5 Contoh Soal Menghitung Dosis Obat Lengkap dengan Pembahasannya

Penulis kumparan
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Bagi orang yang sakit, obat menjadi cara agar sembuh kembali. Meski demikian, pemberian obat tidaklah sembarangan dan harus menghitung dosis. Inilah sebabnya, contoh soal menghitung dosis obat menjadi hal yang kerap dicari mahasiswa kesehatan.
Sehingga ketika pada praktiknya nanti para nakes tidak melakukan kesalahan. Dengan begitu, tidak terjadi hal yang tidak diinginkan dan dapat membantu orang sakit.
Contoh Soal Menghitung Dosis Obat
Dikutip dari buku Dasar-Dasar Farmakologi Keperawatan, Asdinar, dkk (2023), dosis merupakan jumlah atau takaran obat yang diberikan kepada penderita satu kali atau selama jangka waktu tertentu yang menimbulkan efek farmakologi yang tepat dan aman bila dikonsumsi.
Tujuan dari penetapan dosis obat adalah untuk mendapatkan efek terapeutik dari suatu obat. Namun, tidak semua obat bersifat betul-betul menyembuhkan penyakit, banyak di antaranya hanya meniadakan atau meringankan gejalanya.
Adapun contoh soal menghitung dosis obat, yakni.
1. Dokter membuat resep Sanmol Forte syrup 120 mg prn. Sediaan obat Sanmol Forte syrup ialah 240 mg tiap 5 ml adalah berapa cth ?
a. 2/4 cth
b. 1/3 cth
c. 4/5 cth
d. 1/2 cth
e. 3/8 cth
Pembahasan:
Menghitung dosis obat sirup:
Order Dokter / Sediakan Obat x Pelarut
Maka:
120 mg / 240 mg x 5ml
= 2,5 ml
= ½ cth
Sehingga, obat Sanmol Forte Syrup adalah ½ cth (d).
2. Anak usia 6 bulan, mengalami demam tinggi, untuk menurunkan panas anak tersebut mendapatkan resep obat paracetamol, berapa dosisi yang diberikan untuk akan tersebut?
a. 20 Mg
b. 30 Mg
c. 21 Mg
d. 45 Mg
e. 50 Mg
Pembahasan:
Rumus menghitung dosis obat oleh Fried:
Da = m / 150 x Dd (mg)
Keterangan:
Da = Dosis anak
m = usia anak
Dd = Dosis Dewasa
Dd paracetamol: 500 mg
Da = 6 / 150 x 500 (mg)
= 20 mg
Jadi, dosis paracetamol yang diberikan untuk anak usia 6 bulan adalah 20 mg (a).
3. Pasien A mendapatkan antibiotik ceftriaxone 250 mg inj.via IV, obat yang tersedia dalam 1 vial ceftriaxone berisi 1 gram = 1000 mg yang diuplos aquades 10 cc. berapa jumlah yang diberikan?
a. 5,5 cc
b. 4,5 cc
с. 3,5 cc
d. 2,8 cc
e. 2,5 cc
Pembahasan:
Rumus yang digunakan, yakni.
Dosis yang diprogramkan / dosis uang tersedia x jumlah yang tersedia = jumlah yang diberikan.
250 mg / 1.000 mg x 10 cc = 2,5 cc
Jadi, jumlah obat yang diberikan yakni 2,5 cc (e).
4. Dokter membuat resep " Sanmol Forte syrup 120 mg prn. Sediaan obat Sanmol Forte syrup ialah 240 mg tiap 5 ml (mililiter)
a. 1 Sendok Teh
b. 2 Sendok Teh
c. ½ Sendok Teh
d. ¼ Sendok Teh
e. 1 ½ Sendok Teh
Pembahasan:
Order dokter / sediakan obat x pelaut
120 mg / 240 mg x 5 ml
= 2,5 ml
= ½ sendok teh
Jadi, obat Sanmol Forte yang diberikan adalah ½ sendok teh (c).
5. Pasien A mendapatkan antibiotik cefotaxime 150 mg inj.via IV, obat yang tersedia dalam 1 vial cefotaxime berisi 1 gram = 1000 mg yang diuplos aquades 10cc . berapa jumlah yang diberikan?
a. 20 cc
b. 2.5 cc
с. 10 cc
d. 5 cc
e. 15 cc
Pembahasan:
Dosis yang diprogramkan / dosis yang tersedia x jumlah yang tersedia = jumlah yang diberikan
150 mg /1.000 mg x 10 cc = 15 cc
Jadi, jumlah yang diberikan adalah 15 cc (e).
Baca Juga: Contoh Soal Menghitung Dosis Obat Lengkap dengan Pembahasannya
Itulah 5 contoh soal menghitung dosis obat dan pembahasannya. Semoga bermanfaat dan bisa menjadi bahan belajar.(MZM)
