Konten dari Pengguna

6 Tips Sukses Pubertas sebagai Masa Pendewasaan untuk Laki-Laki dan Perempuan

Berita Terkini

Berita Terkini

Penulis kumparan

·waktu baca 4 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi anak dalam masa pubertas. Foto: unsplash.com/phammi
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi anak dalam masa pubertas. Foto: unsplash.com/phammi

Bagi anak-anak yang menuju peralihan ke masa dewasa akan mengalami sebuah peristiwa yang bernama pubertas. Sebagai masa peralihan, terdapat beberapa perubahan yang akan dialami seseorang, baik secara fisik maupun psikis. Akibatnya adalah beberapa anak merasakan kepanikan melihat perubahan yang ada. Namun kamu tak perlu khawatir. Sebab, artikel kali ini akan menjelaskan 6 tips sukses pubertas untuk laki-laki maupun perempuan.

Pengertian Pubertas

Kata pubertas berasal dari bahasa Latin “pubes” yang berarti rambut. Pubertas adalah keadaan transisi yang mencakup semua perubahan fisiologis, morfologis, dan perilaku yang terjadi pada individu dari yang tidak subur kemudian berkembang menjadi subur.

Pubertas ditandai dengan kematangan organ yang terlihat secara fisik dan juga secara hormonal. Meskipun merupakan fase dari anak-anak menjadi dewasa, kenyataanya proses pubertas sangat kompleks, di mana mulai perkembangan tanda seksual sekunder dan kemampuan untuk bereproduksi pada anak mulai berkembang.

Karakteristik Masa Pubertas

Mengutip buku Pengantar Psikologi untuk Kebidanan oleh Herri Zan Pieter, S.Psi, dkk (2018:145), sebagai masa perkembangan yang ditandai dengan perubahan-perubahan dalam tubuh, ternyata masa pubertas memiliki beberapa karakteristik, yakni:

Karakteristik Pertama

Karakteristik pertama dari masa pubertas adalah periode yang tumpang-tindih, dikarenakan terjadinya tumpang-tindah antara tahun akhir kekanak-kanakan dengan awal masa remaja. Selama masa pubertas, anak mulai matang secara seksual.

Karakteristik Kedua

Karakteristik kedua, masa pubertas adalah periode yang singkat, karena hanya berlangsung selama 2-4 tahun. Selama ini pula banyak terjadi perubahan dan berlangsung sangat cepat. Meskipun demikian, ternyata bagi sebagian pubertas anak memerlukan waktu sekitar 3-4 tahun untuk menyelesaikan masa peralihan menjadi orang dewasa, sehingga dianggap sebagai pubertas yang lambat matang, dan berdasarkan hasil penelitian ditemukan bahwa anak pubertas perempuan lebih cepat matang ketimbang anak pubertas laki-laki.

Karakteristik Ketiga

Karakteristik yang ketiga ialah masa pertumbuhan dan perubahan yang cepat dikarenakan masa pubertas merupakan salah satu dari dua periode rentang kehidupan manusia yang mengalami pertumbuhan sangat pesat, terutama pada pertumbuhan fisik.

Ciri khas dari masa pubertas adalah banyaknya perubahan baik perubahan bentuk penampilan tubuh, penampilan diri, kepemilikan, sikap, maupun minat seks. Dampak buruk perubahan yang begitu pesat menyebabkan timbulnya sikap keraguan, perasaan tidak mampu, dan tidak aman.

Karakteristik Keempat

Karakteristik yang keempat ialah masa pubertas adalah fase negatif. Hal ini dikarenakan biasanya anak-anak pubertas mengambil sikap anti kepada aturan sehingga hilang sifat-sifat baiknya. Dia selalu bertentangan dengan orang dewasa dan bahkan cenderung berperilaku agresi. Fase negatif pubertas akan berakhir seiring dengan fungsi-fungsi seksualnya semakin matang.

Ilustrasi anak dalam masa pubertas. Foto: unsplash.com/aaker

Tips Sukses Pubertas

Untuk melewati masa pubertas yang merupakan perubahan besar yang cukup sulit, berikut 6 tips yang dapat kamu terapkan.

1. Kontrol Emosi

Pada saat pubertas, orang akan kaget dengan perubahan yang ada. Selain itu, karakteristik dari pubertas adalah fase negatif akibat mudahnya tersulut emosi. Maka dari itu, berusaha untuk mengontrol emosi dengan cara menahan diri terlebih dahulu ataupun cari tempat yang menenangkan.

2. Lebih Dekat dengan Orang Tua

Pubertas merupakan perubahan besar dari anak-anak menjadi dewasa. Perubahan tersebut banyak membuat anak-anak kebingungan. Maka dari itu, tanyakan kepada orang tua tentang hal-hal yang belum diketahui selama mengalami masa pubertas. Jangan sampai, kebingungan membuatmu bertanya dengan orang yang salah.

3. Menjaga Kebersihan Alat Kelamin

Pubertas ditandai dengan keluarnya sperma untuk laki-laki melalui mimpi basah dan menstruasi pada perempuan. Maka dari itu jaga kebersihan alat kelamin agar tidak menimbulkan bau tak sedap. Terlebih lagi bagi perempuan yang dapat menimbulkan berbagai penyakit, seperti infeksi saluran kemih hingga kanker seviks.

4. Mengani Jerawat Secara Tepat

Dengan meningkatnya hormon akibat pubertas mengakibatkan tumbuhnya jerawat, terutama pada muka. Untuk menganani masalah tersebut kamu bisa menggunakan pelembab, pembersih wajah, maupun toner. Meski begitu, tetap perhatikan apakah produk-produk tersebut sesuai kulitmu ataupun dapat menimbulkan alergi.

5. Mempelajari Perubahan Fisik

Salah satu dampak dari pubertas adalah perubahan fisik yang cepat, mulai dari pertumbuhan tinggi badan, munculnya rambut pada bulu ketiak dan alat kelamin, hingga mulai membesarnya payudara. Maka dari itu sangatlah penting untuk mempelajari perubahan fisik. Misalnya dengan bertanya dengan orang tua, guru, atau orang-orang ahli kesehatan.

6. Memperbanyak Konsumsi Makanan Sehat dan Begizi

Dalam masa pubertas, kurangi makanan yang kurang sehat, cepat saji, dan mengandung banyak minyak. Sebab, makan tersebut dapat berdampak pada kesehatan tubuh, terutama membuat jerawat bertumbuh secara cepat. Maka dari itu, biasakan untuk mengkonsumsi makanan sehat dan bergizi dengan memperbanyak makanan sayur dan buah.

Masa pubertas pasti akan dihadapi setiap anak. Oleh karenanya tidak perlu khawatir ataupun panik dalam menghadapinya. Selain itu, kamu juga bisa menerapkan 6 tips di atas agar bisa sukses dalam menghadapi pubertas dengan baik dan tidak menghasilkan dampak buruk, baik bagi diri sendiri maupun orang lain.(MZM)