Konten dari Pengguna

5 Tradisi Maulid Nabi di Indonesia yang Masih Dilestarikan Hingga Sekarang

Berita Terkini

Berita Terkini

Penulis kumparan

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi tradisi maulid nabi di indonesia. Sumber: pexels.com
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi tradisi maulid nabi di indonesia. Sumber: pexels.com

Maulid Nabi adalah momentum spesial bagi umat muslim yang selalu dinanatikan kehadirannya. Bahkan ada banyak sekali tradisi Maulid Nabi di Indonesia yang masih lestari hingga kini.

Selain itu, untuk mengenang momentum kelahiran Nabi Muhammad saw, tradisi ini juga telah melekat dengan budaya masyarakat setempat. Jadi, perayaan yang dilakukan pun menyesuaikan dengan adat dan budaya masing-masing.

Daftar Tradisi Maulid Nabi di Indonesia yang Masih Lestari Hingga Kini

Ilustrasi tradisi maulid nabi di indonesia. Sumber: pexels.com

Mengutip dari buku Jejak Awal Islam di Nusantara: Sejarah Masuknya Agama dan Kebudayaan Islam, Syarifuddin, Sani Safitri, dan Suratmi (2024), berikut ini adalah beberapa tradisi Maulid Nabi di Indonesia yang bisa diikuti oleh umat muslim.

1. Grebeg Maulud di Yogyakarta dan Surakarta

Salah satu tradisi yang hingga kini masih lestari adalah Grebeg Maulud di Yogyakarta dan Surakarta. Kata grebeg memiliki arti masyarakat akan mengikuti sultan, para pembesar yang keluar dari keraton untuk upacara Maulid Nabi Muhammad saw di masjid.

2. Masak Kuah Beulangong di Aceh

Tradisi ini merupakan kegiatan yang dilakukan secara bersama-sama dengan menu wajibnya adalah daging sapi dengan kuah kari. Tradisi masak kuah Beulangong ini masih terus dilakukan oleh masyarakat Aceh hingga sekarang.

3. Bungo Lado di Padang Pariaman

Tradisi ini masih dilestarikan oleh setiap keluarga di Padang Pariaman. Bungo Lado merupakan tradisi membuat pohon nias yang diberi tanda daun Bungo Lado, kemudian disumbangkan ke panti asuhan.

4. Buat Ketupat Sampang di Madura

Di Madura, ada tradisi Maulid Nabi bernama buat ketupat Sampang. Tradisi ini tak hanya dilakukan sata momen Maulid Nabi Muhammad saw, tapi juga momentum hari besar lainnya.

5. Baayun Maulid di Banjar

Kata Baayun memiliki arti ayunan atau bualan. Sedangkan kata Maulid merujuk pada kelahiran Nabi Muhammad saw. Jadi, bisa dipahami bahwa makna Baayun Maulid adalah kegiatan mengayun anak bayi sebagai bentuk rasa syukur atas kelahiran Nabi Muhammad saw.

Baca Juga: 50 Tema Maulid Nabi 2025 yang Inspiratif

Itu dia lima tradisi Maulid Nabi di Indonesia yang hingga kini masih lestari. Semoga informasi di atas dapat menambah wawasan umat muslim di Indonesia. (Anne)