4 Contoh Perbuatan Manusia yang Sesuai dengan Martabatnya sebagai Citra Allah

Penulis kumparan
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Tugas Manusia sebagai Citra Allah merupakan materi Agama Katolik untuk SMP kelas 1. Siswa akan diajarkan contoh perbuatan manusia yang sesuai dengan martabatnya sebagai citra Allah.
Kitab Suci mengajarkan bahwa manusia diciptakan "menurut citra Allah". Oleh Allah, manusia ditetapkan sebagai tuan atas semua mahkluk di dunia, untuk menguasainya dan menggunakannya sambil meluhurkan Allah.
Contoh Perbuatan Manusia yang sesuai dengan Martabatnya sebagai Citra Allah dalam Kitab Suci
Manusia diciptakan sesuai dengan citra Allah, maka dalam hidup sehari-hari seharusnya berbuat sesuai dengan citra Allah. Diambil dari buku Pendidikan Agama Katolik SMP 1, Agnes Ika, Sugeng AP (2006:15), 4 contoh perbuatan manusia yang sesuai dengan martabatnya sebagai citra Allah adalah sebagai berikut.
Membuka diri terhadap yang Transenden (Allah).
Membangun solidaritas dengan sesama.
Mengolah dan memelihara dunia alam semesta.
Membangun diri sendiri.
Dalam pokok-pokok itu, manusia sebagai citra Allah menjadi partner Allah dan bersama-sama bertanggung jawab atas hidup baru yang diserahkan Allah kepada mereka.
Kesadaran akan diri sebagai makhluk ciptaan Allah seharusnya mengundang manusia ikut serta mengatur, memelihara, dan menciptakan kembali dunianya.
Dalam konteks ini, "gambar Allah" harus dimengerti secara personal, sosial dan ekologis dalam hubungannya dengan tanggung jawab terhadap kehidupan bersama dan kehidupan alam semesta.
Pengertian Manusia sebagai Citra Allah
Dalam perkembangan teologi, konsep "citra Allah" mengalami perkembangan. Secara singkat, setidaknya ada empat pengertian atau interpretasi "citra Allah", yang dikutip dari buku Menemukan Allah dalam Sains dan Manusia, Liek Wilardjo, Justinus Sudarminta (2022:53).
"Citra Allah" sebagai pengingat akan kemahakuasaan Allah akan manusia, sehingga manusia yang diciptakan sesuai citra-Nya harus bertanggung jawab pada-Nya.
Korespondensi "citra Allah" membuat manusia memiliki rasionalitas seperti yang ada dalam diri Allah, untuk mampu menggunakan akal budinya untuk memahami Allah. Citra itu terwujud dan tercermin dalam jiwa rasional manusia.
Kemampuan berelasi dengan Allah. Manusia diciptakan sebagai "citra Allah", agar dapat membangun relasi (komunikasi) dengan Allah.
Ko-kreator sebagai "citra Allah". Manusia diciptakan dengan kemampuan untuk menuturkan kisah dan menyimpan memori. Sebagai story teller, manusia sangat kreatif, dan dapat berpartisipasi dalam karya penciptaan, atau menyusun kisah dan narasi hidupnya.
Baca juga: Kumpulan Bacaan Doa Harian dalam Agama Katolik
Demikian 4 contoh perbuatan manusia yang sesuai dengan martabatnya sebagai citra Allah. Manusia perlu mempersiapkan diri sebagai citra Allah, dengan mengembangkan kreativitas berpikir secara bijaksana. (DK)
