6 Unsur Kebahasaan Teks Biografi dalam Penulisan

Penulis kumparan
ยทwaktu baca 3 menit
Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Unsur kebahasaan teks biografi merupakan kunci penting dalam menyusun cerita hidup seseorang agar lebih mudah dipahami. Saat membaca teks kisah inspiratif, mungkin tanpa sadar seseorang menikmati alur cerita yang mengalir rapi dan terasa menyentuh.
Semua rasa itu tidak lepas dari pilihan bahasa yang digunakan oleh penulis biografi. Unsur-unsur yang ada dalam penulisan membuat cerita yang menarik semakin asyik untuk dinikmati.
Unsur Kebahasaan Teks Biografi yang Umumnya Digunakan oleh Penulis
Teks biografi adalah jenis teks yang menceritakan kisah hidup seseorang, biasanya tokoh terkenal. Cerita umumnya dimulai dari masa kecil, perjalanan karier, hingga pencapaian dan perjuangan hidupnya.
Menurut Buku Ajar Bahasa Indonesia untuk SMA/MA Tingkat Dasar, Asyhari Dwi Rukmana, dkk, (2022), tujuan utama teks biografi adalah memberi inspirasi, informasi, atau pelajaran hidup bagi pembaca. Agar teks enak dibaca dan informatif, digunakanlah beberapa unsur kebahasaan tertentu dalam penulisan.
Unsur kebahasaan dalam teks biografi adalah ciri-ciri bahasa yang digunakan untuk menyusun dan menyampaikan informasi dalam teks biografi. Unsur-unsur tersebut antara lain.
1. Menggunakan Kata Ganti Orang Ketiga
Teks biografi umumnya menggunakan kata ganti seperti "ia", "dia", "beliau", atau nama tokoh langsung. Alasannya karena penulis biografi menceritakan tentang orang lain, bukan dirinya sendiri.
Contoh: "Ia dikenal sebagai penemu yang sangat berdedikasi."
2. Menggunakan Kata Kerja Aksi (Aktif)
Kata kerja aksi atau kata kerja aktif digunakan untuk dapat menggambarkan apa yang dilakukan tokoh dalam kehidupan nyata. Ini penting untuk menunjukkan peran aktif si tokoh dalam berbagai situasi.
3. Menggunakan Konjungsi Temporal (Waktu)
Konjungsi temporal digunakan untuk menghubungkan peristiwa sesuai urutan waktu, seperti: kemudian, setelah itu, sebelum, pada akhirnya, atau sejak saat itu.
4. Terdapat Kalimat Deskriptif
Kalimat deskriptif digunakan untuk menggambarkan karakter, penampilan, atau kepribadian tokoh secara detail. Tujuannya adalah agar pembaca bisa membayangkan tokoh tersebut.
Contohnya, "Beliau adalah sosok sederhana, namun memiliki semangat tinggi dan tekad kuat."
5. Menggunakan Kalimat Majemuk
Biografi sering memakai kalimat majemuk (dua klausa atau lebih). Bertujuan untuk menjelaskan hubungan sebab-akibat, waktu, atau tujuan secara lebih kompleks.
Salah satu contoh kalimatnya adalah "Meskipun hidup dalam kesulitan, ia tidak pernah menyerah dan terus berjuang meraih impiannya."
6. Menggunakan Keterangan Waktu dan Tempat
Teks biografi biasanya menjelaskan kapan dan di mana suatu peristiwa terjadi. Dengan begitu pembaca bisa dengan mudah memahami alur kehidupan tokoh secara kronologis.
Baca Juga: Isi Orientasi pada Struktur Teks Biografi
Unsur kebahasaan dalam teks biografi sangat penting karena membantu penyampaian informasi yang runtut, jelas, dan objektif. Jika dirangkai dalam tulisan dengan rapi, semua unsur tersebut dapat membuat teks lebih hidup dan mudah dipahami. (DNR)
