6 Nama Upacara Adat di Indonesia Beserta Tujuannya

Penulis kumparan
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Indonesia selain menyimpan kekayaan alam juga memiliki budaya yang beraneka ragam. Adat istiadat dan warisan tradisional dari para leluhur masih mewarnai kehidupan di berbagai wilayah di Indonesia. Simak 6 nama upacara adat di Indonesia beserta tujuan penyelenggaraannya dalam tulisan berikut ini.
Dari buku Indonesia Nan Indah: Upacara Adat, Maryani, Herni Rahayu (2020:1) upacara adat merupakan salah satu tradisi turun temurun yang menjadi wujud keragaman budaya Indonesia. Walau umumnya ditujukan sebagai penghormatan atau tanda syukur, upacara adat di Indonesia memiliki perbedaan karakteristik di tiap-tiap daerah. Upacara adat di Indonesia dipengaruhi oleh latar belakang lingkungan dan kepercayaan yang dianut oleh masyarakatnya.
Nama Upacara Adat di Indonesia
Simak 6 nama upacara adat di Indonesia beserta tujuan penyelenggaraannya dalam tulisan berikut ini,
Upacara Mendhem Ari-Ari.
Upacara adat yang sering diselenggarakan di Jawa sebagai rasa syukur atas kelahiran seorang bayi. Dalam upacara ini dilakukan penguburan ari-ari bayi yang dipercaya sebagai saudara, sehingga harus dirawat dan dijaga.
Upacara Puputan.
Upacara Puputan atau dhautan (lepas) bagi masyarakat Jawa merupakan upacara adat yang dilakukan ketika tali pusar bayi telah putus atau lepas. Upacara adat ini umumnya berbentuk kenduri atau selamatan dengan mengundang tetangga dan kerabat.
Upacara Penanaman Tembuni.
Upacara adat di suku Banjar, Kalimantan Selatan, yang berkaitan dengan kelahiran seorang anak. Dalam acara tersebut, diadakan penanaman tali pusat (tembuni) di bawah pohon besar, tanaman bunga, atau dihanyutkan di sungai berarus deras.
Upacara Beati.
Upacara adat Beati dalam masyarakat Gorontalo di Sulawesi merupakan rangkaian prosesi ritual untuk merayakan perubahan hormonal gadis remaja yang ditandai dengan menstruasi.
Upacara Lepa Bura.
Dikutip dari Upacara Adat Lepa Bura pada Masyarakat Lamaholot di Desa Sulengwaseng, Kecamatan Solor Selatan, Flores Timur, Benediktus Belang Niron (2016:99), Upacara Lepa Bura di Flores Timur merupakan upacara adat sebagai penghormatan kepada para leluhur agar para petani mendapat perlindungan dan berkat yang melimpah dalam hidupnya.
Upacara Mandikh Biakh.
Upacara adat Dayak ini merupakan bagian dari upacara beranak bebuah (kelahiran), sebagai rasa syukur atas keselamatan ibu dan bayi yang dilahirkannya.
Dengan mengenal nama upacara adat di Indonesia, diharapkan akan meningkatkan kesadaran atas semboyan bhinneka tunggal ika sebagai pemersatu bangsa. (DK)
