Konten dari Pengguna

7 Prinsip Dasar HACCP yang Perlu Dipahami

Berita Terkini

Berita Terkini

Penulis kumparan

ยทwaktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi untuk 7 Prinsip Dasar HACCP. Sumber: Unsplash/Arno Senoner
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi untuk 7 Prinsip Dasar HACCP. Sumber: Unsplash/Arno Senoner

Terdapat 7 prinsip dasar HACCP yang wajib dipahami, terutama bagi orang-orang yang bekerja dalam bidang industri pangan. Semua perusahaan yang bergerak di industri pangan harus memastikan bahwa produk pangan yang dihasilkan terjamin keamanannya.

Untuk bisa menjamin keamanan produk pangan, maka diterapkan sistem HACCP. Sebelum mengetahui prinsipnya, ketahui lebih dulu penjelasan apa itu HACCP.

Penjelasan 7 Prinsip Dasar HACCP

Ilustrasi untuk 7 Prinsip Dasar HACCP. Sumber: Unsplash/Arshad Pooloo

Mengutip dari Konsep HACCP, Keamanan, Higiene, dan Sanitasi dalam Industri Pangan, Setiarto (2020:161), HACCP (Hazard Analysis Critical Control Point) adalah suatu sistem jaminan mutu yang mendasarkan kepada kesadaran atau perhatian bahwa bahaya akan timbul pada berbagai tahap produksi, tetapi pengendaliannya dapat dilakukan untuk mengontrol bahaya tersebut.

Ada prinsip-prinsip utama dalam sistem HACCP. Berikut ini penjelasan 7 prinsip dasar HACCP.

1. Analisis Bahaya

Prinsip pertama adalah analisis bahaya. Perusahaan harus melakukan pengenalan pada potensi bahaya yang bisa terjadi dalam proses atau produk tertentu. Identifikasi dilakukan pada semua tahap, mulai dari produksi hingga produk siap dikonsumsi.

Pada analisis bahaya, perusahaan harus memastikan semua bahan dan peralatan dalam proses produksi sudah aman dan terbebas dari bahan berbahaya.

2. Menentukan Titik Krisis

Prinsip selanjutnya adalah menentukan titik krisis. Perusahaan harus melakukan identifikasi di setiap tahapan dalam proses yang jika tidak dikelola dengan tepat akan menimbulkan risiko. Penentuan titik krisis bertujuan untuk membantu mengawasi proses produksi agar bahan pangan diolah dengan tepat dan tidak membahayakan konsumen.

3. Menetapkan Batas Krisis

Organisasi atau perusahaan juga harus menetapkan batas kritis atau tingkat toleransi yang tidak boleh dilanggar. Tujuannya adalah untuk memastikan titik kendali krisis tetap terkendali.

4. Menetapkan Prosedur Monitoring

Prinsip berikutnya adalah menetapkan prosedur monitoring. Perusahaan menyusun sistem pemantauan efektif untuk mengawasi titik kendali krisis.

Pemantauan tersebut dilakukan secara teratur agar batas krisis dapat terpenuhi. Monitoring dapat meliputi pengukuran pH, kelembapan, suhu, atau parameter lain.

5. Menetapkan Tindakan Koreksi

Tindakan koreksi bertujuan untuk memperbaiki hasil pemantauan. Proses ini merupakan salah satu bagian terpenting dalam perencanaan HACCP. Apabila ada penyimpangan, maka harus ada langkah yang diambil untuk mengembalikan proses ke tingkat kendali yang sesuai.

6. Menetapkan Prosedur Verifikasi

Perusahaan menetapkan prosedur verifikasi yang meliputi evaluasi dan pengujian berkala. Tujuannya adalah untuk memastikan bahwa sistem berfungsi dengan baik dan efektif.

7. Mengembangkan Sistem Dokumentasi

Perusahaan mengembangkan sistem dokumentasi yang meliputi catatan dan dokumen untuk membuktikan penerapan prinsip HACCP.

Baca juga: 6 Contoh Bahaya Biologis dalam HACCP untuk Keamanan Makanan

Sekian penjelasan tentang 7 prinsip dasar HACCP. Prinsip-prinsip tersebut sangat penting untuk memastikan bahwa produk makanan tidak berbahaya bagi konsumen. (KRIS)