Konten dari Pengguna

6 Puisi Bahasa Sunda yang Penuh Arti dan Makna Bagi Pembacanya

Berita Terkini

Berita Terkini

Penulis kumparan

·waktu baca 5 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Puisi Bahasa Sunda yang Penuh Arti dan Makna Bagi Pembacanya, Foto: Unsplash.
zoom-in-whitePerbesar
Puisi Bahasa Sunda yang Penuh Arti dan Makna Bagi Pembacanya, Foto: Unsplash.

Puisi adalah salah satu sajak lama yang memiliki syair yang indah. Puisi ini biasanya berisi mengenai ungkapan isi hati sang penulisnya atau tentang kehidupan. Umumnya puisi menggunakan bahasa Indonesia. Namun ada juga yang menggunakan bahasa daerah seperti bahasa Sunda. Kamu bisa membuat puisi Bahasa Sunda yang memiliki makna dan arti yang mendalam bagi pembacanya.

Dalam menulis puisi ini juga tidak bisa sembarangan saja. Untuk mendapatkan makna yang tersampaikan kepada pembacanya, pemilihan kata yang baik harus disesuaikan. Dikutip dari buku Metode Lekat Dalam Pembelajaran Menulis Puisi karya Rustam Efendy Rasyid (2019: 27), berdasarkan zamannya puisi dibedakan menjadi puisi lama dan puisi baru.

Ciri-ciri puisi lama:

  1. Merupakan puisi rakyat yang tak dikenal nama pengarangnya

  2. Disampaikan lewat mulut ke mulut, jadi merupakan sastra lisan

  3. Sangat terikat oleh aturan seperti jumlah baris tiap bait, jumlah suku kata maupun rima.

Ciri-ciri puisi baru:

  1. Bentuknya rrapi dan simetris

  2. Mempunyai persajakan akhir (yang teratur)

  3. Banyak mempergunakan pola sajak pantun dan syair meskipun ada pola yang lain

  4. Sebagian besar puisi empat seuntai

  5. Tiap-tiap barisnya atas sebuah gatra (kesatuan sintaksis)

  6. Tiap gatranya terdiri atas dua kata (sebagian besar) 4-5 suku kata

Kamu sedang mencari contoh puisi Bahasa Sunda? Inilah deretan puisi bahasa Sunda yang penuh arti dan makna bagi para pembacanya dan sebagai referensi.

Puisi Bahasa Sunda yang Penuh Arti dan Makna

Puisi Bahasa Sunda yang Penuh Arti dan Makna Bagi Pembacanya, Foto: Unsplash.

Dikutip dari buku Puisi Sunda Modern dalam Dua Bahasa karya Ajip Rosidi (2001: 9), berikut puisi Bahasa Sunda:

1. Naggapan

Sada canang

Sada gangsa tumpang kembang

Sada kumbang tarawang ngeuik

Sada titilaring bumi

Sada tatabeuhah Jawa

Sada gobeng direka calintuh di anjung

Sada handaru kacapi langnga

Sada keruk sagung

Beuteung bogoh ku sakitu

Tapak sapu beres keneh

Berentuk marat nimurkeun

Manah pupus ku tikukur

Manah saar ku titiran

Maryagat ku tapak jalak

Dyawuran kemban ungra

Misanak jati rupa

Kalumbi lungir dewangga

Beunang nyulam ku haremas

Terjemahannya:

Terdengar bunyi-bunyian

Suara canang

Suara gamelan tumpang kembang

Suara kumbang dan tarawangsa menyayat

Suara peninggalan bumi

Suara gamelan Jawa

Suara baling-baling ditingkahi calintah di danau

Suara sedih semua

Sudah senang dengan semua itu

Jejak sapu amsih rapi

Lengkung ke barat ke timur

Hati terhibur oleh suara tekukur

Hati mekar oleh suara perkutut

Bergairah oleh jejak burung jalak

Ditawuri bunga ungra

Mengenal rupa sejati

Berpakaian sutera jingga

Disulami dengan benang emas

2. Asihan Nyi Rajamantri

Nurcahaya cahaya metu saking bulan

Nurcahaya cahaya metu saking bentang

Nurcahaya cahaya metu saking srengenge

Madeg aing Nabi Adam

Rupa aing Nabi Yusuf

Soara aing Nabi Daud

Gede cilik tua enom

Widadari turun asih

Deata turun nyaah

Ngadenge sawaraisun

Ka cai sia careurik

Ka darat sia midangdam

Cai asa tuak bari

Kejo asa carang bobo

Ngarandakah sia teu atmaan

Bayu sira atma sira

Geus aya di awaking

Terjemahan:

Guna-guna Nyi Rajamatri

Nurcahaya sinar memancar dari bulan

Nurcahaya sinar memancar dari bintang

Nurcahaya sinar memancar dari matahari

Berdiri Nabi Adam

Wajahku Nabi Yusuf

Suaraku Nabi Daud

Besar-kecil tua-muda

Dewata turun cinta

Mendengar suaraku

Ke tepian kau menangis

Ke darat kau menjerit

Air serasa tuak basi

Nasi serasa kayu busuk

Meski rimbun kau tak berjiwa

Meski kembang kau tak bernyawa

Semnagatmu jiwamu

Bertumpu pada diriku

Puisi Bahasa Sunda yang Penuh Arti dan Makna Bagi Pembacanya, Foto: Unsplash.

3. Wayang

Wayang mana?

Wayang mana?

Wayang kalangkangna dalang

Dalang saha?

Dalang saha?

Dalang kalangkang kahayang

Kahayang kuma kahayang? Sabab kahayang nu patarenggang

Bedana urang jeung urang

Terjemahan:

Wayang mana?

Wayang mana?

Wayang bayang-bayang dalang

Dalang mana?

Dalang mana?

Dalang bayangan angan-angan

Angan-angan baiamana?

Sebab angan-angan yang belain-lainan

Membedakan kita dengan kita

4. Pendirian

(Taman Apsari)

Bulan mengambang di atas kolam

Terang bersinar bagai wajah ramah ria

Hati rindu berhadapan

Menengadah ke langit

Di sana pun bulan manis tersenyum

Menawan hati terkulum

Menunduk: bersinar

Mendongak: berbinar

Kupilih gerangan yang mana

Yang asli yakin Cuma satu

Puisi Bahasa Sunda yang Penuh Arti dan Makna Bagi Pembacanya, Foto: Unsplash.

5. Paliwat Dina Kereta

(Kis Sw)

Kareta Jakarta-Surabaya

Jeung Surabaya-Bandung

Paliwat tengahing jalan

Duanana tonggoy nyemprung

Panumpang paboro-boro ngaralong

Papaliwat papada numpakan kilat

Ieu diri bet asa reg cicing

Nu maju tingbelesur

Ukur batur!

Terjemahan:

Berpapasan dalam kereta

Kereta Jakarta-Surabaya

Dan Surabaya-Bandung

Berpapasan di tengah jalan

Keduanya melsat cepat

Penumpang menengok dari jendela

Sama-sama menunggang kilat

Hanya saling lirik sekelebat

Mengapa diri serasa berhenti

Yang melesat terbang

Hanya orang!

6. Lembur Kuring

(Kis Ws)

Kuduyung tung ka lur indung

Nunda hallo hallo bandung

Anteng ngareukeupan geisha

Nu lalanjang hol ti jepang

Botol inuman ngentrung karosong

Tadi ditotor bari ngadapang

Gatongan pasaran alon ka landeuhkeun

Geus taya nu haat nganreurkeun

Jagat geus teu kamarian

Teu isukanan

Saleguk sakiwarieun

Ngacomang manjang hanaang

Terjemahan:

Kampungku

Kena duyung sampai lupa kepada ibu kandung

Menunda hallo-hallo bandung

Asyik memeluk pinggang

Geisha ramping di Jepang

Botol minum kosong berbunyi nyaring

Isinya ditenggak sambil berbaring

Waktu keranda lewat pelan ke arah lembah

Tak seorang punsedia mengantar jenazah

Jagat tak punya hari kemarin lagi

Atau pun esok hari

Yang penting tenggak sekarang

Mabuk dahaga berkepanjangan

Nah itulah deretan puisi Bahasa Sunda yang bisa kamu gunakan sebagai referensi. Semoga bermanfaat. (Umi)