Konten dari Pengguna

3 Tanaman untuk Membuat Biofuel yang Ramah Lingkungan

Berita Terkini

Berita Terkini

Penulis kumparan

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Tanaman untuk Membuat Biofuel. Sumber:Pixabay/planet_fox
zoom-in-whitePerbesar
Tanaman untuk Membuat Biofuel. Sumber:Pixabay/planet_fox

Biofuel merupakan bahan bakar alternatif yang berasal dari bahan organik, seperti tanaman dan hewan. Pemanfaatan biofuel sebagai bahan bakar alternatif semakin populer karena dinilai lebih ramah lingkungan. Tanaman yang digunakan untuk membuat biofuel adalah tanaman pertanian.

Biofuel dibagi menjadi beberapa jenis, yang terdiri dari bioetanol, biogas, dan biodiesel. Bioetanol umumnya terbuat dari tumbuhan seperti gandum, tebu, jagung, singkong, buah-buahan, hingga limbah sayuran. Biodiesel merupakan bahan bakar alternatif yang terbuat dari minyak kedelai, minyak jarak, serta minyak bunga matahari. Sementara biogas terbuat dari hasil fermentasi tumbuhan atau kotoran hewan.

3 Tanaman untuk Membuat Biofuel

Tanaman untuk membuat biofuel. Sumber: Pixabay/Engin_Akyurt

Melansir dari situs www.tanamanindustri.bsip.pertanian.go.id, berikut beberapa tanaman perkebunan yang dapat digunakan untuk membuat biofuel.

1. Tebu

Tanaman tebu atau Saccharum, merupakan tanaman yang umum dijumpai di Indonesia sebagai bahan baku membuat gula. Tanaman yang berasal dari jenis rumput-rumputan ini juga diakui sebagai bahan baku potensial untuk memproduksi bahan bakar alternatif bioetanol.

Kandungan gulanya yang tinggi, membuat bioetanol hasil fermentasi tebu dapat digunakan sebagai pengganti bensin. Bioetanol dapat dicampurkan dengan bensin untuk menghasilkan campuran bahan bakar yang lebih bersih.

Pembakaran dari campuran ini akan menghasilkan emisi karbon yang lebih rendah, sehingga dapat meminimalkan pencemaran lingkungan.

2. Kemiri Sunan

Kemiri sunan yang memiliki nama ilmiah Reutealis Trisperma mengandung kadar minyak yang cukup tinggi. Kandungan minyaknya yang mencapai 40 - 50 persen ini dapat dimanfaatkan menjadi biodiesel.

Pembakaran biodiesel dari kemiri sunan dinilai lebih bersih, sehingga dapat mengurangi emisi karbon dioksida.

3. Jatopra dan Jarak Kepyar

Jatopra dan Jarak Kepyar adalah tanaman yang dikenal potensial menjadi bahan baku pembuatan biofuel. Proses produksi biofuel menggunakan Jatopra dan Jarak Kepyar ini dipercaya tidak akan mengganggu ketahanan pangan.

Biji Jatopra mengandung minyak sebanyak 35 - 40 persen, sementara biji jarak kepyar mengandung minyak 50 -55 persen. Kandungan minyak yang tinggi pada keduanya, membuat Jatopra dan Jarak Kepyar menjadi tanaman yang efisien untuk membuat biofuel.

Baca Juga: Apa itu Biofuel? Ini Penjelasannya sebagai Bahan Bakar

Demikian penjelasan mengenai beberapa tanaman untuk membuat biofuel. Mari jaga dan cintai lingkungan dengan menggunakan energi alternatif terbarukan.

Kumparan New Energy Vehicle Summit 2025 akan digelar pada Selasa, 6 Mei 2025, di MGP Space, SCBD Park. Forum diskusi ini menghadirkan para pemangku kepentingan, termasuk pemimpin industri, profesional, dan perwakilan pemerintah, untuk berdiskusi serta berbagi wawasan mengenai masa depan industri otomotif berkelanjutan. Daftar sekarang di: https://kum.pr/nev2025 . (RR)