5 Daftar Nama Kitab Kuning yang Umum Diajarkan di Pondok Pesantren

Penulis kumparan
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Di dalam pendidikan agama Islam, daftar nama kitab kuning adalah kitab-kitab tradisional berisi pelajaran-pelajaran agama islam (diraasah al-islamiyyah) yang diajarkan di pondok pesantren, mulai dari fiqh, aqidah, tasawuf/akhlak, tata bahasa Arab (ilmu nahwu dan ilmu sharf), hadits, tafsir, ulumul qur’aan, sampai ilmu sosial dan kemasyarakatan (mu`amalah).
Kitab kuning juga dikenal sebagai kitab gundul, karena tidak seperti Al-Qur'an yang memiliki harakat (fathah, kasrah, dhammah, dan sukun).
Maka dari itu, untuk membaca kitab kuning, seorang Muslim harus terlebih dahulu mengetahui arti harfiah kalimat per kalimat, sehingga dapat memahaminya secara menyeluruh. Karena itulah, mempelajari kitab kuning membutuhkan waktu yang relatif lama.
5 Daftar Nama Kitab Kuning yang Umum Diajarkan di Pesantren
Dilansir dari situs resmi Ponpes Al Hasanah Bengkulu, berikut adalah 4 daftar nama kitab kuning yang dipelajari di pondok pesantren:
Kitab Al-Ajurumiyah
Kitab ini mempelajari ilmu nahwu. Al-Jurumiyah ditulis oleh Syekh Sonhaji dengan memaparkan berbagai bagian di dalamnya secara sistematis agar mudah dipahami. Setiap santri yang ingin mempelajari kitab kuning harus memahami kitab ini terlebih dahulu. Tingkatan selanjutnya adalah Imrithi, Mutamimah, dan yang paling tinggi adalah Alfiyah.
Kitab Amtsilah At-Tashrifiyah
Kitab Amtsilah At-Tashrifiyah digunakan untuk mempelajari ilmu shorof. Kitab Amtsilah Tashrifiyah tulisan salah satu ulama Indonesia, KH. Ma’shum ‘Aly dari Jombang ini sangat mudah untuk dihafalkan, karena disusun dengan rapi dan dapat dilantunkan dengan indah. Keberadaan kitab ini memudahkan para santri untuk memahami dan menghafalkan kitab.
Kitab Hadist Arbain Nawawi
Kitab yang ditulis oleh Abu Zakariya Yahya bin Syaraf bin Murri Al Nazami An-Nawawi ini membahas 42 hadits yang disebut sebagai hadits arba’in alias hadits 40. Fokus pembahasan utama di dalam kitab ini adalah matan hadits, yakni hadits atau perkara sanad di dalam suatu hadits.
Kitab Mushtholah Al-hadits
Kitab selanjutnya adalah Kitab Mushtholah Al-Hadits yang mempelajari seluk beluk ilmu hadits. Dimulai dari berbagai macam hadits, kriteria hadits, syarat yang harus dipenuhi seseorang untuk meriwayatkan hadits, dan lain-lain yang bisa dijadikan sebagai bukti validasi suatu matan hadits. Kitab ini ditulis oleh al-Qodhi abu Muhammad ar-Romahurmuzi sesudah diperintahkan oleh Kholifah Umar bin Abdul Aziz, karena di zaman itu banyak orang yang meriwayatkan berbagai hadits palsu.
Kitab Tafsir Al-Jalalain
Kitab ini ditulis oleh 2 orang, yaitu Jalaluddin al-Mahalli dan Jalaludin As-Sayuti pada tahun 1459 - 1505. Karena sangat mudah dipahami, maka kitab tafsir ini sering diberikan kepada para santri yang baru mempelajari kitab kuning.
Demikianlah 5 daftar nama kitab kuning yang dipelajari di pondok pesantren.(BRP)
