4 Jenis dan Keunikan Pakaian Adat Makassar

Penulis kumparan
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Dengan ribuan suku bangsa yang mendiami Indonesia, tentu saja terdapat aneka kebudayaan yang bisa dinikmati, salah satunya pakaian adat Makassar. Pakaian adat dari Makassar, Sulawesi Selatan bahkan terdiri dari banyak jenis, lho. Apa saja? Yuk, simak penjelasannya di bawah ini.
4 Jenis dan Keunikan Pakaian Adat Makassar
Melansir buku Budaya Indonesia: Seri Ilmu Pengetahuan Umum, Tim Kreatif HHK, (2015:44-45), inilah beberapa jenis pakaian adat Makassar dengan keunikannya masing-masing:
Baju Bodo
Baju Bodo adalah pakaian adat paling populer dari Makassar, Sulawesi Selatan. Dikenakan oleh para perempuan dari suku Bugis, pakaian ini merupakan salah satu pakaian adat tertua di dunia.
Pakaian adat Bugis ini dibuat dari bahan organza dengan potongan sederhana, lengan pendek, sedikit motif, dan warna yang mencolok.
Setiap warna baju bodo menunjukkan usia dan martabat perempuan yang memakainya sebagai berikut:
Jingga: anak perempuan yang berusia sekitar 10 tahun
Merah dan jingga: anak perempuan yang berusia sekitar 14 tahun
Merah: perempuan yang berusia sekitar 17 - 25 tahun
Hijau: perempuan dewasa dari kalangan bangsawan
Putih: perempuan dewasa dari kalangan dukun dan pembantu
Ungu: perempuan dewasa yang merupakan seorang janda
Tutu
Jika Baju Bodo dikenakan oleh para perempuan Bugis, maka Tutu dikenakan oleh para lelaki Bugis. Tutu atau jas tutu ini merupakan jas lengan panjang berkerah yang dihiasi kancing emas atau perak di lehernya.
Pakaian adat ini sering dipadukan dengan celana atau paroci dan kain sarung atau lipa garusuk dengan warna merah dan hijau. Selain itu, para lelaki Bugis juga sering mengenakan penutup kepala yang bernama sangkok.
Pokko
Pokko adalah salah satu pakaian adat Sulawesi Selatan yang berasal dari Tana Toraja, yang memiliki lengan pendek dan didominasi warna kuning, merah, dan putih.
Pakaian adat yang dikenakan oleh para wanita Toraja ini masih eksis hingga kini, karena pemerintah Tana Toraja mewajibkan setiap PNS wanita di Kabupaten Tana Toraja untuk mengenakan Pokko setiap hari Sabtu.
Seppa Tallung
Jika Pokko dikenakan oleh para wanita Toraja, maka Seppa Tallung dikenakan oleh para pria Toraja. Pakaian sepanjang lutut ini dilengkapi beberapa aksesoris, seperti gayang, kandaure,, lipa’, dan lain-lain.
Pakaian adat Toraja pernah mencuri perhatian dunia pada acara Manhunt International 2011 di Korea Selatan. Pada acara itu, pakaian ini dimodifikasi dengan berbagai aksesoris, seperti tanduk dan sayap, yang melambangkan kebudayaan di Indonesia. Para PNS pria di Kabupaten Tana Toraja diwajibkan menggunakan seppa tallung ini setiap hari Sabtu.
Dari 4 pakaian adat Makassar di atas, pakaian adat manakah yang ingin kamu coba suatu hari nanti? (BRP)
