4 Nama Rumah Adat Sulawesi Selatan dengan Keunikan Masing-Masing

Penulis kumparan
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Keunikan budaya Indonesia yang beraneka ragam sanggup memikat para turis mancanegara, salah satunya rumah adat Sulawesi Selatan yang terkenal dengan keunikan bentuknya. Rumah adat di Sulawesi Selatan bahkan tidak hanya 1 jenis, lho.
4 Nama Rumah Adat Sulawesi Selatan
Rumah adat Sulawesi Selatan terbagi menjadi 4 jenis, yaitu:
Rumah Tongkonan
Rumah adat suku Toraja ini dibangun dengan konstruksi dari kayu dan didirikan di atas tumpukan kayu.
Dibangun dengan material utama berupa kayu Uru, rumah yang menyerupai perahu telungkup dengan buritan ini didirikan tanpa unsur logam, bahkan tanpa paku.
Ornamen ukiran yang didominasi warna merah, kuning, dan hitam semakin mempercantik rumah tongkonan.
Rumah Adat Suku Bugis
Menjunjung tinggi adat Sulawesi Selatan dan nilai-nilai agama Islam, rumah adat suku Bugis menghasilkan perpaduan desain yang unik, salah satunya adalah keharusan untuk menghadap kiblat.
Berdasarkan status sosialnya, rumah ini terbagi menjadi 2 jenis, yakni: Rumah Saoraja (Sallasa) untuk kaum bangsasan dan Rumah Bola untuk orang biasa.
Mengutip buku Vernacular Arsitektur : Perspektif Anatomi Rumah Bugis, Dr. Naidah Naing, S.T., M.Si., (2020:23), rumah adat ini terdiri dari 3 bagian, yaitu:
Rakkeang: untuk menyimpan berbagai barang berharga seperti keris, emas, dan perak serta persediaan makanan.
Bola atau kalle bala: ruang khusus untuk kebutuhan pemiliknya, seperti kamar tidur, ruang tamu, atau dapur.
Awasao atau passiringan: ruang penyimpanan ternak, alat pertanian, dan alat untuk bekerja lainnya.
Rumah Adat Suku Mandar
Menyerupai rumah adat Bugis, perbedaannya terletak pada teras yang lebih besar daripada rumah adat lainnya.
Rumah adat suku Mandar didominasi oleh penggunaan warna gelap, tetapi ada pula yang mempertahankan warna asli kayu yang menjadi bahan baku utamanya.
Rumah Adat Suku Luwuk
Rumah adat suku Luwuk memiliki 88 tiang berbahan utama kayu dengan ukuran atap yang lebih besar daripada badan rumahnya.
Disebut juga dengan rumah Langkanae, rumah adat ini memiliki tiga ruangan dengan fungsi yang berbeda, yaitu:
Tudang sipulung untuk menampung tamu.
Ruang tengah sebagai tempat privasi keluarga dan tempat beristirahat.
Ruang belakang yang berisi dua kamar berukuran kecil.
Jika suatu hari nanti kamu berkesempatan untuk mengunjungi Sulawesi Selatan, ingatlah untuk mengunjungi rumah-rumah di atas juga, yah.(BRP)
