3 Waktu Diharamkannya Berpuasa, Umat Muslim Wajib Tahu!

Penulis kumparan
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Salah satu waktu tidak diperbolehkannya melaksanakan ibadah puasa bagi umat muslim adalah pada Hari Tasyrik. Demikian pernyataan dari sebutkan waktu-waktu diharamkannya berpuasa. Ada juga waktu lainnya, yang umat muslim wajib mengetahuinya.
Ibadah puasa merupakan salah satu ibadah penting bagi umat Muslim di seluruh penjuru dunia. Puasa itu menahan makan dan minum, menahan hawa nafsu, dan merupakan bagian dari ketaatan pemeluk agama Islam kepada Sang Maha Pencipta, Allah Subhannahu Wa Taala.
Sebutkan Waktu-Waktu Diharamkannya Berpuasa
Pernyataan sebutkan waktu-waktu diharamkannya berpuasa, menyiratkan bahwa umat muslim harus mengetahui ketentuan tersebut agar tidak salah dalam melaksanakannya.
Mengutip buku Menggapai Kebahagiaan yang Hakiki, How to Get Blessing, Musthofa Mu’in (2020:26), Puasa adalah ibadah batin manusia yang tidak mampu mengevaluasinya, karena hanya Allah Swt yang mampu. Ibadah paling mujarab membentuk manusia bertaqwa.
Dalam ajaran Islam, ada 2 macam puasa, yaitu puasa wajib dan puasa sunah. Puasa wajib ada 4, sedangkan puasa sunah ada 6 waktu yang bisa dilaksanakan.
Puasa wajib menurut ajaran Islam, yaitu:
Puasa Ramadan
Puasa Kafarat
Puasa Qadha
Puasa Nadzar
Dan ditambah 1, bagi yang melaksanakan ibadah haji, yaitu puasa Wajib Haji
Sedangkan puasa sunah, yaitu:
Puasa Senin dan Kamis
Puasa Daud
Puasa Arafah
Puasa Asyura
Puasa Tasu’a
Dari penjelasan tentang puasa dan jenis-jenis puasa yang diwajibkan serta sunah untuk dikerjakan, ada waktu-waktu tertentu yang umat muslim tidak bisa menjalankan ibadah puasa meski hari penting dalam Islam. Bahkan, waktu-waktu itu diharamkan untuk berpuasa.
Waktu-waktu yang diharamkannya berpuasa adalah:
1. Puasa di Hari Idulfitri dan Hari Iduladha
Puasa pada saat merayakan Idulfitri dan Iduladha, haram hukumnya.
Dari hadis riwayat Muslim, Rasulullah SAW melarang umatnya berpuasa di dua hari raya Idulfitri dan Iduladha.
Dari Abu Sa'id Al Khudri R.A, berkata:
أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- نَهَى عَنْ صِيَامِ يَوْمَيْنِ يَوْمِ الْفِطْرِ وَيَوْمِ النَّحْرِ.
Artinya: "Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam melarang berpuasa pada dua hari yaitu Idulfitri dan Iduladha." (HR. Muslim).
2. Hari Tasyrik
Selama 3 hari berturut-turut setelah Hari Raya Iduladha, yaitu tanggal 11, 12, dan 13 Dzukhijah, diharamkan berpuasa.
Rasulullah SAW bersabda: “Hari-hari tasyrik (11, 12, dan 13 Dzulhijjah) adalah hari-hari makan, minum, dan berzikir kepada Allah.” (HR. Muslim)
3. Hari Syak
Mengutip laman resm Universitas Islam An Nuur Lampung (https://an-nur.ac.id/waktu-waktu-yang-diharamkan-untuk-berpuasa/),
Hari syak adalah hari yang diragukan apakah sudah masuk bulan Syawal atau belum. Ini terjadi karena adanya perbedaan penentuan awal bulan berdasarkan ru’yah (melihat hilal) atau hisab (perhitungan). Pada hari ini, umat Islam dilarang untuk berpuasa, karena kemungkinan masih termasuk bulan Ramadhan.
Rasulullah SAW bersabda: “Janganlah kalian berpuasa sehari sebelum Ramadhan atau sehari sebelum Syawal kecuali bagi orang yang biasa berpuasa pada hari itu.” (HR. Bukhari dan Muslim)
Baca Juga: Amalan Puasa Sunnah Rajab dan Waktu yang Tepat Mengerjakannya
Dari penjelasan di atas, semoga menjawab pertanyaan tentang sebutkan waktu-waktu diharamkannya berpuasa. Ada 3 waktu bagi umat Muslim untuk tidak berpuasa, bahkan diharamkan.(IJS)
