Konten dari Pengguna

4 Rekomendasi Asuransi Kesehatan di Indonesia, Generasi Muda Perlu Tahu

Berita Terkini

Berita Terkini

Penulis kumparan

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Rekomendasi Asuransi Kesehatan. Sumber: Unsplash/Hush Naidoo Jade Photography
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Rekomendasi Asuransi Kesehatan. Sumber: Unsplash/Hush Naidoo Jade Photography

Asuransi kesehatan merupakan program keuangan yang memberikan perlindungan terhadap setiap pesertanya. Rekomendasi asuransi kesehatan di Indonesia mencakup banyak perusahaan.

Setiap perusahaan yang menyediakan program asuransi kesehatan memiliki ketentuan tersendiri. Ketentuan tersebut meliputi, jenis asuransi, nilai premi (biaya yang harus dibayar oleh peserta asuransi), serta alur klaim asuransi.

4 Rekomendasi Asuransi Kesehatan di Indonesia

Ilustrasi Rekomendasi Asuransi Kesehatan. Sumber: Unsplash/National Cancer Institute

Asuransi kesehatan merupakan program keuangan yang penting untuk melindungi diri dan/atau keluarga dari biaya perawatan kesehatan seperti rawat jalan atau rawat inap. Program tersebut telah tersedia di banyak negara, termasuk Indonesia.

Dikutip dari buku Bank dan Lembaga Keuangan, Nawir, dkk. (2024: 88), asuransi adalah transfer risiko atau kejadian tidak diharapkan dari pihak tertanggung kepada asuradur (perusahaan asuransi) yang dibuktikan dengan perjanjian dan pembayaran premi.

Asuransi kesehatan di Indonesia mencakup banyak perusahaan. Berikut ini adalah empat rekomendasi asuransi kesehatan di Indonesia.

1. Allianz

Allianz merupakan perusahaan asuransi sekaligus manajemen aset yang tersedia di 70 negara, termasuk Indonesia. Perusahaan tersebut memiliki produk asuransi kesehatan yang beragam dengan jaringan rumah sakit yang luas.

Beberapa jenis asuransi Allianz adalah asuransi untuk perlindungan penyakit kritis, perlindungan kesehatan, serta perlindungan jiwa dan cacat tetap. Nilai premi peserta dihitung berdasarkan usia, jenis kelamin, kondisi kesehatan, dan layanan yang dipilih.

2. BPJS

Mengutip dari buku yang sama karya Nawir, dkk. (2024: 88), program asuransi kesehatan sosial yang dikelola oleh BPJS Kesehatan dikenal sebagai Jaminan Kesehatan Nasional (JKN). Masyarakat Indonesia dapat mendaftarkan diri secara mandiri sebagai peserta BPJS.

BPJS (Badan Penyelenggara Jaminan Sosial) mengharuskan setiap peserta mandiri untuk membayar iuran bulanan sesuai pilihan kelas, yakni kelas 1, 2, atau 3. Iuran tersebut berlangsung seumur hidup untuk memperoleh akses layanan kesehatan.

3. Manulife

Manulife merupakan perusahaan asuransi swasta yang menawarkan program asuransi kesehatan. Perusahaan tersebut menyediakan program asuransi untuk individu serta keluarga yang mencakup MiUltimate HealthCare dan MiUltimate HealthCare Syariah.

Nilai premi setiap peserta asuransi Manulife juga berbeda-beda, meskipun programnya sama. Hal itu dapat terjadi karena nilai premi dipengaruhi oleh usia, cakupan manfaat, serta riwayat kesehatan peserta saat mendaftarkan diri.

4. Prudential

Prudential juga merupakan perusahaan swasta yang melayani asuransi kesehatan. Serupa dengan perusahaan asuransi lain, nilai premi nasabah Prudential juga mengacu pada jenis kelamin, usia, riwayat kesehatan, serta pilihan program saat mendaftar.

4 Hal yang Perlu Dipertimbangkan Sebelum Memilih Asuransi

Ilustrasi Rekomendasi Asuransi Kesehatan. Sumber: Unsplash/Nappy

Generasi muda Indonesia perlu memahami keberadaan perusahaan asuransi kesehatan di negeri ini. Pemahaman tersebut penting untuk mencegah kemungkinan risiko perawatan akibat penyakit kritis atau kecelakaan.

Makin muda usia peserta dan makin sehat kondisi peserta, umumnya makin rendah nilai premi asuransi. Namun, generasi muda perlu benar-benar memahami seluk-beluk asuransi sebelum memutuskan untuk menjadi pesertanya.

Empat contoh seluk-beluk asuransi yang perlu dipertimbangkan, yaitu:

  • Kebutuhan kesehatan diri serta keluarga, misalnya perlindungan terhadap penyakit kritis, penyakit turunan, dan/atau kecelakaan.

  • Program asuransi secara detail, seperti kondisi-kondisi yang ditanggung, ketentuan pembayaran, alur keuangan asuransi, serta manfaat keanggotaan.

  • Perbandingan antara manfaat dan tata kelola keuangan di antara beberapa pilihan perusahaan asuransi.

  • Pertimbangan keuangan masa depan untuk mencegah penutupan asuransi akibat pembayaran yang bermasalah.

Baca juga: Sistem Asuransi Sosial di Indonesia dan Sumber Pembiayaannya

Rekomendasi asuransi kesehatan dalam uraian di atas hanya pelengkap referensi. Masyarakat Indonesia dapat memilih perusahaan dan program asuransi yang paling sesuai dengan kebutuhan diri serta kondisi finansial masing-masing. (AA)