4 Contoh Pantun Berbalas Paling Seru

Penulis kumparan
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Pantun merupakan salah satu jenis puisi lama. Jenis puisi lama ini memiliki ciri khusus yang membedakannya dengan karya sastra lain. Seperti apa ciri khusus yang dimiliki oleh pantun? Mari simak ciri khusus pantun dan 4 contoh pantun berbalas paling seru berikut ini!
Memahami Pantun
Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), arti dari pantun adalah bentuk puisi Indonesia (Melayu) yang tiap bait biasanya terdiri atas empat baris bersajak a-b-a-b, tiap larik biasanya terdiri atas empat kata, baris pertama dan kedua merupakan sampiran, serta baris ketiga dan keempat merupakan isi. Bila disimak dengan saksama, pengertian pantun menurut KBBI sudah menjelaskan tentang ciri-ciri pantun itu sendiri. Namun, supaya lebih jelas mari kita simak ciri-ciri pantun yang diuraikan oleh Asul Wiyanto dalam bukunya yang berjudul Pelajaran Bahasa Indonesia dan Sastra Indonesia untuk SMA & MA Kelas X berikut ini.
Ciri-ciri Pantun
Tiap bait terdiri dari empat baris.
Tiap baris terdiri dari 8 sampai dengan 12 suku kata (4 atau 5 kata).
Rimanya bersajak a-b-a-b.
Baris pertama dan kedua adalah sampiran. Kemudian, Baris ketiga dan keempat adalah isi.
4 Contoh Pantun Berbalas
Setelah memahami ciri-ciri pantun di atas, kita sudah mulai punya gambaran tentang bentuk dari puisi lama tersebut. Secara garis besar, bila membuat pantun, hal yang harus dipikirkan pertama kali adalah isinya atau baris ketiga dan keempat. Langkah tersebut akan memudahkan kamu dalam menentukan sampiran. Supaya makin paham tentang pantun, yuk perhatikan 4 contoh pantun berbalas berikut ini!
Malam-malam nonton Aldebaran
Beli baju tampil perlente
Hari ini hari lebaran
Mau THR dong, Tante
Bunga bakai aromanya bau
Lulus kuliah jadi insinyur
Anak kecil jangan banyak mau
Makan aja itu ketupat sayur
Minum obat sesuai anjuran
Makan malam pakai kimlo
Udah dua kali lebaran
Kok, kamu masih jomlo?
Beli sayur bikin kimlo
Bikin satai perlu arang
Lebih baik masih jomlo
Daripada jagain jodoh orang
Jalan-jalan ke Pancoran
Sambil main sambil olahraga
Kamu sudah lama pacaran
Kenapa belum nikah juga?
Ikan berenang melawan arus
Malam hari telepon berdering
Kenapa tanya itu terus
Kamu mau bayarin katering?
Jalan pagi cari jamu
Malah ketemu barang antik
Sudah lama gak ketemu
Ternyata kamu makin cantik
Ke pasar beli baju batik
Pulangnya pakai transportasi publik
Terus kenapa kalau aku cantik
Kamu mau ngajak balik?
Hihi, gimana seru kan 4 contoh pantun berbalas di atas? Selain menarik dan lucu, berpantun juga bisa menambah perbendaharaan kata kita lho. (AA)
