Konten dari Pengguna

5 Syarat Kambing Aqiqah dalam Agama Islam

Berita Terkini

Berita Terkini

Penulis kumparan

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Syarat Kambing Aqiqah  Sumber Unsplash/Qamma Farm
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Syarat Kambing Aqiqah Sumber Unsplash/Qamma Farm

Aqiqah dalam syariat adalah memotong hewan untuk bayi yang baru dilahirkan. Agar bernilai ibadah, terdapat syarat kambing aqiqah dalam agama Islam.

Secara bahasa, aqiqah berarti rambut yang berada di kepala bayi yang baru dilahirkan. Dalam kegiatan aqiqah, terdapat prosesi cukur rambut bayi sesuai firman Rasulullah saw.

Mengetahui 5 Syarat Kambing Aqiqah

Ilustrasi Syarat Kambing Aqiqah Sumber Unsplash/Qamma Farm

Selain ketentuan mengenai jumlah hewan yang dipotong, terdapat syarat kambing aqiqah yang harus dipenuhi. Berdasarkan buku Aqiqah (Tata Cara & Doanya), Abu Nur Ahmad (2021:6), berikut ini adalah syaratnya dalam Islam.

1. Kambing Berusia Minimal 1 Tahun

Syarat kambing aqiqah sebenarnya tidak jauh berbeda dengan kambing untuk kurban. Salah satunya kambing harus sudah cukup umur, atau berusia minimal 1 tahun atau sedang jalan 2 tahun, sehingga patokan ukurannya bukan besar atau kecilnya.

2. Kambing Tidak Cacat atau Sakit

Kondisi fisik kambing juga harus sehat secara jasmani. Artinya, tidak boleh memotong kambing yang fisiknya cacat, sebagaimana juga hewan yang dikurbankan.

Ada empat kondisi yang digolongkan sebagai hewan cacat, antara lain buta, pincang, terlalu kurus, dan tidak memiliki sumsum tulang.

3. Boleh Betina Maupun Jantan

Mengenai jenis kelamin, tidak ada tuntutan kambing harus betina atau jantan. Jadi, kambing yang disembelih boleh berjenis kelamin apapun, asalkan cukup umur yang ditetapkan dalam syari'at.

4. Bukan Hewan dari Hasil Curian (Haram)

Kambing yang diperoleh dengan cara tidak halal, seperti dicuri dari pemiliknya, tidak boleh dijadikan hewan aqiqah. Hal ini tentu akan merusak nilai ibadah aqiqah itu sendiri kepada Allah Swt.

5. Diolah Terlebih Dahulu Sebelum Dibagikan

Berbeda dengan ibadah kurban, pembagian hewan aqiqah sudah dalam keadaan matang. Hal ini berdasarkan hadis Aisyah ra:

"Sunnahnya dua ekor kambing untuk anak laki-laki, dan satu ekor kambing untuk anak perempuan. la dimasak tanpa mematahkan tulangnya. Lalu dimakan (oleh keluarganya), dan disedekahkan pada hari ketujuh," (HR. al-Bayhaqi).

Yang perlu juga diperhatikan dalam pelaksanaan aqiqah, bahwa selain dimakan sendiri, sebagian daging kambing aqiqah juga harus dibagikan kepada orang lain, yang utama adalah kepada kerabat dan tetangga.

Baca juga: Penjelasan Pengertian Aqiqah dan Qurban Lengkap dengan Dalilnya

Selain syarat kambing aqiqah, juga ada ketentuan jumlah hewan yang disunnahkan. Ketentuannya adalah dua ekor kambing untuk bayi laki-laki, dan seekor kambing untuk bayi perempuan. (DK)