Konten dari Pengguna

5 Contoh Menutupi Aib Orang Lain dan Dalilnya dalam Islam

Berita Terkini

Berita Terkini

Penulis kumparan

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Contoh Menutupi Aib Orang Lain  Sumber Unsplash/Vitolda Klein
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Contoh Menutupi Aib Orang Lain Sumber Unsplash/Vitolda Klein

Menutupi aib adalah bagian dari akhlak terpuji dalam Islam yang dipelajari oleh siswa kelas 9. Siswa akan mempelajari pengertian, dalil, dan contoh menutupi aib orang lain.

Aib adalah cacat, cela, atau kondisi yang tidak baik tentang seseorang. Disebut aib apabila kondisi itu diketahui oleh orang lain, maka akan membuatnya menjadi malu.

5 Contoh Menutupi Aib Orang Lain sebagai Akhlak Terpuji

Ilustrasi Contoh Menutupi Aib Orang Lain Sumber Unsplash/Ben White

Menutupi aib orang lain merupakan akhlak terpuji dari seorang muslim. Contoh menutupi aib orang lain adalah sebagai berikut.

  1. Tidak membahas masa lalu yang buruk dari seseorang, terutama kepada orang lain yang tidak mengetahuinya.

  2. Tidak menyebarkan berita saat seseorang membutuhkan bantuan kepada dirinya.

  3. Menjaga rahasia dan kepercayaan saat seseorang menceritakan permasalahan hidupnya.

  4. Tidak mengungkit kesalahan yang pernah dilakukan seseorang.

  5. Tidak membicarakan atau menggunjingkan keburukan orang lain.

Dalil Hadis dan Al-Qur'an dalam Menutupi Aib Orang Lain

Ilustrasi Contoh Menutupi Aib Orang Lain Sumber Unsplash/Vitolda Klein

Diambil dari buku Sahabatmu, Kekuatan Jiwamu, Rizem Aizid (2015:95), berikut adalah dalil hadis dan Al-Qur'an dalam menutupi aib orang lain bagi umat muslim.

1. Hadis An-Nasa'i

"Sesungguhnya, Allah Swt. bersifat Maha Penyantun, Maha Pemalu, dan Maha Menutupi. Dia menyukai sifat malu dan sifat suka menutupi aib" (HR. An-Nasa'i).

2. Hadis Muslim

"Barang siapa menutupi aib seorang muslim, maka Allah akan menutupi aibnya di dunia dan akhirat" (HR. Muslim).

3. Hadis Tirmidzi

"Janganlah kamu mengumpat kaum muslimin dan janganlah mengintip aib mereka. Barang siapa yang mengintip aib saudaranya, niscaya Allah akan mengintip aibnya dan siapa yang diintip Allah akan aibnya, maka Allah akan membuka aibnya, meskipun dirahasiakan di lubang kendaraannya" (HR. Tirmidzi).

4. Hadis Bukhari

“Barang siapa yang mengungkapkan aib orang lain, maka Allah tidak akan mengampuni dosa-dosanya hingga orang yang bersangkutan memaafkan” (HR. Bukhari).

5. Surat al-Hujuraat

"Janganlah kamu mengintip atau mencari-cari kesalahan dan aib orang lain, dan janganlah kamu mengumpat sebagian yang lain. Apakah seseorang dari kamu suka memakan daging (bangkai) saudaranya yang telah mati? Maka sudah tentu kamu jijik kepadanya" (QS. al-Hujuraat [49]: 12).

Baca juga: Azab Membuka Aib Orang Lain dalam Ajaran Islam

Contoh menutupi aib orang lain adalah menghindari perbuatan ghibah atau membicarakan keburukan orang lain. Dalam Hadis Riwayat Muslim, orang yang menutupi aib orang lain akan ditutupi aibnya di hari kiamat.(DK)