Konten dari Pengguna

6 Perbedaan Berita Cetak dan Daring, dari Media sampai Pengarsipannya

Berita Terkini
Penulis kumparan
28 Agustus 2023 18:01 WIB
·
waktu baca 3 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Ilustrasi Perbedaan Berita Cetak dan Daring - Sumber: pixabay.com/congerdesign
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Perbedaan Berita Cetak dan Daring - Sumber: pixabay.com/congerdesign
ADVERTISEMENT
sosmed-whatsapp-green
kumparan Hadir di WhatsApp Channel
Follow
Berbagai perbedaan berita cetak dan daring menjadikan dua jenis berita ini memiliki penggemarnya masing-masing. Ada sebagian orang yang lebih suka membaca berita dari media cetak, ada juga orang-orang yang memilih untuk membacanya secara daring.
ADVERTISEMENT
Tidak ada yang salah dan benar dalam hal ini. Kesukaan orang dalam membaca berita, baik melalui media cetak atau daring, mencerminkan perbedaan preferensi dan gaya hidup masing-masing.

Perbedaan Berita Cetak dan Daring

Ilustrasi Perbedaan Berita Cetak dan Daring - Sumber: pexels.com/@bertellifotografia
Berdasarkan buku Kepemilikan Media dan Ideologi Pemberitaan, Dr. Juni Wati Sri Rizki, S. Sos., (2016), berita adalah laporan atau narasi singkat yang memberikan informasi tentang peristiwa, fakta, atau situasi terbaru yang terjadi di sekitar.
Dulunya berita biasa disampaikan dalam media cetak atau siaran seperti televisi dan radio. Seiring berkembangnya teknologi, berita lebih sering ditayangkan secara daring atau online. Beberapa perbedaan berita cetak dan daring antara lain adalah:

1. Media Penyampaian

Berita cetak diterbitkan dalam bentuk fisik, seperti surat kabar, majalah, atau tabloid. Masyarakat membaca berita ini dengan memegang dan melihat lembaran kertas yang dicetak.
ADVERTISEMENT
Sementara, berita daring atau berita online dapat diakses melalui internet menggunakan perangkat elektronik seperti komputer, ponsel pintar, atau tablet.

2. Aksesibilitas

Akses untuk berita cetak bisa dibilang cukup terbatas oleh distribusi fisik. Pembaca harus membeli surat kabar atau majalah untuk dapat mengakses berita.
Sedangkan, berita daring lebih mudah untuk diakses secara global, bahkan tanpa batasan geografis. Pembaca dapat mengaksesnya kapan dan di mana saja dengan koneksi internet.

3. Kecepatan Pemberitaan

Proses produksi berita cetak memerlukan waktu yang cukup lama. Jadi, informasi yang ingin disampaikan mungkin agak tertunda bila dibandingkan dengan berita daring. Berita daring dapat diperbarui instan, sehingga pembaca dapat menerima informasi terbaru secara real-time.

4. Adanya Interaktivas

Berita cetak cenderung bersifat statis, sehingga interaksi dengan pembaca terbatas. Berbeda dengan berita daring yang seringnya memiliki fitur interaktif, seperti komentar, like, share, dan polling, yang memungkinkan pembaca berpartisipasi dan berinteraksi.
ADVERTISEMENT

5. Ketersediaan Isi

Ruang terbatas dalam berita cetak sering kali membatasi jumlah informasi yang dapat dimuat dalam satu edisi. Sedangkan, berita daring tidak memiliki batasan fisik. Ini yang menjadikannya dapat menyediakan lebih banyak konten.

6. Keberlangsungan Arsip

Arsip berita cetak sangat mungkin untuk rentan terhadap kerusakan fisik atau kehilangan seiring berjalannya waktu. Berita daring cenderung lebih tahan lama jika dikelola dengan baik, karena data dapat disimpan dalam bentuk digital dan mudah direplikasi.
Pada dasarnya, berbagai perbedaan berita cetak dan daring seharunya tidak berpengaruh penuh pada isi berita. Apa pun media yang digunakan, berita tetap harus dibuat dengan jujur, apa adanya, dan faktual. (DNR)