Konten dari Pengguna

7 Contoh Majas Hiperbola dalam Kalimat Bahasa Indonesia

Berita Terkini

Berita Terkini

Penulis kumparan

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Contoh Majas Hiperbola. Sumber: Unsplash/Xavi Cabrera
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Contoh Majas Hiperbola. Sumber: Unsplash/Xavi Cabrera

Contoh majas hiperbola dalam kalimat bahasa Indonesia ada banyak macam. Salah satu contoh adalah kalimat yang berbunyi, “Tugas akhir semester benar-benar memeras otak”. Kalimat tersebut termasuk majas hiperbola karena ada unsur melebih-lebihkan.

Unsur melebih-lebihkan dalam kalimat tersebut terlihat dari frasa “memeras otak”. Selain frasa “memeras otak”, masih frasa lain yang kerap muncul dalam kalimat hiperbola. Beberapa di antaranya adalah mengalir deras, pencakar langit, dan tumpah ruah.

7 Contoh Majas Hiperbola dalam Bahasa Indonesia

Ilustrasi Contoh Majas Hiperbola. Sumber: Unsplash/Julien L

Majas merupakan unsur yang terdapat dalam penulisan bahasa Indonesia. Salah satu kegunaan dari majas dalam penulisan adalah menambahkan imaji, sehingga penggambaran mengenai suatu kondisi menjadi lebih detail.

Majas dalam bahasa Indonesia mempunyai banyak jenis, contohnya majas hiperbola. Dikutip dari buku Majas, Idiom, dan Peribahasa Indonesia Superlengkap, Prihantini (2015: 3), majas hiperbola adalah majas yang melebih-lebihkan atau membesar-besarkan.

Majas tersebut melebihkan kondisi yang sebenarnya terjadi, bahkan cenderung melampaui kenyataan. Berikut adalah tujuh contoh majas hiperbola dalam kalimat bahasa Indonesia.

1. Memeras Otak

Tugas akhir semester benar-benar memeras otak.

Kalimat di atas menggambarkan kondisi bahwa tugas akhir semester sangat sulit. Namun, penggambarannya sangat berlebihan. Wujud penggambaran itu adalah frasa “memeras otak” dan tidak mungkin bahwa otak tersebut benar-benar diperas.

2. Mengalir Deras

Air mata Rini mengalir deras ketika mengetahui sahabatnya telah kembali ke tanah air.

Kalimat di atas termasuk majas hiperbola karena melebih-lebihkan perasaan haru. Hal itu terlihat dari penggunaan frasa “mengalir deras”. Kenyataannya, air mata tidak pernah mengalir deras seperti air hujan.

3. Pencakar Langit

Ini pertama kalinya Rani melihat gedung pencakar langit di Jakarta.

Kalimat di atas termasuk majas hiperbola karena melebih-lebihkan gedung yang sangat tinggi. Hal itu terlihat dari penggunaan frasa “pencakar langit”. Kenyataannya, gedung yang tinggi tidak dapat bergerak apalagi mencakar langit.

4. Suara Menghipnotis

Suara penyanyi itu begitu merdu sehingga menghipnotis setiap penonton.

Kalimat di atas termasuk majas hiperbola karena melebih-lebihkan kondisi suara penyanyi yang merdu. Kenyataannya adalah suara penyanyi memang merdu, tetapi tidak mungkin bahwa setiap penonton menjadi terhipnotis atau tidak sadarkan diri.

5. Membelah Angkasa

Teriakan Banu membelah angkasa saat mengetahui hewan peliharaannya mati.

Kalimat di atas termasuk majas hiperbola karena teriakan Banu mungkin memang sangat kencang. Namun, tidak mungkin teriakan Banu “membelah angkasa”.

6. Tumpah Ruah

Masyarakat Desa Terkini tumpah ruah mengikuti pawai 17 Agustus.

Kalimat di atas termasuk majas hiperbola karena menggambarkan keramaian pawai 17 Agustus dengan frasa “tumpah ruah”. Padahal tidak mungkin masyarakat desa itu “tumpah” seperti air atau makanan.

7. Mendidih

Rika mendidih saat mendengar ada orang mencuri hewan peliharaannya.

Kalimat di atas termasuk majas hiperbola karena Rika adalah manusia sehingga tidak mungkin mendidih. “Mendidih” dalam kalimat tersebut menggambarkan bahwa Rika benar-benar marah ketika mendengar ada orang mencuri hewan peliharaannya.

Baca juga: Pengertian Majas Personifikasi, Ciri-Ciri, dan Contohnya

Selain tujuh contoh majas hiperbola di atas, masih banyak kalimat lain yang juga dapat menunjukkan penggambaran yang berlebih-lebihan. Intinya adalah majas hiperbola selalu membesar-besarkan hal yang terjadi sehingga melampaui kenyataan atau fakta sebenarnya. (AA)