News
·
22 Juli 2021 9:27
·
waktu baca 2 menit

5 Kasus Pelanggaran Hak Asasi Manusia yang Paling Mengerikan

Konten ini diproduksi oleh Berita Terkini
5 Kasus Pelanggaran Hak Asasi Manusia yang Paling Mengerikan (250610)
searchPerbesar
Kasus Pelanggaran Hak Asasi Manusia, Foto: Freepik
Tragedi Trisakti dan penculikan aktivis pada tahun 1997-1998 di Indonesia merupakan salah satu kasus pelanggaran Hak Asasi Manusia yang amat mengerikan dan akan selalu diingat oleh bangsa Indonesia. Selain di Indonesia, kasus pelanggaran Hak Asasi Manusia (HAM) ternyata juga terjadi di belahan bumi lainnya, lho.
ADVERTISEMENT

5 Kasus Pelanggaran Hak Asasi Manusia Paling Mengerikan

Berikut ini 5 kasus pelanggaran Hak Asasi Manusia yang paling mengerikan di seluruh dunia:
1. Rezim Benito Mussolini di Italia
5 Kasus Pelanggaran Hak Asasi Manusia yang Paling Mengerikan (250611)
searchPerbesar
Rezim Benito Mussolini, Foto: Pixabay
Rezim otoriter yang pernah berkuasa di Italia sejak tahun 1922-1943 dipimpin oleh seorang penganut fasisme bernama Benito Mussolini.
Dikutip dari buku Confronting Past Human Rights Violations, Chandra Lekha Sriram, (2004:240), selama 21 tahun memerintah Italia, diktator yang satu ini tidak segan-segan untuk membunuh siapa pun yang tidak sepaham dengannya. Kekejaman tersebut berlaku kepada semua orang yang berseberangan dengannya tanpa pandang bulu.
2. Rezim Adolf Hitler di Jerman
5 Kasus Pelanggaran Hak Asasi Manusia yang Paling Mengerikan (250612)
searchPerbesar
Rezim Adolf Hitler, Foto: Pixabay
Siapa, sih, yang tidak tahu Adolf Hitler? Diktator asal Jerman ini dianggap sebagai pemimpin terkejam yang pernah ada di muka bumi. Pimpinan Nazi di Jerman pada tahun 1930-an ini memelopori salah satu kasus pelanggaran Hak Asasi Manusia terberat sepanjang sejarah dengan melakukan banyak kejahatan kemanusiaan, seperti membunuh tokoh-tokoh politik yang menentangnya dan membasmi manusia lainnya.
ADVERTISEMENT
Kebijakan pemimpin anti-Yahudi yang supremasis ini mengakibatkan kematian sekitar 50 juta orang selama Perang Dunia kedua, termasuk 6 juta kaum Yahudi dan 5 juta kaum non-Arya.
3. Kasus Apartheid di Afrika Selatan
5 Kasus Pelanggaran Hak Asasi Manusia yang Paling Mengerikan (250613)
searchPerbesar
Nelson Mandela - Revolusioner Antiapartheid Afrika Selatan, Foto: Pixabay
Kasus HAM apartheid (perbedaan ras dan warna kulit) juga pernah terjadi di Afrika Selatan sejak tahun 1948 sampai tahun 1990-an, tepatnya saat rezim apartheid yang didominasi orang berkulit putih berhasil menguasai pemerintahan di Afrika Selatan. Sejak saat itu mereka menetapkan berbagai kebijakan yang merugikan orang berkulit hitam, bahkan sampai menimbulkan banyak korban jiwa.
Dari tahun 1960 sampai 1983 saja, tercatat ada 3,5 juta orang Afrika berkulit hitam yang digusur dari rumahnya dan dipaksa tinggal di lingkungan terpisah sebagai akibat dari kekejaman Undang-Undang Apartheid.
ADVERTISEMENT
4. Perang Sipil di Bosnia
5 Kasus Pelanggaran Hak Asasi Manusia yang Paling Mengerikan (250614)
searchPerbesar
Pembunuhan Massal di Kota Srebrenica, Foto: Freepik
Setelah pecahnya negara Yugoslavia, meletuslah perang sipil antara Bosnia dengan Serbia pada tahun 1992-1995, di mana terjadi pembunuhan massal terhadap sekitar 800 warga Muslim Bosnia yang menempati Kota Srebrenica. Kekejaman itu tentu saja menimbulkan reaksi keras dari banyak negara.
5. Kekerasan terhadap Etnis Rohingya di Myanmar
5 Kasus Pelanggaran Hak Asasi Manusia yang Paling Mengerikan (250615)
searchPerbesar
Kekerasan terhadap Etnis Rohingya di Myanmar, Foto: Freepik
Kasus pelanggaran HAM terbaru terjadi di Myanmar. Pada Maret 2018 lalu Dewan HAM PBB menyebutkan adanya pelanggaran HAM yang dilakukan oleh aparat keamanan Myanmar.
Tudingan itu didasarkan pada bukti berupa sejumlah kuburan massal pada Februari 2018, pemerkosaan terhadap para perempuan etnis Rohingya, pembakaran rumah-rumah penduduk, dan pencabutan hak-hak dasar etnis Rohingya.
Sampai saat ini, deretan kasus pelanggaran Hak Asasi Manusia mengerikan di atas sudah dituntaskan dengan baik, kecuali kekerasan terhadap etnis Rohingya di Myanmar. Mari kita doakan supaya bisa ditemukan jalan keluar yang tepat untuk kasus yang satu ini.(BRP)
ADVERTISEMENT