6 Puisi Bahasa Sunda yang Penuh Arti dan Makna Bagi Pembacanya

Penulis kumparan
·waktu baca 5 menit
Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Puisi adalah salah satu sajak lama yang memiliki syair yang indah. Puisi ini biasanya berisi mengenai ungkapan isi hati sang penulisnya atau tentang kehidupan. Umumnya puisi menggunakan bahasa Indonesia. Namun ada juga yang menggunakan bahasa daerah seperti bahasa Sunda. Kamu bisa membuat puisi Bahasa Sunda yang memiliki makna dan arti yang mendalam bagi pembacanya.
Dalam menulis puisi ini juga tidak bisa sembarangan saja. Untuk mendapatkan makna yang tersampaikan kepada pembacanya, pemilihan kata yang baik harus disesuaikan. Dikutip dari buku Metode Lekat Dalam Pembelajaran Menulis Puisi karya Rustam Efendy Rasyid (2019: 27), berdasarkan zamannya puisi dibedakan menjadi puisi lama dan puisi baru.
Ciri-ciri puisi lama:
Merupakan puisi rakyat yang tak dikenal nama pengarangnya
Disampaikan lewat mulut ke mulut, jadi merupakan sastra lisan
Sangat terikat oleh aturan seperti jumlah baris tiap bait, jumlah suku kata maupun rima.
Ciri-ciri puisi baru:
Bentuknya rrapi dan simetris
Mempunyai persajakan akhir (yang teratur)
Banyak mempergunakan pola sajak pantun dan syair meskipun ada pola yang lain
Sebagian besar puisi empat seuntai
Tiap-tiap barisnya atas sebuah gatra (kesatuan sintaksis)
Tiap gatranya terdiri atas dua kata (sebagian besar) 4-5 suku kata
Kamu sedang mencari contoh puisi Bahasa Sunda? Inilah deretan puisi bahasa Sunda yang penuh arti dan makna bagi para pembacanya dan sebagai referensi.
Puisi Bahasa Sunda yang Penuh Arti dan Makna
Dikutip dari buku Puisi Sunda Modern dalam Dua Bahasa karya Ajip Rosidi (2001: 9), berikut puisi Bahasa Sunda:
1. Naggapan
Sada canang
Sada gangsa tumpang kembang
Sada kumbang tarawang ngeuik
Sada titilaring bumi
Sada tatabeuhah Jawa
Sada gobeng direka calintuh di anjung
Sada handaru kacapi langnga
Sada keruk sagung
Beuteung bogoh ku sakitu
Tapak sapu beres keneh
Berentuk marat nimurkeun
Manah pupus ku tikukur
Manah saar ku titiran
Maryagat ku tapak jalak
Dyawuran kemban ungra
Misanak jati rupa
Kalumbi lungir dewangga
Beunang nyulam ku haremas
Terjemahannya:
Terdengar bunyi-bunyian
Suara canang
Suara gamelan tumpang kembang
Suara kumbang dan tarawangsa menyayat
Suara peninggalan bumi
Suara gamelan Jawa
Suara baling-baling ditingkahi calintah di danau
Suara sedih semua
Sudah senang dengan semua itu
Jejak sapu amsih rapi
Lengkung ke barat ke timur
Hati terhibur oleh suara tekukur
Hati mekar oleh suara perkutut
Bergairah oleh jejak burung jalak
Ditawuri bunga ungra
Mengenal rupa sejati
Berpakaian sutera jingga
Disulami dengan benang emas
2. Asihan Nyi Rajamantri
Nurcahaya cahaya metu saking bulan
Nurcahaya cahaya metu saking bentang
Nurcahaya cahaya metu saking srengenge
Madeg aing Nabi Adam
Rupa aing Nabi Yusuf
Soara aing Nabi Daud
Gede cilik tua enom
Widadari turun asih
Deata turun nyaah
Ngadenge sawaraisun
Ka cai sia careurik
Ka darat sia midangdam
Cai asa tuak bari
Kejo asa carang bobo
Ngarandakah sia teu atmaan
Bayu sira atma sira
Geus aya di awaking
Terjemahan:
Guna-guna Nyi Rajamatri
Nurcahaya sinar memancar dari bulan
Nurcahaya sinar memancar dari bintang
Nurcahaya sinar memancar dari matahari
Berdiri Nabi Adam
Wajahku Nabi Yusuf
Suaraku Nabi Daud
Besar-kecil tua-muda
Dewata turun cinta
Mendengar suaraku
Ke tepian kau menangis
Ke darat kau menjerit
Air serasa tuak basi
Nasi serasa kayu busuk
Meski rimbun kau tak berjiwa
Meski kembang kau tak bernyawa
Semnagatmu jiwamu
Bertumpu pada diriku
3. Wayang
Wayang mana?
Wayang mana?
Wayang kalangkangna dalang
Dalang saha?
Dalang saha?
Dalang kalangkang kahayang
Kahayang kuma kahayang? Sabab kahayang nu patarenggang
Bedana urang jeung urang
Terjemahan:
Wayang mana?
Wayang mana?
Wayang bayang-bayang dalang
Dalang mana?
Dalang mana?
Dalang bayangan angan-angan
Angan-angan baiamana?
Sebab angan-angan yang belain-lainan
Membedakan kita dengan kita
4. Pendirian
(Taman Apsari)
Bulan mengambang di atas kolam
Terang bersinar bagai wajah ramah ria
Hati rindu berhadapan
Menengadah ke langit
Di sana pun bulan manis tersenyum
Menawan hati terkulum
Menunduk: bersinar
Mendongak: berbinar
Kupilih gerangan yang mana
Yang asli yakin Cuma satu
5. Paliwat Dina Kereta
(Kis Sw)
Kareta Jakarta-Surabaya
Jeung Surabaya-Bandung
Paliwat tengahing jalan
Duanana tonggoy nyemprung
Panumpang paboro-boro ngaralong
Papaliwat papada numpakan kilat
Ieu diri bet asa reg cicing
Nu maju tingbelesur
Ukur batur!
Terjemahan:
Berpapasan dalam kereta
Kereta Jakarta-Surabaya
Dan Surabaya-Bandung
Berpapasan di tengah jalan
Keduanya melsat cepat
Penumpang menengok dari jendela
Sama-sama menunggang kilat
Hanya saling lirik sekelebat
Mengapa diri serasa berhenti
Yang melesat terbang
Hanya orang!
6. Lembur Kuring
(Kis Ws)
Kuduyung tung ka lur indung
Nunda hallo hallo bandung
Anteng ngareukeupan geisha
Nu lalanjang hol ti jepang
Botol inuman ngentrung karosong
Tadi ditotor bari ngadapang
Gatongan pasaran alon ka landeuhkeun
Geus taya nu haat nganreurkeun
Jagat geus teu kamarian
Teu isukanan
Saleguk sakiwarieun
Ngacomang manjang hanaang
Terjemahan:
Kampungku
Kena duyung sampai lupa kepada ibu kandung
Menunda hallo-hallo bandung
Asyik memeluk pinggang
Geisha ramping di Jepang
Botol minum kosong berbunyi nyaring
Isinya ditenggak sambil berbaring
Waktu keranda lewat pelan ke arah lembah
Tak seorang punsedia mengantar jenazah
Jagat tak punya hari kemarin lagi
Atau pun esok hari
Yang penting tenggak sekarang
Mabuk dahaga berkepanjangan
Nah itulah deretan puisi Bahasa Sunda yang bisa kamu gunakan sebagai referensi. Semoga bermanfaat. (Umi)
