4 Hal yang Diajarkan dalam Semboyan Bhineka Tunggal Ika Bangsa Indonesia

Penulis kumparan
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Indonesia adalah negara dengan wilayah yang sangat luas. Hal ini membuat penduduk Indonesia sangat beragam. Semboyan Bhineka Tunggal Ika mengajarkan tentang beberapa hal, salah satunya adalah saling menghargai sesama.
Keberagaman yang ada dalam masyarakat Indonesia adalah hal yang wajar dan bisa menjadi kekayaan budaya bangsa. Oleh karena itu, setiap warga negara Indonesia harus memahami Bhinneka Tunggal Ika.
Semboyan Bhineka Tunggal Ika Mengajarkan tentang Beberapa Hal, Salah Satunya adalah Saling Menghargai Sesama
Dikutip dari Bahan Ajar PPKN Keberagaman dalam Bingkai Bhinneka Tunggal Ika, Silfiana (2022:29), Bhinneka Tunggal Ika adalah kutipan dari sebuah kakawin Jawa Kuna, yakni kakawin Sutasoma karya Mpu Tantular.
Secara harfiah, Bhinneka Tunggal Ika diterjemahkan menjadi Beraneka Satu Itu. Maknanya adalah meskipun berbeda-beda tetapi pada hakikatnya bangsa Indonesia tetap satu kesatuan.
Semboyan Bhineka Tunggal Ika mengajarkan tentang beberapa hal, salah satunya adalah saling menghargai sesama. Berikut adalah beberapa yang dipelajari dari semboyan ini.
Saling menghargai sesama.
Menghormati segala perbedaan seperti agama dan budaya yang ada.
Berperilaku secara adil terhadap sesama.
Tidak mementingkan diri sendiri.
Sejarah Singkat Bhinneka Tunggal Ika
Bhinneka Tunggal Ika merupakan semboyan bangsa Indonesia yang tercantum dalam lambang negara. Hal ini tertulis pada Undang-Undang (UU) Nomor 24 Tahun 2009 tentang Bendera, Bahasa, dan Lambang Negara serta Lagu Kebangsaan.
Semboyan ini diambil dari kitab Sutasoma, berikut kutipan dari kitab tersebut yang memuat frasa Bhinneka Tunggal Ika.
Rwāneka dhātu winuwus Buddha Wiswa,
Bhinnêki rakwa ring apan kena parwanosen,
Mangka ng Jinatwa kalawan Śiwatatwa tunggal,
Bhinnêka tunggal ika tan hana dharma mangrwa.
Artinya: Konon Buddha dan Siwa merupakan dua zat yang berbeda.
Mereka memang berbeda, tetapi bagaimanakah bisa dikenali?
Sebab kebenaran Jina (Buddha) dan Siwa adalah tunggal.
Terpecah belahlah itu, tetapi satu jugalah itu. Tidak ada kerancuan dalam kebenaran.
Presiden Soekarno adalah tokoh yang mengusulkan frasa Bhinneka Tunggal Ika dijadikan sebagai semboyan bangsa. Hal ini dikarenakan frasa tersebut dianggap bisa menggambarkan kepribadian bangsa Indonesia yang sangat beragam.
Baca juga: Letak Tulisan Semboyan Bhinneka Tunggal Ika dan Maknanya pada Perbedaan
Semboyan Bhineka Tunggal Ika mengajarkan tentang beberapa hal, salah satunya adalah saling menghargai sesama. Semboyan ini harus dipelajari dan dipegang teguh oleh seluruh bangsa Indonesia. (KRIS)
