Konten dari Pengguna

4 Perbedaan Kritik dan Esai dalam Pembelajaran Bahasa Indonesia

Berita Terkini

Berita Terkini

Penulis kumparan

ยทwaktu baca 2 menit

clock
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Perbedaan Kritik dan Esai, Foto PExels Lum3n
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Perbedaan Kritik dan Esai, Foto PExels Lum3n

Dalam pembelajaran bahasa Indonesia, karya tulis kritik sastra dan esai merupakan salah satu materi pelajaran di sekolah. Analisis kebahasan kritik sastra dan esai dapat ditinjau dari ejaan yang berlaku, kalimat efektif, serta paragraf yang tersusun dengan baik.

Semua hal tersebut perlu diperhatikan agar pandangan kritikus atau penulis kritik sastra dapat dipahami oleh pembaca, termasuk penulis dari karya sastra yang dikritik.

Nah, apa perbedaan kritik dan esai? Artikel kali ini akan membahas lebih lanjut mengenai kedua karya tulis tersebut dalam pembelajaran bahasa Indonesia.

Baca juga: Pengertian Esai dan Contoh Esai Pendidikan Singkat

Apa saja Unsur Kritik dan Esai?

Ilustrasi Perbedaan Kritik dan Esai. (Foto: viarami by https://pixabay.com/id/)

Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), kritik sastra adalah pertimbangan baik buruk terhadap hasil karya sastra, sedangkan esai adalah karangan prosa yang membahas suatu masalah secara sepintas lalu dari sudut pandang pribadi penulisnya.

Setelah kamu mengetahui pengertian dan contoh kritik sastra dan esai, berikut adalah perbedaan kritik dan esai:

  1. Unsur-unsur pembangun kritik sastra adalah pendahuluan, pembahasan, dan penutup, pokok persoalan, serta pendekatan, sedangkan unsur-unsur pembangu esai adalah pendahuluan, pembahasan, dan penutup saja.

  2. Kritik sastra memiliki ciri-ciri memberi tanggapan terhadap hasil karya sastra yang dibaca, sedangkan esai berbentuk prosa.

  3. Kritik sastra adalah karangan yang ditujukan untuk menanggapi karya sastra, sedangkan esai adalah karangan berupa opini pribadi.

  4. Kritik sastra memberikan pertimbangan baik dan buruk (keunggulan dan kelemahan) dari hasil karya sastra yang dibaca, sedangkan esai memiliki tulisan singkat yang dapat dibaca dengans antai dalam waktu lebih kurang dua jam.

Dikutip dari buku Explore Bahasa Indonesia Jilid 3 untuk SMA/MA/SMK/MAK Kelas XII yang ditulis oleh Imam Taufik, dkk, kekurangan dan kelebihan pasti terdapat dalam penciptaan suatu karya sastra.

Penilaian suatu karya sastra disampaikan dalam berbagai bentuk, seperti kritik atau esai. Kritik sastra dan esai dapat membangun kesadaran, baik bagi penulis maupun pembaca, perihal pengetahuan, masalah, atau nilai kehidupan yang terdapat di dalamnya.

Demikian penjelasan mengenai perbedaan kritik dan esai, semoga informasi di atas bermanfaat! (CHL)

Baca juga: 40 Contoh Kalimat Kritikan dalam Bahasa Indonesia