Konten dari Pengguna

7 Prosesi yang Perlu Dipersiapkan dalam Pernikahan Adat Batak

Berita Terkini

Berita Terkini

Penulis kumparan

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Pernikahan adat batak, sumber foto: https://unsplash.com/ by Benita Elizabeth Vivin
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Pernikahan adat batak, sumber foto: https://unsplash.com/ by Benita Elizabeth Vivin

Bagi suku Batak, kelahiran, pernikahan dan kematin adalah sesuatu yang sakral, karena itu perlu diadakan upacara adat yang lengkap. Khusus untuk pernikahan adat Batak, tidak hanya melibatkan dua orang calon mempelai dan keluarga intinya, tetapi juga melibatkan dua keluarga besar. Karena itulah, sebelum upacara pernikahan dilaksanakan, ada serangkaian prosesi yang perlu dipersiapkan dan dilaksanakan oleh calon pasangan pengantin dan keluarganya.

7 Prosesi yang Perlu Dipersiapkan dalam Pernikahan Adat Batak

Bagi suku Batak, upacara adat dalam pernikahan orang Batak adalah sangat penting. Ada beberapa tradisi yang harus dilaksanakan bahkan sebelum pernikahan itu dilangsungkan. Dikutip dari buku Dimensi-Dimensi Makna Bahasa (I), Sarma Panggabean ( 2021:17), upacara pernikahan adat Batak dimulai dari proses pra pernikahan, pelaksanaan pernikahan, dan pascapernikahan. Hukum pernikahan adat Batak ada dalam Dalihan Natolu.

Ada 7 prosesi pra pernikahan yang perlu dipersiapkan calon pengantin dan keluarganya, yang meliputi proses:

  1. Marhusip, yaitu proses melamar. Calon mempelai pria melamar seorang perempuan yang dicintainya untuk dijadikan istri. Perlu diketahui, dalam adat Batak, tidak memperbolehkan atau melarang keras pernikahan satu marga, misalnya laki-laki marga Nasution dilarang keras menikah dengan perempuan bermarga Nasution.

  2. Mangalehon tanda, yang bermakna seorang pria Batak telah menemukan pasangannya boru Batak dari marga yang berbeda. Biasanya, pemberian sejumlah uang kepada pihak perempuan.

  3. Marhatasinamot, yaitu pembicaraan tentang uang mahar atau mas kawin dari keluarga laki-laki kepada keluarga perempuan.

  4. Pundun Saut, prosesi pengiriman ternak yang disembelih untuk dimakan bersama anggota kedua keluarga sambil membicarakan pertunangan atau pemberkatan (bagi yang beragam Kristen).

  5. Martumpol; pertunangan. Prosesi adat ini biasanya dilakukan di gereja (bagi agama Kristen) dan menyepakati perjanjian untuk melangsungkan pernikahan.

  6. Martonggo Raja, ritual adat yang membicarakan detail pernikahan adat Batak.

  7. Pasu-pasu atau pemberkatan pernikahan (di gereja) sebelum melaksanakan upacara adat Batak.

Itulah 7 prosesi pra pernikahan adat Batak yang diadakan oleh pasangan pengantin suku Batak sebelum melaksanakan pernikahan adat Batak. Dahulu, pernikahan adat Batak memakan waktu yang lama, bisa satu hari dari pagi hingga malam hari. Namun, di zaman modern ini sudah lebih singkat waktunya. (IJS)