Konten dari Pengguna

4 Tanda Datangnya Hari Kiamat Kubra dalam Agama Islam

Berita Terkini

Berita Terkini

Penulis kumparan

·waktu baca 6 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi kiamat kubra. Foto: unsplash.com/usgs
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi kiamat kubra. Foto: unsplash.com/usgs

Jelaskan 4 tanda akan datangnya hari kiamat! Soal tersebut sering ditanyakan para siswa dalam mata pelajaran Pendidikan Agama Islam. Seperti yang diketahui, setiap ada awal pasti ada akhir. Begitu juga dengan alam semesta yang suatu saat akan berakhir yang ditandai dengan kiamat. Sebelum terjadi akhir zaman, agama Islam telah memberi beberapa tanda sebagai pengingat manusia untuk bertaubat kepada Allah SWT. Untuk mengetahuinya, simak penjelasannya di berikut.

4 Tanda Datangnya Hari Kiamat Kubra dalam Agama Islam

Dikutip dari buku Fitnah Dajjal & Ya'juj Dan Ma'juj karya Lilik Agus Saputro (2019:7), hari kiamat adalah peristiwa di mana alam semesta dan seisinya akan hancur dan menyebabkan seluruh makhluk di dalamnya mati tanpa terkecuali.

Kiamat sendiri pasti akan terjadi pada suatu saat nanti. Itu merupakan janji Allah SWT. Allah SWT berfirman,

إِنَّ السَّاعَةَ آتِيَةٌ

Artinya, “Sesungguhnya hari kiamat itu akan datang.” (QS. Thahaa: 15)

Dalam agama Islam, tanda-tanda kiamat terdiri dari dua jenis, yakni:

Kiamat Sugra

Kiamat sugra adalah kiamat kecil yang sering terjadi dalam kehidupan manusia, yakni kematian. Setelah kematian, roh seseorang akan berada di alam barzakh atau alam kubur, yakni antara dunia dan akhirat. Kiamat sugra merupakan sebuah teguran dari Allah SWT pada semua hamba-Nya yang masih hidup. Teguran tersebut mengingatkan umat manusia untuk segera kembali dengan mematuhi perintah-perintah dan menjauhi semua larangan Allah SWT.

Kiamat Kubra

Kiamat kubra adalah kiamat yang mangakhiri segala kehidupan di alam semesta. Kiamat ini merupakan sebab hancurnya alam semesta beserta isinya. Kiamat kubra terjadi satu kali dan tidak akan terulang lagi. Selain itu, kiamat kubra terjadi dengan keadaan yang benar-benar dahsyat di luar bayangan manusia dengan tanda-tanda yang jelas. Pada saat itu, segala amal perbuatan tidak akan diterima karena telah Allah SWT tutup.

Ilustrasi tanda-tanda kiamat kubra. Foto: unsplash.com/patrickperkins

Terdapat banyak sekali tanda-tanda akan terjadinya kiamat kubra, di antaranya:

Datangnya Dukhon

Dukhon adalah asap yang sebelum terjadinya kiamat kubra. Hal ini didasarkan hadist, Rasulullah SAW bersabda,

“Kalian tidak akan pernah melihat hari kiamat sehingga kalian melihat 10 pertandanya. Yaitu munculnya Dukhon (asap), Dajjal, dabbah, terbitnya matahari dari barat, turunnya Nabi Isa bin Maryam, Yajuj Majuj, tiga musibah terbenamnya tanah yaitu di tanah Timur, di tanah barat dan di Jazirah Arab dan akhir dari pertanda kiamat tersebut adalah terdapat api yang menggiring umat manusia pada tempat di mereka bangkitkan”. (HR. Muslim)

Keluarnya Ya’jud dan Ma’jud

Ya’jud dan Ma’jud adalah dua suku yang akan datang sebelum kiamat tiba. Mereka dikisahkan memiliki kekuatan sebagai perusak dan penghancur kehidupan di muka bumi, dan mereka akan berperang melawan Nabi Isa AS beserta pasukannya di bukit Thursina.

Untuk saat ini, mereka masih dalam sebuah tempat yang telah ditutupi dengan tembol oleh Dzulkarnain. Namun saat kiamat tiba datang, tembok tersebut akan rubuh.

Allah SWT befirman,

ثُمَّ أَتْبَعَ سَبَبًا (92) حَتَّى إِذَا بَلَغَ بَيْنَ السَّدَّيْنِ وَجَدَ مِنْ دُونِهِمَا قَوْمًا لَا يَكَادُونَ يَفْقَهُونَ قَوْلًا (93) قَالُوا يَا ذَا الْقَرْنَيْنِ إِنَّ يَأْجُوجَ وَمَأْجُوجَ مُفْسِدُونَ فِي الْأَرْضِ فَهَلْ نَجْعَلُ لَكَ خَرْجًا عَلَى أَنْ تَجْعَلَ بَيْنَنَا وَبَيْنَهُمْ سَدًّا (94) قَالَ مَا مَكَّنِّي فِيهِ رَبِّي خَيْرٌ فَأَعِينُونِي بِقُوَّةٍ أَجْعَلْ بَيْنَكُمْ وَبَيْنَهُمْ رَدْمًا (95) آَتُونِي زُبَرَ الْحَدِيدِ حَتَّى إِذَا سَاوَى بَيْنَ الصَّدَفَيْنِ قَالَ انْفُخُوا حَتَّى إِذَا جَعَلَهُ نَارًا قَالَ آَتُونِي أُفْرِغْ عَلَيْهِ قِطْرًا (96) فَمَا اسْطَاعُوا أَنْ يَظْهَرُوهُ وَمَا اسْتَطَاعُوا لَهُ نَقْبًا (97) قَالَ هَذَا رَحْمَةٌ مِنْ رَبِّي فَإِذَا جَاءَ وَعْدُ رَبِّي جَعَلَهُ دَكَّاءَ وَكَانَ وَعْدُ رَبِّي حَقًّا (98) وَتَرَكْنَا بَعْضَهُمْ يَوْمَئِذٍ يَمُوجُ فِي بَعْضٍ وَنُفِخَ فِي الصُّورِ فَجَمَعْنَاهُمْ جَمْعًا (99)

Artinya:

“Kemudian dia menempuh suatu jalan (yang lain lagi). Hingga apabila dia telah sampai di antara dua buah gunung, dia mendapati di hadapan kedua bukit itu suatu kaum yang hampir tidak mengerti pembicaraan. Mereka berkata: “Hai Dzulkarnain, sesungguhnya Ya’juj dan Ma’juj itu orang-orang yang membuat kerusakan di muka bumi, maka dapatkah kami memberikan sesuatu pembayaran kepadamu, supaya kamu membuat dinding antara kami dan mereka?” Dzulkarnain berkata: “Apa yang telah dikuasakan oleh Tuhanku kepadaku terhadapnya adalah lebih baik, maka tolonglah aku dengan kekuatan (manusia dan alat-alat), agar aku membuatkan dinding antara kamu dan mereka, berilah aku potongan-potongan besi.” Hingga apabila besi itu telah sama rata dengan kedua (puncak) gunung itu, berkatalah Dzulkarnain: “Tiuplah (api itu).” Hingga apabila besi itu sudah menjadi (merah seperti) api, diapun berkata: “Berilah aku tembaga (yang mendidih) agar aku kutuangkan ke atas besi panas itu.” Maka mereka tidak bisa mendakinya dan mereka tidak bisa (pula) melobanginya. Dzulkarnain berkata: “Ini (dinding) adalah rahmat dari Tuhanku, maka apabila sudah datang janji Tuhanku, Dia akan menjadikannya hancur luluh; dan janji Tuhanku itu adalah benar.” Kami biarkan mereka di hari itu bercampur aduk antara satu dengan yang lain, kemudian ditiup lagi sangkakala, lalu Kami kumpulkan mereka itu semuanya.” (QS. Al Kahfi: 92-99)

Terbitnya Matahari dari Barat

Bila secara normal matahari terbit dari timur ke barat, akan tetapi sebelum kiamat datang matahari akan terbit dari arah barat. Sebagaimana yang dijelaskan Abu Hurairah, Rasulullah SAW bersabda,

“Tidak akan terjadi Kiamat sehingga matahari terbit dari sebelah barat, jika ia telah terbit, lalu manusia menyaksikannya, maka semua orang akan beriman, ketika itu tidaklah bermanfaat lagi iman seseorang yang belum beriman sebelum itu, atau dia (belum) mengusahakan kebaikan dalam masa imannya.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Turunnya Nabi Isa AS

Nabi Isa AS adalah nabi nabi ke-24. Beliau lahir tanpa adanya ayah atas kuasa Allah SWT. Meski demikian, beliau sampai saat ini belum meninggal dunia, namun naik ke langit dan turun lagi ketika kiamat datang sebagai umat Nabi Muhammad SAW.

Allah SWT bersabda,

إِذْ قَالَ اللَّهُ يَا عِيسَىٰ إِنِّي مُتَوَفِّيكَ وَرَافِعُكَ إِلَيَّ وَمُطَهِّرُكَ مِنَ الَّذِينَ كَفَرُوا وَجَاعِلُ الَّذِينَ اتَّبَعُوكَ فَوْقَ الَّذِينَ كَفَرُوا إِلَىٰ يَوْمِ الْقِيَامَةِ ۖ ثُمَّ إِلَيَّ مَرْجِعُكُمْ فَأَحْكُمُ بَيْنَكُمْ فِيمَا كُنْتُمْ فِيهِ تَخْتَلِفُونَ

“(Ingatlah), ketika Allah berfirman: ‘Hai ‘Isa, sesungguhnya Aku akan menyampaikanmu kepada akhir ajalmu dan mengangkatmu kepada-Ku serta membersihkan kamu dari orang-orang kafir, dan menjadikan orang-orang yang mengikuti kamu di atas orang-orang yang kafir hingga hari Kiamat. Kemudian hanya kepada Aku-lah kembalimu, lalu Aku memutuskan di antaramu tentang hal-hal yang selalu kamu ber-selisih padanya.’” (QS. Ali Imran: 55)

Selain itu, sahabat Jabir bin ‘Abdillah ra, bahwasanya Nabi Muhammad SAW bersabda:

“Senantiasa ada segolongan dari ummatku yang berperang demi membela kebenaran sampai hari Kiamat.” Kemudian Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Maka kemudian turun Nabi ‘Isa bin Maryam Alaihissallam, kemudian pemimpin golongan yang berperang tersebut berkata kepada Nabi ‘Isa: ‘Kemarilah, shalatlah mengimami kami.’ Kemudian Nabi ‘Isa menjawab: ‘Tidak, sesungguhnya sebagian kalian adalah pemimpin atas sebagian yang lain, sebagai penghormatan bagi umat ini.’” (HR. Muslim)

Masih banyak lagi tanda-tanda akan datangnya kiamat. Setelah mengetahuinya, bukan membuat kita mencari cara untuk menghindarinya. Akan tetapi peringatan tersebut menjadi sebab untuk lebih mendekatkan diri kepada Allah SWT. Sebab, tidak ada satupun makhluk yang dapat lolos dari kiamat. Selain itu, mengimani hari akhir adalah satu dari rukun iman.(MZM)