Konten dari Pengguna

4 Tradisi Unik Menyambut Peringatan Tahun Baru Islam di Indonesia

Berita Terkini

Berita Terkini

Penulis kumparan

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi tradisi menyambut peringatan tahun baru Islam. Foto: unsplash.com/anggaindratama
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi tradisi menyambut peringatan tahun baru Islam. Foto: unsplash.com/anggaindratama

Tahun baru Islam 1444 Hijriah diperkirakan akan terjadi pada hari Jumat, 29 Juli. Bagi beberapa umat Islam di Indonesia, datangnya tahun baru Islam merupakan momen yang sangat sakral. Sehingga banyak daerah di Indonesia merayakan dengan berabagai tradisi. Berikut 4 tradisi unik dalam menyambut peringatan tahun baru Islam.

Tradisi Unik Menyambut Peringatan Tahun Baru Islam di Indonesia

Dikutip dari laman nu.or.id, awal penanggalan kalender Hijriah dicetuskan oleh khalifar Umar bin Khatab. Ketika itu, Umar pernah menerima sebuah dokumen yang bertuliskan Sya‘ban. Umar berkata, "Yang dimaksud di sini, Sya‘ban yang mana? Yang lalu, akan datang, atau sekarang?" Kemudian Umar mengumpulkan para sahabat dan berkata kepada mereka, "Tetapkan tahun untuk masyarakat, yang bisa mereka jadikan sebagai acuan!" dan terpilihlah hijrahnya Nabi Muhammad SAW dari Makkah ke Madinah.

Pemilihan hijrahnya Nabi Muhammad SAW mengandung tekad, semangat perjuangan, perencanaan, dan kerja keras ke arah tujuan yang jelas terealisasinya nilai-nilai kemanusiaan universal yang berlandaskan asas ketuhanan dalam Islam rahmatan lil ‘alamin.

Adapun 4 tradisi unik daerah di Indonesia dalam menyambut peringatan tahun baru Islam yakni:

1. Tapa Bisu

Tapa Bisu merupakan ritual mengelilingi benteng keraton. Ritual ini dinamakan Tapa Bisu sebab dilakukan tanpa mengeluarkan kata apapun dalam memgelilingi benteng keraton sejauh 7 Km yang dimulai dari halaman Keben berakhir di Alun-alun Utara.

2. Kirab Kebo Bule

Jika di Yogyakarta memperingati tahun baru Islam dengan cara mengelilingi benteng, berbeda halnya dengan keraton Surakarta yang menghadirkan kerbau bule atau kerbau dengan warna putih milik Kyai Slamet yang dianggap keramat.

Kirab Kebo Bule diawali dengna doa dan penebaran sesajen Kori Kamandungan oleh abdi dalem sambil menanti datangnya kerbau bule. Kerbau ini akan dilepas dan dibiarkan berjalan sendiri.

Ilustrasi tradisi naik gunung Lawu. Foto: unsplash.com/sunawang

3. Malam Gunung Lawu

Pada malam 1 Muharram atau yang disebut juga malam Suro, masyarakat sekitar Gunung Lawu memiliki tradisi mendaki gunung melewati berbagai jalur. Bahkan, banyak orang dari luar daerah mengikuti tradisi yang satu ini.

4. Nganggung

Bagi masyarakat Muslim di tanah Bangka Belitung, dalam menyambut kehadiran tahun baru Islam dilaksanakanlah tradisi yang bernama Nganggung. Tradisi ini adalah berkumpulnya warga untuk menikmati makanan bsecara bersama-sama.

Nah, itulah 4 tradisi unik dalam menyambut peringatan tahun baru Islam beberapa daerah di Indonesia. Apakah ditempatmu memiliki tradisi dalam menyambut tahun baru Islam?(MZM)