyeluruh. Berikut penjelasannya.
1. Memahami: Fondasi Pengalaman Nelajar
Tahap pertama dimulai dengan memahami. Pada fase ini, peserta didik menyerap informasi baru melalui proses mental, seperti membaca, menyimak, menganalisis, dan menautkan materi baru dengan pengetahuan yang sudah ada. Pemahaman yang kuat menjadi bekal utama sebelum melangkah ke tahap berikutnya.
2. Mengaplikasi: Mengubah Pengetahuan Menjadi Aksi
Setelah paham, pengetahuan perlu dipraktikkan. Di tahap ini, peserta didik memakai daya pikir kritis dan kreatif untuk menyelesaikan masalah atau tugas nyata.
Praktik langsung bukan hanya menguji pemahaman, tetapi juga menancapkan pengetahuan lebih kuat. Di dunia kerja, kemampuan menerapkan pengetahuan ini penting untuk menghadapi tantangan dan mencapai target.
2. Merefleksi: Menumbuhkan Kesadaran Diri
Langkah terakhir ialah refleksi. Melalui proses ini, peserta didik menengok kembali apa yang telah dipelajari dan dilakukan, menilai sejauh mana pemahaman serta penerapan sudah berhasil. Lalu, menyusun rencana perbaikan untuk kesempatan belajar berikutnya.
Dengan refleksi yang rutin, proses belajar menjadi lebih sadar arah dan terus berkembang.
Baca juga: Apa Itu Kokurikuler? Cari Tahu Jawabannya di Sini
Pengalaman belajar pada pendekatan pembelajaran mendalam memiliki tiga proses tahapan yang terus berulang seperti siklus ketiga proses tersebut adalah memahami, mengaplikasi, dan merefleksi. Proses belajar akan berkembang menjadi pemahaman yang hidup dan aplikatif dalam kehidupan. (Gin)
