4 Nama Rumah Adat Suku Dayak dan Keunikannya Masing-masing

Penulis kumparan
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Pulau Kalimantan dipenuhi suku Dayak, yang memiliki beberapa nama rumah adat suku Dayak yang berbeda, tergantung provinsi masing-masing.
Meski tergolong tradisional, tetapi arsitektur dan fungsi bangunan rumah adat suku Dayak tak kalah menarik dari rumah modern, lho.
Setiap rumah adat suku Dayak bahkan telah disesuaikan dengan kondisi tertentu, seperti rumah panggung untuk mengantisipasi banjir dan serangan hewan buas.
4 Nama Rumah Adat Suku Dayak
Dikutip dari buku Fakta Menakjubkan Tentang Indonesia, Navita Kristi, dkk., (2012:47), inilah deretan nama rumah adat suku Dayak yang mendiami Kalimantan:
Rumah Panjang - Kalimantan Barat
Nama rumah adat Kalimantan Barat ini didasarkan pada bentuknya yang memang sangat panjang. Untuk memasukinya, kita bisa menggunakan anak tangga yang disebut tangka.
Dibangun di atas tanah dengan ketinggian 5-8 meter seperti rumah panggung, lebarnya sekitar 6 meter, sedangkan panjangnya bisa mencapai 168 meter.
Saking panjangnya, rumah adat ini dihuni oleh banyak keluarga, lho. Bagaimana tidak? Rumah panjang memiliki 50 ruangan dan banyak dapur, yang mengantisipasi pertikaian ketika memasak.
Rumah Betang - Kalimantan Tengah
Rumah adat betang banyak ditemui di daerah hulu sungai, karena banyak suku Dayak yang menjadikan sungai sebagai jalur transportasi untuk berdagang, pergi ke ladang, dan lain-lain.
Dengan bentuk memanjang, panjang rumah betang bisa mencapai 150 meter dengan lebar 30 meter dan tinggi 3-5 meter untuk menghindari banjir pada musim hujan.
Rumah ini umumnya dihuni 5 sampai 7 keluarga dengan bilik masing-masing.
Rumah Lamin - Kalimantan Timur
Rumah lamin adalah rumah adat suku Dayak Kenyah dengan bentuk memanjang dan tipe panggung.
Dengan panjang yang mencapai 200 meter dan jarak kolong rumah sekitar 3 meter, rumah ini juga dihuni beberapa keluarga yang dipisahkan dengan ruangan masing-masing.
Bagian depan rumah lamin berguna untuk menerima tamu dan upacara adat, sedangkan bagian belakangnya berisi kamar-kamar dengan ukuran yang sangat luas.
Rumah lamin ditopang tiang-tiang besar dengan ukiran motif khas suku Dayak untuk menghalau roh jahat. Lantai rumah ini terdiri dari sejumlah balok kayu yang tersusun rapi dengan pintu masuk dari samping yang terhubung dengan anak tangga.
Rumah Mandi Angin - Kalimantan Barat
Rumah adat suku Dayak Pesaguan ini memiliki ketinggian sekitar 1 meter dari tanah dan berbentuk panggung.
Mayoritas bagian dari rumah ini terbuat dari kayu, terutama kayu ulin sebagai kayu terkuat yang tahan terhadap segala cuaca. Setiap relief di dindingnya menambah keunikan dan keindahan rumah adat ini.
Jika suatu hari nanti kamu mengunjungi Kalimantan, ingatlah untuk mengunjungi setidaknya 1 dari keempat rumah adat unik di atas, yah.(BRP)
