7 Nasihat untuk Penghafal Al-Quran agar Ilmunya Bermafaat

Penulis kumparan
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Sebagai umat Muslim, menghafal Al-Quran adalah hal yang sangat mulia. Bahkan salah satu keutamaan dari manghafalkan Al-Quran adalah mendapatkan surga Allah SWT. Akan tetapi, manusia adalah makhluk yang lemah. Maka dari itu, kita sebagai kerabat memiliki tugas untuk menasehatinya. Berikut 7 nasihat untuk penghafal Al-Quran agar ilmunya bermanfaat dan mengantarkannya ke surga.
7 Nasihat untuk Penghafal Al-Quran agar Ilmunya Bermafaat
Dikutip dari buku Menghafal al-Qur'an itu Gampang karya K.H. R. Abdul Hafidh Abdul Qadir (2009).
Bukan untuk Kepentingan Duniawi
Hal pertama yang perlu ditanamkan para penghapal Al-Quran adalah senantiasa menjaga diri dari jual ayat-ayat Al-Quran. Maksudnya adalah menggunakan Al-Quran untuk kepentingan duniawi, misalnya untuk kepentingan ekonomi, popularitas, politik, dan hal-hal remeh lainnya.
Jaga Niat
Niat adalah perkara pertama dan paling sulit dikendalikan. Bahkan seorang ulama yang bernama Sufyan Ath-Tsauri mengatakan bahwa niat adalah sesuatu yang paling sulit di atasi. Hal ini dikarenakan para penghafal Al-Quran akan mendapat pujian dari manusia dan bisa membuatnya melupakan niat awal menghafal Al-Quran.
Menjauhi Fakhisyah
Fakhisyah bisa diartikan sebagai perbuatan umum yang dilakukan manusia di zaman sekarang yang melanggar ajaran agama namun dianggap wajar.
Jauhi Maksiat
Setiap umat Islam diwajibkan untuk menjauhi maksiat. Apabila orang awam saja sudah diwajibkan untuk menjauhi masiat, maka bagi para penghafal Al-Quran memiliki tanggung jawab yang lebih besar lagi. Rasulullah SAW bersabda,
“Termasuk perbuatan yang mengagungkan Allah adalah memuliakan orang yang beruban (orang yang sudah tua), penghafal Al Quran yang tidak berlebihan dan tidak menyimpang (dalam memahami dan mengamalkannya), dan memuliakan penguasa yang adil.” (HR. Abu Dawud no. 4843)
Amalkan Isinya
Mengamalkan Al-Quran adalah jalan terbaik bagi setiap umat Islam. Terlebih bagi umat Islam yang menghafalkan Al-Quran yang setiap hari berhadapan dengan ayat-ayat suci dari Allah SWT. Sebab, Al-Quran diciptakan bukan untuk dihafalkan, namun diamalkan.
Jaga Hafalan Al-Quran
Setelah mendapat tujuan untuk bisa menghafalkan Al-Quran. Meski sudah menghafalnya, jaga selalu agar jangan sampai hingga lupa. Sebab ancaman seorang yang penghafal Al-Quran yang lupa akan mendapat siksa yang berat.
Nabi Muhammad SAW bersabda,
Ditunjukkan kepadaku pahala-pahala umatku hingga (pahala) kotoran yang dikeluarkan seseorang dari Masjid. Dan ditunjukkan kepadaku dosa-dosa umatku. Maka tidaklah kulihat dosa yang lebih besar daripada surat atau ayat dari Al Quran yang dihafal oleh seseorang, kemudian ia melupakannya. (HR. Abu Dawud no. 461)
Pelajari Tafsirnya
Selain mempertahankan hafalan Al-Quran, seseorang akan mudah dalam memahami makna yang ada di dalamnya. Dengan begitu akan lebih memahami lagi apa maksud yang ada dalam setiap ayatnya.
Demikianlah 7 nasihat bagi para penghafal Al-Quran. Merekalah yang membuat kita terbebas dari dosa. Sebab, ulama mengatakan diwajibkan sebuah tempat memiliki penghafal Al-Quran. Selain itu, adanya penghafal Al-Quran menjadikan kita memiliki seorang imam shalat. Karena syarat imam shalat ditentukan oleh hafalan Al-Quran.(MZM)
