4 Keutamaan Bulan Rabiul Awal yang Perlu Diamalkan Umat Islam

Penulis kumparan
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Bulan Rabiul Awal bulan ketiga dalam kalender Hijriah. Bulan yang satu ini sangatlah dinanti-nantikan umat Islam di seluruh dunia. Sebab, pada bulan Rabiul Awal terdapat sebuah peringatan yang bernama maulid nabi. Selain itu, terdapat beberapa keutamaan lain dari bulan yang satu ini. Apa sajakah itu? Berikut adalah 4 keutamaan bulan Rabiul Awal yang perlu diamalkan umat Islam.
Sejarah Rabiul Awal
Nama bulan Rabiul Awal bukan berasal dari zaman Nabi Muhammad SAW, akan tetapi jauh sebelum beliau lahir. Terdapat pendapat yang mengungkapkan bahwa nama Rabiul Awal berasal dari Kilab bin Murrah yang merupakan buyut kelima Nabi Muhammad SAW. Ada juga yang mengungkapkan bahwa nama Rabi’ disebabkan masyarakat Arab pada zaman tersebut mulai berpelang kembali. Sehingga, kata Rabi’ mengilustrasikan perang yang membuat korban berjatuhan.
Pendapat lain mengungkapkan bahwa Rabiul Awal berasal dari kata Ar-Rabi’ adalah sebuah kondisi di mana tanaman sedang bertumbuh subur dan menghasilkan banyak buah. Selain itu, padang rumput mulai menghijau. Sehingga, masyarakat Arab pada zaman tersebut membagi nama Rabi’ menjadi dua macam, yakni rabi’ as-syuhur (musim semi) yang menjadi bulan Rabiul Awal dan Tsani.
Sedangkan yang satunya adalah rabi’ al -azminah (masa-masa musim semi). Pada masa tersebut, masyarakat Arab membaginya menjadi beberapa musim, yakni kharif (musim gugur), syitaa’ (musim dingin), shayf (musim panas), dan qayzh (puncak musim panas).
4 Keutamaan Bulan Rabiul Awal
Ustadz Abdullah Faqih Ahmad Abdul Wahid dalam bukunya berjudul Kalender Ibadah Sepanjang Tahun (2018:51), 4 keutamaan dari bulan Rabiul Awal yakni:
Memperbanyak Sholawat Kepada Nabi Muhammad SAW
Sebagai umat Islam diperingahkan untuk banyak membaca sholawat kepada Nabi Muhammad SAW. Akan tetapi pada bulan Rabiul Awal menjadi waktu yang dianjurkan untuk memperbanyak lagi. Sebab, bulan tersebut merupakan bulan kelahiran dari sang khalifah umat Islam.
Bersedekah
Bersedekah adalah amalan yang sangat Allah SWT cintai. Selain itu, umat Islam tidak dirugikan dengan apa yang telah disedekahkan. Bahkan, Allah SWT akan menggantinya dengan lebih banyak lagi.
Allah SWT berfirman:
مَنْ ذَا الَّذِي يُقْرِضُ اللَّهَ قَرْضًا حَسَنًا فَيُضَاعِفَهُ لَهُ أَضْعَافًا كَثِيرَةً ۚ وَاللَّهُ يَقْبِضُ وَيَبْسُطُ وَإِلَيْهِ تُرْجَعُونَ
“Barang siapa meminjami Allah dengan pinjaman yang baik maka Allah melipatgandakan ganti kepadanya dengan banyak. Allah menahan dan melapangkan (rezeki) dan kepada-Nyalah kamu dikembalikan.” (QS. Al-Baqarah: 245)
Meskipun bersedekah dapat dilakukan kapan saja, akan tetapi sangat dianjurkan untuk melaksanakan amalan yang satu ini pada bulan Rabiul Awal sebagai bentuk memuliakan bulan kelahiran Nabi Muhammad SAW.
Memperbanyak Shalat Sunnah
Hal yang diangkap baik dan sangat dianjurkan kepada umat Islam pada bulan Rabiul Awal adalah memperbanyak shalat sunnah. Tujuannya adalah lebih mendekatkan diri kepada Allah SWT. Contoh shalat sunnah yang dapat dikerjakan umat Islam adalah shalat duha, tahajud, witir, hingga shalat taubat.
Puasa Sunnah
Puasa adalah ibadah yang sangat dicintai Allah SWT. Sebab, ibadah ini hanya diketahui oleh orang yang melaksanakan dan Allah SWT. Puasa juga dapat melath kesabaran dalam menahan hawa dan nafsu serta menjauhkan diri dari perbuatan maksiat.
Puasa sunnah yang dapat dikejakan umat Islam pada bulan Rabiul Awal di antaranya adalah puasa Senin dan Kamis, puasa pertengahan bulan atau puasa Ayyamul Bidh yang dilaksanakan pada 13, 14, dan 15.
Bulan Rabiul Awal adalah bulan yang sangat mulia. Sebab, bulan tersebut menjadi bulan kelahiran dari sang kekasih Allah SWT. Maka dari itu, memperbanyak amalan adalah salah satu bentuk dari bersyukurnya umat Islam atas kelahiran dari Nabi Muhammad SAW dan juga menjadi waktu untuk memperbanyak ibadah kepada Allah SWT.(MZM)
