4 Makna Kebangkitan Yesus Kristus bagi Umat Kristen

Penulis kumparan
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Kematian dan kebangkitan Yesus Kristus merupakan cikal bakal dari iman Kristiani. Keduanya saling berkaitan, sehingga tidak bisa dipisahkan. Tanpa adanya kebangkitan, maka kematian hanyalah simbol dari kehancuran. Tanpa adanya kematian, maka tidak akan ada kebangkitan.
Injil mencatat bahwa kebangkitan Yesus Kristus terjadi pada hari yang ke-3 usai kematian-Nya dj kayu salib, sehingga menebus dosa umat manusia dan membuktikan bahwa Ia adalah Anak Allah.
Makna Kebangkitan Yesus Kristus
Dilansir dari buku Keajaiban Paskah: Memahami dan Merayakan Paskah Setiap Hari, Pdt. Yusuf Eko Basuki, S.Th · (2014:52), inilah sejumlah makna kebangkitan Yesus Kristus yang patut dipahami oleh seluruh umat Kristen:
Yesus Berkuasa atas Maut
Kebangkitan Yesus Kristus membuktikan bahwa Ia berkuasa atas maut. Ia menyerahkan diri-Nya kepada Pilatus secara sukarela demi menggenapi apa yang Allah Bapa kehendaki atas diri-Nya, yakni berkorban demi menebus dosa umat manusia agar barangsiapa yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal.
Seperti yang kita ketahui, sampai detik ini tidak ada seorang pun yang berhasil bangkit dari kematian dan naik ke surga (tanpa mati lagi). Hal ini menunjukkan bahwa Yesus yang memberikan hidup, Yesus pula yang berhak mengambilnya, seperti yang tertuang di dalam Yohanes 10:17-18 berikut ini:
“Bapa mengasihi Aku, oleh karena Aku memberikan nyawa-Ku untuk menerimanya kembali. Tidak seorangpun mengambilnya dari pada-Ku, melainkan Aku memberikannya menurut kehendak-Ku sendiri. Aku berkuasa memberikannya dan berkuasa mengambilnya kembali. Inilah tugas yang Kuterima dari Bapa-Ku.”
Membuktikan Yesus adalah Anak Allah
Selain membuktikan kuasa-Nya atas maut, kebangkitan Yesus Kristus juga membuktikan bahwa Ia adalah Anak Allah yang menjelma menjadi manusia.
Memberikan Manusia Kehidupan yang Kekal
Berkat kebangkitan Yesus Kristus, manusia terbebas dari belenggu dosa dan beroleh hidup yang kekal, sebagaimana yang tertuang di dalam Yohanes 3:16:
“Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal.”
Oleh karena itu, sudah selayaknya dan sepantasnya kita mensyukurinya dengan penuh sukacita.
Memberikan Manusia Semangat dan Harapan yang Baru
Kematian Yesus Kristus memang sempat membuat para murid cemas, takut, dan seolab kehilangan mempunyai tujuan hidup.
Namun, Yesus tidak membiarkan hal itu berlarut-larut. Pada hari yang ke-3, Ia bangkit dan memberikan paramurid semangat dan harapan baru. Dari situlah pemberitaan Injil dimulai, sesuai yang tertulis di dalam Kisah Para Rasul 1:8:
“Tetapi kamu akan menerima kuasa, kalau Roh Kudus turun ke atas kamu, dan kamu akan menjadi saksi-Ku di Yerusalem dan di seluruh Yudea dan Samaria dan sampai ke ujung bumi.”
Usai memahami makna kebangkitan Yesus Kristus di atas, sudah sepatutnya kita beriman teguh kepada-Nya.(BRP)
