Konten dari Pengguna

7 Antonim Jarang dalam Tesaurus Bahasa Indonesia

Berita Terkini

Berita Terkini

Penulis kumparan

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Antonim Jarang     Sumber Unsplash/Mediamodifier
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Antonim Jarang Sumber Unsplash/Mediamodifier

Jarang telah menjadi kata yang umum digunakan dalam tulisan dan percakapan sehari-hari. Namun, belum banyak yang mengetahui antonim jarang dalam Bahasa Indonesia.

Antonim merupakan salah satu bentuk bahasa yang dipelajari di tingkat Sekolah Dasar. Mengenal kata antonim akan memudahkan dalam menyusun kalimat secara efektif.

7 Antonim Jarang dan Arti Katanya

Ilustrasi Antonim Jarang Sumber Unsplash/Brando Makes Branding

Antonim adalah kata yang berlawanan makna dengan kata lain. Dengan demikian, untuk memudahkan dalam memahami antonim jarang, ketahui lebih dulu arti katanya.

Arti jarang dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia adalah sebagai berikut.

  1. Renggang atau lebar jaraknya (tidak rapat tentang tulisan, tumbuhan, tanaman, gigi, dan sebagainya); bersela-sela; tidak kerap (tentang tenunan, anyaman, dan sebagainya).

  2. Tidak merata (hanya di sana-sini).

  3. Tidak padat (tentang penduduk di suatu daerah).

Berdasarkan arti kata tersebut, maka antonim jarang antara lain.

  1. Lebat.

  2. Rimbun.

  3. Rapat.

  4. Gemar.

  5. Acap.

  6. Kerap.

  7. Sering.

Antonim berasal dari kata anti (yang berlawanan, oposisi) dan onuma (nama). Mempelajari antonim juga berguna untuk memperkaya kemampuan dalam menyampaikan sesuatu.

Berikut ini adalah beberapa contoh antonim.

  1. Tinggi >< rendah

  2. Kaya >< miskin

  3. Tua >< muda

  4. Hidup >< mati

  5. Siang >< malam

  6. Lahir >< batin

  7. Atasan >< bawahan

  8. Suami >< istri

  9. Guru >< murid

  10. Pegawai >< majikan

  11. Jual >< beli

  12. Memberi >< menerima

  13. Serah >< terima

  14. Belajar >< mengajar

Cara Membentuk Antonim

Dengan menguasai antonim, maka cara penyampaian gagasan dapat bervariasi melalui antonim kata tersebut. Antonim dapat dibentuk melalui dua cara, yaitu.

1. Prefiks

Cara membentuk antonim dengan penambahan awalan (prefiks) pada kata dasar. Bentuk antonim semacam ini lebih banyak diserap dari bahasa asing.

Perhatikan contoh berikut ini!

  1. Progresif >< regresif

  2. Prolog >< epilog

  3. Induktif >< deduktif

  4. Internal >< eksternal

  5. Intensif >< ekstensif

  6. Legal >< ilegal

  7. Moral >< amoral

  8. Monogami >< poligami

2. Sufiks

Cara membentuk antonim dengan penambahan akhiran (sufiks) pada kata dasar. Contohnya adalah sebagai berikut:

  1. Siswa >< siswi

  2. Mahasiswa >< mahasiswi

  3. Karyawan >< karyawati

Baca juga: Antonim Nomadik dan Contoh Kata Antonim Lainnya

Kata jarang memiliki lebih dari satu makna dalam Bahasa Indonesia. Antonim jarang adalah lebat, rimbun, rapat, gemar, acap, kerap, dan sering.(DK)