Konten dari Pengguna

4 Pilar Akhlak Mulia dalam Islam sebagai Sumber Utama Perilaku Terpuji

Berita Terkini

Berita Terkini

Penulis kumparan

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi seorang laki-laki melaksanakan 4 pilar akhlak mulia dalam Islam. Foto: pixabay.com/surgull01-4971368/
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi seorang laki-laki melaksanakan 4 pilar akhlak mulia dalam Islam. Foto: pixabay.com/surgull01-4971368/

Jelaskan 4 pilar akhlak mulia dalam Islam! Akhlak baik dan mulia adalah salah satu perkara yang harus dimiliki manusia, terutama umat Islam. Sebab, dengan akhlak yang baik, akan terjadi hubungan yang baik dengan Allah SWT ataupun dengan sesama manusia. Bahkan, orang yang dicintai dan akan duduk paling dekat dengan Nabi Muhammad SAW ketika kiamat nanti adalah orang yang paling bagus akhlaknya. Lantas, apa sajakah 4 pilar akhlak dalam agama Islam yang menjadi sumber utama perilaku orang yang terpuji?

4 Pilar Akhlak Mulia dalam Islam sebagai Sumber Utama Perilaku Terpuji

Sebelum ke penjelasan tentang 4 pilar akhlak mulia dalam Islam, kita perlu mengetahui apa yang dimaksud dengan akhlak.

Mengutip buku Akhlak Islam oleh Syaikh Dr. Yusuf Al-Qaradhawi (2017:16), kata akhlak berasal dari kata khuluq yang artinya kondisi jiwa yang mengakar darinya dan muncul dari berbagai perbuatan baik atau buruk tanpa membutuhkan pikiran dan nalar.

Pada hakikatnya, akhlak melekat pada batin manusia, yaitu jiwa, sifat, dan berbagai atribut yang melekat padanya.

Inilah sebabnya banyak ayat dalam Al-Quran dan hadits berulang kali menyampaikan pujian pada akhlak baik.

Allah SWT berfirman,

وَأْمُرْ بِالْمَعْرُوفِ وَانْهَ عَنِ الْمُنْكَرِ وَاصْبِرْ عَلَى مَا أَصَابَكَ إِنَّ ذَلِكَ مِنْ عَزْمِ الْأُمُورِ

Artinya, “Dan suruhlah (manusia) mengerjakan yang baik dan cegahlah (mereka) dari perbuatan yang mungkar dan bersabarlah terhadap apa yang menimpa kamu. Sesungguhnya yang demikian itu termasuk hal-hal yang diwajibkan (oleh Allah).” (QS. Luqman: 17)

Selain itu, Nabi Muhammad SAW bersabda,

“Orang mukmin yang sempurna imannya adalah yang baik akhlaqnya.” (HR. Tirmidzi no. 1162, Abu Daud no. 4682 dan Ad Darimi no. 2792)

Ilustrasi penerapan 4 pilar akhlak mulia. Foto: unsplash.com/mhrezaa

Untuk mendapatkan akhlak yang baik, Ibnu Qayyim dalam kitab al-Madarij menjelaskan bahwa terdapat 4 akhlak mulia yang berdiri di atas pilar dan saling berhubungan. Pilar-pilar tersebut yaitu sabar, suci, berani, dan adil.

  • Sifat sabar akan membantu seseorang untuk lebih tahan banting, mampu menahan amarah, tidak merugikan orang lain, bersikap lemah lembut, santun, dan tidak tergesa-gesa dalam mengambil keputusan.

  • Menjaga kesucian diri dapat mendorong seseorang untuk tidak tergelincir ke dalam tindakan dan perkataan yang merendahkan atau menjatuhkan martabatnya. Selain itu sikap ini mendorong seseorang untuk selalu dekat pada perasaan malu yang merupakan kunci segala kebaikan dan menghindarkannya dalam perbuatan keji, kikir, dusta, hingga sifat suka mengadu domba

  • Berani merupakan sikap yang menjadikan seseorang lebih kuat dalam menjaga harga diri, mudah membumikan norma, serta ringan tangan sehingga ia tidak ragu dalam berpisah dengan harta yang dicintainya ataupun menolong orang yang membutuhkan. Sifat ini juga menjadikan seorang memiliki prinsip yang kokoh dalam menjaga dalam kebenaran walau pahit atau sulit sekalipun.

  • Sifat adil dapat mengasah sikap seseorang untuk terus berupa meluruskan perangainya, membantunya memilah antara bersikap berlebihan atau terlalu kurang, dapat mendorong untuk terus bersikap dermawan, murah hati, adil, hingga menjauhkan seseorang dari perlikau dzalik, baik untuk dirinya maupun orang lain.

Meskipun terlihat mudah, namun pada kenyataannya sangatlah sulit untuk melaksanakan keempat pilar akhlak mulia di atas. Sebab, jika tidak dengan keiklasan dan ketundukan kepada Allah SWT, melakukan hal yang baik walaupun itu mudah akan terasa sulit.(MZM)