5 Hikmah Ibadah Puasa Ramadhan yang Dapat Dipetik Umat Islam

Penulis kumparan
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Agama Islam dibangun akan lima perkara, salah satunya adalah menunaikan puasa di bulan Ramadhan. Puasa Ramadhan merupakan sebuah amalan yang wajib dituniakan seluruh umat Islam dalam rangka menahan hawa dan nafsu sejak terbitnya fajar hingga terbenamnya matahari. Berpuasa tidak hanya sekedar menahan rasa dahaga dan lapar, namun lebih itu. Pasalnya terdapat beragam hikmah ibadah puasa Ramadhan yang dapat dipetik umat Islam apabila melaksanakannya dengan suka cita dan penuh keikhlasan. Apa sajakah itu? Simak selengkapnya dalam ulasan berikut.
5 Hikmah Ibadah Puasa Ramadhan yang Dapat Dipetik Umat Islam
Ramadhan adalah bulannya ibadah puasa. Bukan tanpa alasan Allah SWT mewajibkan umat-Nya untuk menunaikan ibadah puasa. Sebab hanya puasa yang menjadi amalan yang dilakukan semata-mata karena Allah SWT.
Di sisi lain, Allah SWT mewajibkan umat-Nya untuk berpuasa di bulan Ramadhan karena banyak sekali hikmah yang ada di dalamnya.
Adapun hikmah ibadah puasa Ramadhan yang dapat dipetik umat Islam yang dikutip dari buku Risalah Puasa karya Sultan Abdillah (2021).
1. Melatih Ketakwaan
Puasa merupakan ibadah yang melatih ketakwaan seorang Muslim. Bagaimana tidak? Dalam berpuasa, seseorang diperintahkan untuk menahan hal-hal yang dilarang Allah SWT sejak terbitnya fajar hingga terbenamnya matahari. Ia meninggalkan makan, minum, berijmak, dan larangan lainnya.
Namun seseorang berpuasa semua hanya untuk mendekatkan diri kepada Allah dan mengharap pahalanya. Selain itu, puasa juga melatih diri untuk jujur kepada Allah. Sebab, tidak ada yang bisa mengatahui apa yang dilakukan kecuali Allah SWT.
Allah SWT berfirman,
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ
Artinya, “Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa.”
2. Melatih Kesabaran
Puasa identik dengan ibadah yang membutuhkan kesabaran lebih. Pasalnya, puasa merupakan ibadah yang mamakan waktu lama. Sehingga dibutuhkan kesabaran ekstra dalam melaksanakannya.
Apa yang dihalalkan menjadi haram saat berpuasa. Makan dan minum merupakan hal yang halal. Bahkan sangat dianjurkan untuk melakukan hubungan suami istri. Namun saat berpuasa, hal-hal tersebut dilarang. Oleh karenanya, puasa membutuhkan kesabaran ekstra.
3. Mengekang Syahwat
Di antara hikmah besar disyariatkannya puasa adalah menahan dan mengekang syahwat. Dari sekian ibadah yang ada, puasa secara khusus disebutkan Rasulullah SAW untuk menahan godaan syawat. Sebab, orang berpuasa dilarang menuruti syawatnya.
Rasulullah SAW bersabda,
“Wahai para pemuda, barangsiapa yang memiliki kemampuan, maka menikahlah. Karena itu lebih akan menundukkan pandangan dan lebih menjaga kemaluan. Barangsiapa yang belum mampu, maka berpuasalah karena puasa itu adalah pengekang syahwatnya yang menggelora.” (HR. Bukhari no. 5065 dan Muslim no. 1400)
4. Melemahkan Godaan Setan
Saat berpuasa, godaan setan akan lemah. Hal ini dikarenakan pembuluh darah ketika berpuasa akan mengecil. Apa hubungannya dengan godaan setan?
Menyempitnya pembuluh darah akan menyampitkan pergerakan setan yang berjalan di dalam aliran darah.
Rasulullah SAW bersabda,
“Sesungguhnya setan berjalan dalam diri manusia melalui aliran darah.” (HR. Bukhari no. 3281 dan Muslim no. 21750
5. Melatih Rasa Syukur
Di antara hikmah puasa lainnya adalah merasakan nikmat Allah SWT berupa nikmat kenyang dan kepuasan. Orang tidak akan merasakannya apabila tidak merasakan puasa.
Jika seseorang telah merasakan dahaga dan lapar yang luar biasa disertai terik matahari yang menyengat, ia akan merasakan betapa berharganya nikmat Allah SWT dan tumbuh rasa empati kepada orang-orang yang membutuhkan.
Semoga dengan mengetahui hikmah ibadah puasa di bulan Ramadhan, kita dapat menunaikan amalan yang mulia ini dengan hati yang tulus dan ketaatan. (MZM)
