Konten dari Pengguna

5 Contoh Kalimat Wawaran dalam Bahasa Sunda

Berita Terkini

Berita Terkini

Penulis kumparan

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi 5 contoh kalimat wawaran - Sumber: pixabay.com/duycuong1080
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi 5 contoh kalimat wawaran - Sumber: pixabay.com/duycuong1080

5 contoh kalimat wawaran sering ditemui dalam percakapan sehari-hari menggunakan bahasa Sunda. Contoh kalimat ini biasanya berupa kalimat pendek yang berisi suatu informasi atau penjelasan.

Kalimat wawaran dalam bahasa Sunda membantu dalam komunikasi sehari-hari dengan cara yang informatif dan jelas. Biasanya digunakan tanpa menuntut balasan atau reaksi dari pendengar atau orang yang diajak bicara.

5 Contoh Kalimat Wawaran Sunda

Ilustrasi 5 contoh kalimat wawaran - Sumber: pixabay.com/duycuong1080

Berdasarkan materi di Buku Pembelajaran Siswa Rawayan Basa Sunda untuk SMA/SMK/MA/MAK Kelas XII, Suhandi, S.S., (2022), kalimat atau kalimah wawaran adalah kalimat yang tidak termasuk dalam kategori kalimat larangan, perintah, atau ajakan.

Kalimat wawaran tidak memerlukan tanggapan dari pendengar. Biasanya, kalimat wawaran digunakan untuk menyampaikan informasi kepada orang lain tentang suatu hal. Dalam bahasa Sunda, terdapat dua jenis wawaran berdasarkan bentuk kalimatnya, yaitu wawaran basajan dan wawaran jembar.

Berikut adalah 5 contoh kalimat wawaran sering ditemui dalam percakapan bahasa Sunda.

  1. "Imah kuring teu jauh ti sakola, ngan ukur lima menit angkat jalan kaki." (Rumah saya tidak jauh dari sekolah, hanya lima menit berjalan kaki.)

  2. "Urang tiasa ngadamel rencana pikeun kumpul-kumpul saban minggu."(Kita biasa membuat rencana untuk berkumpul setiap minggu.)

  3. "Sakola dimimitian jam dalapan isuk sareng réngsé jam dua soré." (Sekolah dimulai jam delapan pagi dan selesai jam dua sore.)

  4. "Babaturan sakola urang anu jadi ketua OSIS harita ayeuna jadi pengusaha dodol Garut." (Teman sekolah kita yang waktu itu menjadi ketua OSIS sekarang menjadi pengusaha dodol Garut.)

  5. "Ti mimiti tahun 2020 Kemendikbud teu ngayakeun deui Ujian Nasional." (Sejak awal tahun 2020, Kemendikbud tidak lagi menyelenggarakan Ujian Nasional.)

Baca Juga: Arti Godin yang Berasal dari Bahasa Sunda

Seperti tadi sudah disebutkan bahwa dalam Bahasa Sunda, kalimat atau kalimah wawaran bisa dibagi menjadi dua jenis berdasarkan bentuknya. Pertama wawaran basajan (sederhana), kedua, wawaran jembar (kompleks).

Wawaran basajan biasanya berupa kalimat pendek yang langsung menyampaikan informasi. Sedangkan penggunaan kalimat wawaran jembar biasanya lebih kompleks dan seringkali mencakup penjelasan yang lebih detail.

Penjelasan singkat dan 5 contoh kalimat wawaran diharapkan bisa menjadi bahan belajar bagi orang-orang yang tertarik dengan bahasa Sunda. Dengan begitu akan lebih mudah untuk komunikasi atau bercakap-cakap menggunakan bahasa tersebut. (DNR)