4 Dosa yang Tidak Diampuni Allah SWT, Wajib Dihindari!

Penulis kumparan
·waktu baca 4 menit
Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Manusia adalah makhluk yang sering berbuat dosa, baik secara sengaja maupun tidak. Bagi seorang hamba yang menyadarinya, segera memohon maaf kepada Allah SWT agar dosa-dosanya diampuni. Namun terdapat dosa yang tidak diampuni Allah SWT. Apa sajakah itu?
4 Dosa yang Tidak Diampuni Allah SWT
Dikutip dari buku 10 Amalan Inti Penghapus Dosa karya Ahmad Zacky El-Syafa, S.Ag., M.Ag. (2020), para ulama menjelaskan dosa dibagi menjadi empat perkara, yakni:
Dosa Mulkiyah merupakan dosa yang dilakukan ketika seseorang besar kepala atau sombong, seakan-akan dialah yang paling agung.
Dosa Syaithaniyyah merupakan dosa yang disebabkan oleh perbuatan setan, seperti sifat iri, dengki, penipu sampai dendam.
Dosa Bahimiyyah atau dosa yang dipengaruhi oleh nafsu, membuat orang zina, mencuri, dan rakus.
Dosa Sab’iyyah adalah dosa yang berhubungan dengan kekerasan fisik dan juga menghambur-hamburkan kekayaan.
Walaupun dosa-dosa di sangat tidak disukai Allah SWT, namun manusia masih dapat memohon ampunan kepada-Nya. Namun setidaknya ada 4 dosa yang tidak diampuni Allah SWT, yaitu:
1. Syirik
Syirik adalah perbuatan manusia menyekutukan atau menyambah selain kepada Allah Swt. Orang yang berbuat syirik dinamakan sebagai musrik. Apabila seseorang telah melakukan perbuatan syirik, Allah tidak akan mengampuni perbuatannya.
Allah Swt berfirman dalam Surat An-Nisa 116 yang artinya,
“Sesungguhnya Allah tidak mengampuni dosa mempersekutukan (sesuatu) dengan Dia, dan dia mengampuni dosa yang selain syirik bagi siapa yang dikehendaki-Nya. Barangsiapa yang mempersekutukan (sesuatu) dengan Allah, maka sesungguhnya ia telah tersesat sejauh-jauhnya.” (QS. An-Nisa: 116)
2. Memakan Harta Riba
Dalam bahasa Arab, riba memiliki arti berlebihan atau tambahan. Sehingga riba merupakan pengambilan tambahan dalam proses jual beli atau pinjam meminjam. Hal tersebut termasuk dosa yang sangat besar. Allah SWT berfirman dalam surat Al-Baqarah ayat 275 yang artinya,
“Orang-orang yang makan (mengambil) riba tidak dapat berdiri melainkan seperti berdirinya orang yang kemasukan syaitan lantaran (tekanan) penyakit gila. Keadaan mereka yang demikian itu, adalah disebabkan mereka berkata (berpendapat), sesungguhnya jual beli itu sama dengan riba, padahal Allah telah menghalalkan jual beli dan mengharamkan riba. Orang-orang yang telah sampai kepadanya larangan dari Tuhannya, lalu terus berhenti (dari mengambil riba), maka baginya apa yang telah diambilnya dahulu (sebelum datang larangan); dan urusannya (terserah) kepada Allah. Orang yang kembali (mengambil riba), maka orang itu adalah penghuni-penghuni neraka; mereka kekal di dalamnya.” (QS. Al-Baqarah: 275)
3. Meninggalkan Perang
Dosa selanjutnya yang tidak Allah ampuni adalah meninggalkan perang. Dalam agama Islam, seseorang yang meninggal di medan perang sudah dijamin akan mendapatkan surga Allah. Namun, apabila ia lari meninggalkan perang, neraka jahanam sudah menantinya.
Seperti dalam Surat An-Anfal ayat 15-16 yang artinya,
"Hai orang-orang yang beriman, apabila kamu bertemu orang kafir sedang menyerangmu, maka janganlah kamu membelakangi mereka (mundur). Barang siapa yang membelakangi mereka di waktu itu, kecuali berbelok untuk (siasat) perang atau untuk bergabung dengan pasukan lain, maka sesungguhnya orang itu kembali dengan membawa kemurkaan Allah, dan tempatnya adalah neraka jahanam." (QS. An-Anfal: 15-16)
4. Memakan Harta Anak Yatim
Dosa yang tidak terampuni terakhir adalah memakan harta anak yatim. Mengambil harta anak yatim adalah perbuatan yang dzalim dan termasuk dosa yan teramat besar. Allah SWT memperingatkan hambanya agar tidak pernah mendekati perbuatan tercela ini dalam Surat An-Nisa ayat 10 yang artinya,
“Sesungguhnya orang-orang yang memakan harta anak yatim secara zalim, sebenarnya mereka itu menelan api sepenuh perutnya dan mereka akan masuk ke dalam api yang menyala-nyala (neraka).”
Semoga dengan mengetahui dosa-dosa yang tak diampuni Allah SWT membuat kita semakin berhati-hati dalam berperilaku. Namun bagi seseorang yang hendak memohon ampunan Allah SWT, pintu tobat selalu terbuka.
Allah Swt bersabda dalam Surat Az-Zumar ayat 53-54 yang artinya,
Katakanlah: “Hai hamba-hamba-Ku yang malampaui batas terhadap diri mereka sendiri, janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya Allah mengampuni dosa-dosa semuanya. Sesungguhnya Dia-lah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. Dan kembalilah kamu kepada Tuhanmu, dan berserah dirilah kepada-Nya sebelum datang azab kepadamu kemudian kamu tidak dapat ditolong (lagi).” (QS. Az Zumar: 53-54)
(MZM)
