5 Contoh Bacaan Idgham Mutamatsilain dan Cara Membacanya

Penulis kumparan
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Contoh bacaan idgham mutamatsilain dan cara membacanya perlu diketahui sebelum membaca Al-Quran. Idgham mutamatsilain sendiri merupakan salah satu hukum tajwid yang harus diperhatikan supaya bacaan Al-Quran benar serta tidak merubah makna.
Sebelum membahas hukum tersebut, makna tajwid perlu diketahui dulu. Dengan demikian, umat muslim paham mengapa tajwid itu penting.
Contoh Bacaan Idgham Mutamatsilain dan Penjelasan Singkatnya
Berdasarkan buku Ilmu Tajwid Praktis, Muhammad Amri Amir, (2019:1), tajwid adalah ilmu yang sangat bermanfaat untuk kaum muslimin.
Adapun hukum mempelajari ilmu tajwid secara teori adalah fardhu kifayah, yakni pabila sebagian kaum muslimin telah mempelajarinya, maka gugurlah kewajiban atas yang lain.
Sedangkan hukum membaca Al-Quran sesuai dengan kaidah ilmu tajwid adalah fardhu 'ain. Yakni kewajiban yang harus dipenuhi bagi setiap kaum muslimin.
Sebelum mengetahui contoh bacaan idgham mutamatsilain, alangkah baiknya jika mengetahui pengertian dan cara membacanya terlebih dahulu. Selanjutnya, contoh tersebut bisa dibahas.
1. Pengertian Idgham Mutamatsilain
Berdasarkan buku yang berjudul AT Tadrib Cara Cepat mengidentifikasi Tajwid, Tabib Rohani, halaman 64, secara bahasa, idgham dalam bahasa Arab artinya memasukkan atau melebur. Sedangkan mutamatsilain artinya adalah dua huruf yang sama atau sejenis.
Jadi idgham mutamatsilain artinya masuknya dua huruf yang sama yang memiliki makroj dan sifat yang sama, sehingga menjadi satu huruf dalam hal pengucapan. Jadi, idgham mutamatsilain ini terjadi jika dua huruf yang sama bertemu, yang pertama bertanda mati atau sukun dan yang kedua bertanda hidup atau berharakat. Kecuali huruf wawu dan ya' yang merupakan huruf mad.
2. Cara Membaca Idgham Mutamatsilain
Berikut adalah cara membaca idgham mutamatsilain berdasarkan buku yang berjudul AT Tadrib Cara Cepat mengidentifikasi Tajwid, Tabib Rohani, halaman 65. Cara membacanya yaitu dengan memasukkan suara huruf pertama pada huruf kedua yang sama makhraj serta sifatnya menjadi satu huruf dalam pengucapan atau dengan mentasydidkan hurufnya, dalam arti dibaca seperti bertasydid.
Secara detail, apabila kedua huruf mempunyai sifat ghunnah seperti huruf nun dengan nun, maka dapat dibaca ghunnah atau mendengung selama dua harakat. Namun, jika kedua huruf tersebut mempunyai sifat qalqalah, bunyinya tidak boleh dipantulkan.
3. Contoh Idgham Mutamatsilain
Adapun beberapa contoh idgham mutamatsilain adalah sebagai berikut.
وَإِذِ ٱسۡتَسۡقَىٰ مُوسَىٰ لِقَوۡمِهِۦ فَقُلۡنَا ٱضۡرِب بِّعَصَاكَ ٱلۡحَجَرَۖ
Cara membacanya: “Wa izistasqa musa liqaumihi fa qulnaḍrib bi'asakal hajar.”
بَل لَّهُۥ مَا فِي ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَٱلۡأَرۡضِۖ
Cara membacanya: "Bal lahu maa fii sshamawati wal ardhi."
أُولَٰئِكَ الَّذِينَ اشْتَرَوُا الضَّلَالَةَ بِالْهُدَىٰ فَمَا رَبِحَت تِّجَارَتُهُمْ وَمَا كَانُوا مُهْتَدِينَ
Cara membacanya: "Ulaikalladzina sytarawud dalalata bil huda fa ma rabihat tijaratuhum wa ma kanumuhtadin."
ذَٰلِكَ بِمَا عَصَواْ وَّكَانُواْ يَعۡتَدُونَ.
Cara membacanya: "Dzalika bimaa 'ashau wa kaanu ya'taduun."
ثُمَّ نَبۡتَهِلۡ فَنَجۡعَل لَّعۡنَتَ ٱللَّهِ عَلَى ٱلۡكَٰذِبِينَ.
Cara membacanya: "Tsumma nabhil fanaj 'al la'nata allahi alaal kaadzibin."
Baca juga: Idgham Mutajanisain: Pengertian dan Contohnya
Pengertian, cara membaca, dan contoh bacaan idgham mutamatsilain perlu diketahui agar tidak salah dalam membaca Al-Quran. Itulah mengapa penjelasan di atas penting untuk dipahami. (Adm)
