Konten dari Pengguna

5 Perbedaan Green Tea dan Matcha, Mana yang Lebih Sehat?

Berita Terkini

Berita Terkini

Penulis kumparan

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi perbedaan green tea dan matcha - Sumber: pexels.com/@pixabay/
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi perbedaan green tea dan matcha - Sumber: pexels.com/@pixabay/

Mungkin banyak orang yang belum tahu perbedaan green tea dan matcha. Bahkan, bisa saja ada sebagian orang yang menganggap green tea dan matcha itu sama.

Hal tersebut wajar, karena dari segi tampilan memang keduanya terlihat mirip. Sama-sama berwarna hijau dan sering digunakan sebagai bahan minuman dan campuran makanan.

Perbedaan Green Tea dan Matcha

Ilustrasi perbedaan green tea dan matcha - Sumber: pexels.com/@charlotte-may/

Green tea dan matcha terlihat serupa karena keduanya memang berasal dari tanaman yang sama, yaitu teh Camellia sinensis. jenis daun teh ini berasal dari wilayah Asia Timur, terutama dari daerah seperti Tiongkok, India, Jepang, dan wilayah sekitarnya.

Berdasarkan buku Medicinal Plants: Chemistry and Properties, M Daniel, 2006, Camellia sinensis adalah tanaman teh yang merupakan sumber utama untuk produksi berbagai jenis teh. Seperti green tea (teh hijau), teh hitam, teh oolong, dan matcha.

Meskipun berasal dari tanaman yang sama, ada beberapa perbedaan green tea dan matcha yang mendasar, di antaranya:

1. Pengolahan dan Produksi

  • Green Tea: Daun teh hijau dipetik, dikeringkan, dan kemudian diolah dengan berbagai cara, termasuk menggulung, mengeringkan, atau mengukus. Proses ini dilakukan untuk mempertahankan warna hijau alami daun.

  • Matcha: Sebelum dipetik, tanaman teh untuk matcha ditutupi dari sinar matahari selama beberapa minggu untuk meningkatkan kandungan klorofil. Setelah dipetik, daun direbus, dikeringkan, dan dihaluskan menjadi bubuk halus.

2. Cara Konsumsi

  • Green Tea: Biasanya diseduh sebagai teh daun biasa, yaitu dengan merendam daun teh dalam air panas lalu disaring.

  • Matcha: Diolah menjadi bubuk halus dan kemudian disuspensi dalam air atau susu. Matcha sering digunakan dalam berbagai minuman dan makanan, seperti matcha latte atau kue.

3. Kandungan Nutrisi

  • Green Tea: Mengandung antioksidan, katekin, dan lainnya, tetapi kandungan nutrisinya dapat bervariasi tergantung pada cara produksi dan varietas teh.

  • Matcha: Kandungan nutrisinya cenderung lebih tinggi karena secara tidak langsung yang dikonsumsi adalah daun teh utuh. Matcha mengandung katekin, vitamin, serat, dan klorofil.

4. Rasa dan Aroma

  • Green Tea: Memiliki variasi rasa, tergantung pada jenis dan cara pengolahan, tetapi umumnya memiliki rasa ringan dan segar.

  • Matcha: Memiliki rasa yang lebih kaya dan pekat. Aroma dan rasa matcha umumnya tahan lebih lama di lidah.

5. Kandungan Kafein

  • Green Tea: Mengandung kafein, jumlahnya bervariasi tergantung pada jenis dan cara penyeduhan.

  • Matcha: Kandungan kafeinnya cenderung lebih tinggi, meskipun tetap lebih rendah dibandingkan kandungan kafein dalam kopi.

Baca Juga: Akibat Tanaman Teh Terus-menerus Dikonsumsi Besar-besaran dalam Jangka Panjang

Matcha dan green tea sebenarnya sama-sama memberikan manfaat kesehatan. Dalam hal rasa, matcha cocok untuk orang-orang yang menyukai minuman dengan aroma yang segar dan cita rasa yang pahit.

Di sisi lain, orang yang suka minuman dengan aroma dan rasa yang lebih ringan, bisa memilih green tea. Jadi, perbedaan green tea dan matcha hanya pada bentuk dan karakteristik rasa. Keduanya sama-sama menyehatkan bila dikonsumsi sesuai anjuran dan porsinya. (DNR)